PERTEMUAN BIA SE RAWIL RIAU – 2017

Pertemuan Bina Iman Anak (BIA) yang diselenggarakan di Duri pada tanggal 3 s.d 5 Juli 2017 diikuti  oleh 11 Paroki yaitu : mulai dari Paroki termuda Taluk Kuantan, Paroki Air Molek, Paroki Kerinci, Paroki Perawang, Paroki Santo Paulus Labuh Baru, Paroki Santa Maria Fatima Pekanbaru, Paroki Pasir Pangarayan, Paroki Santo Yosef Duri yang menjadi tuan rumah, Paroki Dumai, Paroki Bagan Batu, dan Paroki Bagan siapi-api. Masing-masing paroki mengirimkan peserta dan Pembina kurang lebih 50 orang walaupun dari panitia memberikan kuota untuk peserta 50 orang dan pendamping 10 orang (tetapi semua paroki tidak ada yang memenuhi kuota tersebut).

Peserta dari Santo Paulus berangkat dari halaman gereja paroki pukul 10.30 WIB dengan menggunakan Bus Pariwisata. Sebelum berangkat peserta berdoa dan diberkati oleh Pastor Franco, SX. yang merupakan Partor Paroki Santo Paulus. Perjalanan tidak melalui Gelombang tetapi  melalui Kota batak, Kota Baru, dan Kota Bangun, sehingga peserta dari stasi tersebut tidak perlu datang ke Pekanbaru. Jumlah peserta dan pendamping dari Paroki Santo Paulus adalah 49 orang yang terdiri dari 38 BIA dan 11 Pembina.  Semua anak bersemangat sehingga selama perjalanan tidak ada yang mabuk. Rombongan tiba di Duri pukul 15.00 WIB, dan langsung mengadakan registrasi. Setelah mendapatkan pengarahan dari panitia peserta diantar menuju tempat penginapan yaitu di ruang kelas, perempuan di SD dan laki-laki di SMP. Barang-barang yang di bawa adalah tikar, air minum mineral dan air gallon hal tersebut untuk mencegah kekurangan minum jika persediaan kurang.

Setelah registrasi masih ada waktu untuk mandi dan lain hal sampai dengan acara dimulai pukul 18.00 WIB. Dalam penampilannya yang selalu menanrik dari peserta Paroki Santo Paulus adalah selendang (scrap) kecil berwarna kuning yang membuat mudah untuk mengenali baik Pembina maupun anak-anak dan selendang tersebut wajib selalu dipakai.

Setelah acara pembukaan dilakukan ditampilkan lomba Yel-yel. Peserta Santo Paulus mendapat undian nomor tujuh. Anak-anak menampilkan yel-yelnya dengan sangat semangat dan dapat memukau semua juri dan penonton.  Hal tersebut membuat Santo Paulus menjadi pemenang pertama. Selain yel-yel juga mendapat penghargaan nomor 1 atas kepedulian terhadap kebersihan disekitarnya.

Dalam tugas-tugas yang diserahkan kepada Santo Paulus selalu dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab seperti memimpin Ibadat Pagi dengan menyiapkan teks doa sebanyak 300 eks. Sehingga hampir semua peserta mendapatkan teksnya, tugas membawa persembahan dengan oleh anak yang memakai pakaian suster ada 2 orang pada saat misa Panggilan, petugas bacaan I, dan pembawa persembahan pada saat misa penutupan, dan memberikan kesan dan pesan. Tugas-tugas tersebut memberikan kesempatan berlatih untuk tampil kepada anak dan mereka semua semangat.

Adapun tema dari pertemua BIA serawil Riau adalah “Mari Bersaksi Menjadi Terang dan Garam Dunia”. Yang menjadi nara sumber dalam acara ini adalah Pastor Bernad Lee, Pr bersama teamnya dari Padang. Pastor Bernad merupakan Direktur dari Komisi Serikat Anak Misioner. Lagu-lagu yang diajarkan selama pertemuan membuat anak-anak bersemangat dan lupa kalau sudah capek.

Pada hari kedua diadakan aksi panggilan dengan cara para biarawan-biarawati dibagi kepada  masing-masing paroki. Santo Paulus mendapat Pastor Nicolaus, OFM. Cap., Sr. Elisabeth, OSF, dan Sr. Yulita, KYM. Pastor dan suster-suster menceritakan bagaimana mereka terpanggil, apa kesulitan-kesulitan saat pertama kali mau masuk biara, dan bagaimana mereka mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Cerita tersebut adalah hal yang menarik bagi anak-anak, juga ada session Tanya jawab. Setelah aksi panggilan perparoki dilanjutkan dengan aksi panggilan oleh Kongregasi KSFL dan FCJM. Kedua kongregasi tersebut berada di wilayah Paroki Santo Paulus. Selanjutnya ada misa Panggilan yang dilakukan secara konseleban  oleh semua pastor yang hadir.

Malam hari kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dan masing-masing paroki menunjukkan kebolehannya dalam pentas seni. Paroki yang tidak sempat tampil pada malam hari dilanjutkan pada hari ketiga. Selain pentas seni juga ada permainan lempar bola dan hulahop. Peserta permainan buka hanya anak-anak tetapi juga Pembina juga para biarawan dan biarawati semua dilibatkan dalam permainan tersebut. Setelah misa penutupan dan makan siang bersama dilanjutkan dengan acara sayonara. Rombongan dari Santo Paulus tiba kembali di paroki dengan selamat pukul 19.55 Wib.

~ Rosalaura P – KA SIE BIA BIR Paroki St Paulus

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s