Jumat Agung 2017 di Stasi St Thomas Petapahan

Jumat Agung di Stasi St Thomas Petapahan, dipersembahkan oleh Pastor Otello Pancani, SX. Ibadat dimulai pukul 15.30, lebih lambat dari jadwal, karena Pastor berkenan memberi pengarahan pada para petugas karena Ibadat Jumat Agung ini hanya dilaksanakan setahun sekali, dan tata caranya berdeda dari ibadat-ibadat lainnya. Petugas cepat tanggap menerima pengarahan pastor, dan ibadat Jumat Agung di stasi Petapahan dapat berjalan baik, tenang dan bermakna.

Pada penciuman Salib, satu per satu umat menaburkan bunga di salib selayaknya menghadiri pemakaman. Tabur bunga lekat dengan budaya Jawa dalam menghormati orang yang meninggal. Gereja memberi keleluasan kepada masing-masing Gereja lokal sesuai dengan cara-cara penghormatannya (penyembahan) yang pantas dan layak, dengan tidak menghilangkan maknanya, yaitu ungkapan iman, kasih dan pengharapan. Tabur bunga ditujukan untuk Yesus, namun dengan pengharapan bahwa kehidupan dan semangat baru akan timbul setelah peristiwa yang menyedihkan. Kematian Yesus justru menimbulkan kehidupan baru. Sebagaimana Yesus mau total menjadi berkat bagi manusia, demikian pula manusia harus menjadi berkat bagi sesama.

Sesuai Ibadat, Pastor menyempatkan diri mengunjungi Ibu Yovita, yang sudah beberapa saat sakit. Bersama-sama keluarga pastor berdoa untuk kebaikan Ibu Yovita, dan memberikan hosti.

Rombongan bersama umat menikmati makan sore manjelang malam di rumah keluarga Bapak Santoso dengan suasana penuh kekeluargaan.

Foto-foto di Facebook Santo Paulus

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s