Minggu Paskah 2017 di Stasi St Monika Menjuahjuah

CINTA KASIH ALLAH MENGALAHKAN MAUT

ALLELUYA

Anak-anak BIA sudah selesai mencari telusr Paskah dan semua sudah membawa bingkisan Paskah saat Pastor dan rombongan tiba di sana. Ketua stasi dan anak-anak datang menyalami Pastor dan rombongan, mereka tampak senang melihat kedatangan pastor dan juga teman-temannya. Anak-anak lumayan banyak di stasi ini, padahal stasi ini tergolong stasi kecil, tetapi pengurusnya tetap aktif dan semangat dalam pengembangan iman anak-anak dan juga orang dewasa.

Stasi ini berada di wilayah dua Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Pada umumnya kalau pastor mau pergi ke stasi ini selalu melalui jalan lintas Chevron. Kali ini untuk lewat jalan Chevron tidak terlalu sulit karena pastor ditemani oleh orang dalam tetapi biasanya juga tidak ada kesulitan karena pastor sudah mempunyai pass untuk masuk dan keluar kompleks Chevron.

Tentu ada beberapa hal yang menarik untuk umat Stasi Mejuah-juah dalam Paskah tahun ini, yaitu pertama mereka di kunjungi Pastor yang jubahnya warnanya coklat dan di belakangnya ada seperti topi. Wah menurut cerita topi itu dulu digunakan sebagai tempat menyimpan hasil minta-minta saudara-saudara dina (santo Fransiskus Asisi) wah cerita lebih lanjut dapat ditanya sendiri kepada pastornya ya…namanya Pastor Kornelius Sipayung, OFM. Cap.

Dalam kata pengantar perayaan Paskah pagi pastor berkata “ Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian, maut tidak mampu menahan Yesus, Dia telah bangkit. Allah juga mampu membangkitkan kita dari kubur-kubur kematian kita, yaitu dari kubur rasa benci, dari kubur-kubur kelemahan-kelemahan kita.

Dan dalam kotbahnya pastor menegaskan kembali bahwa baccan Injil yang diambil dari Yohanes 10 : 1-9 itu penuh dengan muatan symbol.

  1. Hari masih gelap : pada hari pertama pekan itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, ini bukan berarti bahwa hari masih gelap tetapi itu melambangkan suasana hati orang pada masa itu dimana mereka belum mengenal Yesus. Juga di masa sekarang jika hati kita tidak mengenal Yesus.
  2. Dalam bacaan Injil ini ada pergi kedua tokoh yang dapat kita cermati yaitu :
  3. Maria Magdalena : Pada hari pertama Minggu itu Maria Magdalena pergi ke kubur tujuannya adalah untuk meminyaki Yesus. Tetapi hal itu tidak terjadi karena ketika Maria Magdalena masih jauh dia melihat bahwa batu penutup kubur sudah tidak adalagi. Dan tanpa menyelidiki lebih dalam dia langsung pulang untuk mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain dan berkata kepada mereka bahwa “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tau dimana Dia diletakkan”. Maria Magdalena belum melihat secara detail apa yang sebenarnya terjadi tetapi dia sudah dapat mewartakan bahwa Yesus telah diambil orang. Dia membuat kesimpulan sendiri terhadap apa yang belum diketahuinya dengan pasti. Padahal Yesus tidak pernah mengatakan demikian, Yesus mengatakan:”Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli taurat, lalu di bunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga”. Jadi Yesus tidak ada mengatakan bahwa Ia akan dicuri orang, tetapi wanita itu mengatakan bahkan mewartakan bahwa Ia telah diambil orang. Pastor Kornel mengatakan dalam Injil ini tampak wanita seperti didiskriminasikan, hal ini karena penulis injil adalah penganut paternalistic. Tetapi apakah perilaku dan peripikir Maria Magdalena itu hanya merupakan perilaku wanita??? Tentu tidak laki-laki juga bisa berperilaku dan peripikir demikian.
  4. Kita masuk pada tokoh kedua Petrus dan Yohanes : Yohanes berlari lebih cepat dari Petrus karena yohanes lebih muda dari Petrus tetapi Yohanes juga tidak masuk ke dalam kubur. Waktu Petrus mendengar berita dari Maria Magdalena, Ia tidak langsung menceritakan kepada yang lain. Tetapi Petrus memilih untuk menyelidiki dulu secara lebih dalam Petrus menyusul kemudian dan masuk ke dalam kubur itu, dia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi terlipat tersendiri di tempat lain. Jika kita pikir apakah kalau pencuri akan menysun kain-kain yang dipakai oleh Yesus secara teratur? Tentu pencuri tidak mempedulikan itu. Tetapi karena Yesus bangkit maka Ia dapat melakukan hal itu sendiri dengan baik untuk menunjukkan keteraturan, kerapian. Petrus berani masuk ke dalam (duk Il Altum)untuk setiap pesona yang lebih dalam. Dapat mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Jadi Paskah adalah pembaharuan diri kita dari kekurngan kita dalam keluarga, kita tidak begitu mengenal semua anggota keluarga. Kita tidak hanya tidak mengatakan apa yang dilihat, tetapi juga tidak mengatakan apa yang dikatakan, karena apa yang dilihat juga apa yang dikatakan belum tentu dapat mewakili secara sungguh. Karena tidak semua apa yang dirasakan dapat dikatakan. Kita perlu bertanya lebih dalam dari apa yang dimaksud dari apa yang kita lihat dan apa yang dikatakan??? Karena dapat saja seperti bayi : semua yang dirasakannya hanya dapat diungkapkannya dengan menagis, dia haus menangis, dia lapar menangis, dia pup menangis, dia kecing juga menangis, kedinginan menangis, kepanasan menangis.

Paskah yahudi adalah Allah bertindak membebaskan umat Israel dari pembuangan di tanah Mesir. Paskah Kristus adalah Allah membebaskan manusia dari belenggu dosa. Paskah Petrus adalah Allah bertindak untuk meyakinkan Petrus bahwa Allah bangkit. Paskah Petrus adalah memaafkan, atas penghianatannya kepada Yesus karena dia sudah tiga kali menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok. Tetapi ketika petrus menyadari kesalahannya ia melihat belaskasihan dan pengampunan Allah yang amat besar. Sebenarnya kesalahan Yesus dan Yudas sama (mereka sama-sama menghianati) Sedangkan Yudas sebenarnya tidak ada maksud untuk menghianati Yesus, dia hanya melakukanpercobaan, Ia tidak menyangka kalau Yesus tidak akan membuat muzizat. Dia tau Yesus itu hebat, maka ia percaya bahwa Yesus dapat membebaskan diri, tetapi itu tidak Yesus lakukan, Yesus memilih menjalani jalan salibNYA. Setelah Yudas mengetahui bahwa Yesus dijatuhi hukuman mati ia menyesal, tetapi dia tidak mampu melihat belaskasihan Allah maka ia menggantung diri.

Setelah Yesus bangkit Ia pergi mengunjungi orang yang telah menyangkal DIA dan berkata kepada mereka “ Damai sertamu” kata-kata itu setiap kali dalam ekaristi diucapkan. Dengan penuh canda pastor yang dalam kotbahnya banyak menggunakan bahasa Karo Pastor Kornelius menanyakan “apakah di sini ada pengikut Kristus??? Dimana orang lain yang bersalah tetapi saya yang bertobat atau berubah dan berkata kepada mereka yang berbuat salah “damai sertamu” Itulah Paskah Kristus. PASKAH***

~ Rosalaura Purba

Foo tersedia di Facebook Paroki Santo Paulus

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s