PERANAN WKRI DALAM GEREJA KATOLIK & PERAYAAN KEMERDEKAAN RI DI GEREJA PAROKI SANTO PAULUS PEKANBARU

Walaupun kehadiran Wanita Katolik RI di bumi Persada Indonesia sudah memasuki usia sepuh karena sudah berumur 93 tahun, bahkan lebih tua dari usia Negara Indonesia merdeka, tetapi kiprahnya belum banyak diketahui oleh banyak ibu-ibu dalam gereja Katolik. Hal tersebut mendorong WKRI cabang Labuh Baru mempunyai keinginan untuk mensosialisasikan organisasi WKRI kepada ibu-ibu melalui kring atau lingkungan.

Paroki Santo Paulus Pekanbaru memiliki 25 stasi belum termasuk Gereja Paroki atau lebih sering disebut wilayah pusat yang terdiri dari 19 kring, dan wilayah 1 terdiiri dari 6 stasi, wilayah 2 terdiri dari 6 stasi, Wilayah 3 terdiri dari 5 stasi, dan wilayah 4 terdiri dari 8 stasi. Walaupun begitu banyak stasi di wilayah Paroki santo Paulus tetapi tidak semua stasi memiliki organisasi WKRI yang merupakan ranting dari Cabang WKRI Labuh Baru. Organisasi WKRI cabang Labuh Baru memiliki 3 ranting yang berada di Stasi Kota Batak, Kota Baru dan Petapahan. Tetapi mengingat adanya pemekaran gereja di wilayah 4 yang akan menjadi Paroki, maka perlu adanya pembentukan ranting baru.

Ranting merupakan ujung tombak hadirnya Wanita Katolik RI di dalam masyarakat melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang ada di dalam masyarakat atau kehadiran Wanita Katolik secara pribadi dalam rukun tangga di RTnya. Seperti yang tercantum dalam Pasal 7 AD WKRI tahun 2013 di katakana “ Wanita Katolik RI sebagai wadah kesatuan gerak perempuan Katolik, bersifat social aktif, mandiri, dan dalam menjalankan kehidupan berorganisasi berpedoman pada prinsip Solidaritas-Subsidiaritas, berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Dalam penjelasan pasal-pasal Anggaran dasar pasal 7 nomor 5 tentang Ajaran Sosial Gereja (ASG) yang dimaksud adalah prinsip dasar gereja Katolik yang membimbing dan menggerakkan organisasi agar mampu menghadirkan diri di tengah masyarakat dan menyikapi realita kehidupan dalam berbagai bentuk karya social kemanusiaan.

Sadar akan tugas dan tanggungjawab tersebut sebagai Wanita Katolik RI dalam Gereja khusunya di paroki Santo Paulus mendorong ketua dan anggota untuk sesegera mungkin mensosialisasikan tentang pentingnya kiprah dan kehadiran WKRI baik di dalam gereja secara internal maupun di luar Gereja secara eksternal kepada masyarakat. Hal tersebut sangat baik dimulai melalui moment hari perayaan kemerdekaan RI 17 Agustus. Untuk mengumpulkan banyak ibu-ibu dari kring dilakukan kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh WKRI Cabang labuh Baru seperti kegiatan lomba tari Gemu fa mi re atau lebih dikenal dengan tarian Maumere.

Di Santo Paulus sendiri dilaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka merayakan hari kemerdekaan RI. Sungguh suatu applause untuk Pastor Paroki Santo Paulus yang walaupun bukan asli berkebangsaan Indonesia tetapi tetap semangat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh umat. Walau demikian tidak banyak umat yang berkenan hadir dalam perayaan pengibaran bendera di halaman Gereja Paroki tersebut. Hanya sebagian kecil umat yang hadir, namun tidak mengurangi nikmat kemerdekaan bagi umat yang hadir dalam upacara tersebut. Kita yang hadir juga

mengetahui bahwa dibanyak instansi-instasi pemerintah maupun swasta juga dilaksanakan upacara dan berbagai kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia.

Setelah upacara pengibaran bendera dilanjutkan dengan lomba tari Gemu fa mi re dimulai pukul 11.00 yang diikuti oleh 11 kring. Yang menjadi team jurinya adalah Pastor Klitus dagomes, Pr, Ibu Dewi Ratnawati, dan Bapak Karelata Kelang. Kreaativitas setiap kring dalam menampilkan tarian Maumere patut diacungi jempol karena semuanya punya kreasi sendiri. Demikian juga kostum yang dikenakan oleh semua peserta nampak indah dipandang mata karena menampilkan corak merah atau putih diselingi beberapa warna biru sehingga pendopo tempat kegiatan dilaksanakan tampak meriah. Setelah acara perlombaan selesai Para juri didaulat untuk mengajari semua peserta untuk belajar menari beberapa tarian yang diajarkan oleh Pastor Il panggilan akrap Pastor Klitus Dagomes. Sehingga bukan ibu-ibu saja yang ingin belajar tetapi bapak-bapak yang hadir juga ikut belajar termasuk Pastor Paroki Santo paulus.

Dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin olej Pastor Pancani, SX. dan Diakon Gordi, SX. Dalam Kotbahnya Pastor Pancani mencoba mengupas antara Spiritualitas Injil dan Spiritualitas Pancasila. Dalam Injil Yesus memiliki 3 keprihatinan yaitu Kesehatan manusia, kelaparan manusia dan relasi baik antar manusia dan ketiga hal tersebut sudah terkandung juga dalam Pancasila dan butir-butirnya. Maka Pancasila sudah di agungkan, diakui dan diterima oleh orang Katolik tanpa syarat. Dalam Kotbahnya Pastor menyampaikan kesimpulannya dari yang diambil dari Gaudium Espes no 75 tentang pembinaan kewarganegaraan dan politik yang dibuat oleh Pastor Prof. Dr. Magnis Suseno, SJ. “ Hendaknya diselenggarakan secara intensif pembinaan kewarganegaraan dan politik, yang sekarang ini perlu sekali bagi masyarakat dan terutama bagi generasi muda, supaya semua warga negawa mampu memainkan peranannya dalam hidup bernegara. Mereka yang cakap atau berbakat hendaknya menyiapkan diri untuk mencapai keahlian politik, yang sukar sekaligus amat luhur, dan berusaha mengamalkannya, tanpa memperhitungkan kepentingan pribadi atau keuntungan materiil.

Pengumuman pemenang lomba tari Maumere dilaksanakan pada malam hiburan yang diselenggarakan oleh OMK setelah perayaan Ekaristi. Dan yang menjadi pemenang adalah Juara I dari Kring Santo Guido, Juara II adalah Kring Santo Lukas, dan Juara III adalah Kring Santo Yosep.

Demikianlah kita semua dipanggil untuk kemerdekaan maka marilah kita mengabdi satu sama lain dalam cinta kasih. **

`ROSALAURA PURBA

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s