MERINDUKAN AJARAN GEREJA

 

Bapak Teguh Djatmiko kesehariannya bekerja sebagai guru agama di SD – SMA Cendana Komplek Kamp Chevron – Rumbai. Beliau pertama kali tiba di Pekanbaru – langsung aktif di Gereja Stasi St Lusia Rumbai tahun 2002 sebagai Petugas Khusus Pembagi Komuni Kudus (saat itu masih disebut sebagai Podiakon di paroki kita). Saat ini beliau diserahi tugas sebagai ketua seksi Katekese. Tugas tersebut berpindah-pindah dari periode satu ke periode lain.

Progam kerja utama sebagai ketua seksi Katekese periode 2018 2020 sudah disusun, dan beberapa sudah dilaksanakan sesuai jadwal. Dalam menjalankan program rutin seperti persiapan penerimaan sakramen-sakramen inistasi, ada petugas-petugas khusus dalam tim, dimana beliau berlaku sebagai koordinator umum. Dalam tiap sesi pembinaan, beliau selalu hadir untuk memberikan materi tentang dasar-dasar sakramen. Selanjutnya adalah tugas dari anggota tim yang ditunjuk untuk bertanggungjawab dalam memberi pengajaran kepada para calon / para orang tua calon penerima sakramen.

Selain program rutin yang berkenaan dengan sakramen inisiasi, beliau juga mencanangkan progarm pengembangan, diantaranya mengkoordinir rekoleksi rutin untuk para pengurus stasi dan kring. Program ini sedikitnya berjalan sekali dalam setahun, dengan meminta bantuan nara sumber Pastor jika memungkinkan. Selain untuk para pengurus, rekoleksi juga diadakan untuk MIsdinar dan BIA BIR.

Program pengembangan lainnya adalah mengkoordinir saresehan secara rutin yang secara khusus dibawakan oleh Pastor Otello Pancani, SX. Topik berbeda-beda setiap pertemuannya, namun satu tujuan, yaitu agar adanya suatu pemahaman bagi pengurus dan juga umat untuk selalu berpedoman pada ajaran Gereja yang bersumber pada Injil.

Sejak di rumbai secara khusus beliau bersama Bapak Pius Sugiman melakukan pendampingan terhadap misdinar; baik dalam hal teori- praktek pelayanan maupun dalam hal pembekalan karakter misdinar. Pengin saya adalah munculnya misdinar-misdinar yg tanggap, cekatan, setia, tanggung jawab, “prigel”, paham, dan syukur-syukur ada yang terpanggil menjadi biarawan/wati. Untuk pemdampingan ini beliau menyusun kepengurusan misdinar supaya tumbuh jiwa kepemimpinan. Dan sejak 5 tahun lalu, dalam menjalankan tugas pendampingan ini belaiu dibantu oleh para suster KSFL yg ada di rumbai.

Bapak yang memiliki seorang putri – Tyas Maria Widiastuti – dan seorang putra – Imanuel Wahyu Putra – karunia atas pernikahannya dengan ibu Muryani ini memiliki harapan, terutama untuk menjawab kerinduan banyak umat untuk lebih memahami dasar iman / ajaran pokok. Menurut beliau, pengurus harus kuat dalam pemahaman atas dogma-dogma Gereja, untuk membekali umat dewasa yang akan menulari anak cucu mereka – agar dapat membentengi diri terhadap ajaran agama-agama lain. Saat ini – menurut beliau – dasar iman kurang ditanamkan dalam Gereja, masih sebatas ajakan moral. Salah satu bentuk atau hasil tulisan katekese beliau tertuang dalam syair mars dan hymne paroki St. Paulus Pekanbaru. Dalam syair mars dan hymne itu tergambar kerinduan beliau akan dinamika hidup gereja paroki kita yg menghayati ke-5 tugas gereja (koinonia, lyturgia,kerygma, diakonia, martyria).

Saran bapak yang juga aktif dalam koor stasi ini bagi para pengurus di bidang kateksese, adalah men-sharing-kan katekese praktis secara rutin. Di Rumbai sudah dilakukan, yaitu menyampaikan katekese praktis yang singkat 5-7 menit sebelum ibadat sabda dimulai.(Re)

 

Dimuat dalam Warta Paroki Edisi Maret 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s