Kamis Putih 2017 di Stasi St Yohanes Kota Batak

Hari sudah menjelang malam saat rombongan Pastor Yulius Bandoso Tangke, SX. pergi menuju Kota Batak. Maka dalam perjalanan rombongan dapat menikmati pemandangan yang indah di langin saat matahari ingin meninggalkan siang dan masuk kepada malam dalam peraduannya. Walaupun setiap hari dalam dua puluh empat jam peristiwa itu terjadi, tetapi untuk menikmati seperti yang rombongan rasakan pada sore itu tidak selalu dapat dilakukan.

Baru beberapa umat yang datang saat rombongan tiba. Pastor langsung berdiskusi dengan beberapa petugas yang akan terlibat dalam perayaan Kamis Putih. Sambil menunggu di pelataran gereja kami menyalami umat yang datang. Pada umumnya mereka memakai pakaian putih sesuai dengan tema perayaan malam itu “ Misa Kamis Putih” selain umat berpakaian putih tampak di sekitar altar juga nuansa putih, bunga berwarna putih mereka pesan dari Pematang Siantar, penutup altar, penutup patung membuat suasana semakin suci dan kudus.

Misa dimulai dengan perarakan dari sakristi yang ada di bagian depan gereja bersama umat yang sudah ditunjuk untuk menjadi rasul juga misdinar. Sambil diiringi lagu pembukaan yang dipimpin oleh dirigen. Dengan suara lantang dan penuh memohon belaskasihan Tuhan Pastor Lius (begitu biasanya disama) menjadi solis dalam lagu ordinarium “Tuhan Kasihanilah kami”.

Dalam Refren Mazmur antar bacaan makna dari perayaan Kamis Putih di ungkappan secara jelas “ Inilah tubuh-KU yang diserahkan bagimu, inilah darah-KU yang ditumpahkan bagimu, lakukanlah ini akan peringatan kepada-KU’. Dalam kotbah Pastor Yulius membacakan satu alinea surat gembala uskup, untuk mengingatkan umat kembali tentang Kasih Tuhan. Kasih Tuhan itu semakin nyata dalam diri Yesus Kristus. Kasih itu tampak dalam pelayanan, Yesus membasuh kaki murid-muridnya agar menjadi teladan bagi kita Dia berkata “ lakukan lah ini sebagai peringatan kepada-KU” agar kita juga saling membasuh satu sama lain, saling melayani satu sama lain karena “Aku juga sudah menjadi teladan kepada kamu supaya kamu perbuat”. Daam bacaan ke dua yang diambil dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 11:23-26, dikatakan “kasih Tuhan itu sampai menyerahkan dirinya sebagai makanan dan minuman dan itulah makna dari Ekaristi yang setiap kali kita rayakan.

Dalam kotbahnya Pastor Yuliaus mengatakan “ Perayaan Ekaristi yang seharusnya setiap hari kita rayakan, tetapi di Kota Batak hal itu tidak dapat dilakukan karena jumlah imam yang terbatas atau kurang. Pada hari Kamis putih merupakan penetapan Ekaristi, penetapan imamat”. Dalam kotbahnya yang singkat pastor secara eksplisit mengungkapan bahwa kerinduan umat tidak lama lagi akan terjawab dengan Kota Batak menjadi Paroki.

Setelah Kotbah dilanjutkan dengan ritual pembasuhan kaki. Misdinar mengangkat kursi yang telah disiapkan ke depan altar dan umat yang berperan sebagai rasul menduduki kursi-kursi tersebut. Pastor mulai membasuh kaki murid-murid satu persatu lalu mencium kaki mereka. Namun dalam perayaan ini pastor hanya sampai pada murid ke enam saja. Dan selanjutnya setiap murid yang telah dibasuh wajib juga membasuh satu murid lainnya secara berturut-turut seperti yang telah diteladankan pastor tadi. Sungguh hal tersebut merupakan suatu anugrah yang luar biasa sebagai keteladanan kerendahan hati. (tentu bukan hal yang mudah bagi umat untuk saling membasuh dan mencium kaki sesamanya) tetapi peristiwa yang tidak disangka ini terjadi di kota batak. Setelah selesai pastor memberikan salam kepada semua rasul tadi dan kembali ke tempat.

Pada akhir Ekaristi dilakukan perarakan Sakramen Maha Kudus dan dilanjutkan dengan tuguran sampai jam koson-kosong. Yang dimulai dari Kring Santa Veronica, Kring Santo Alfonsius, Kring Santa Clara, Kring Santo Laurensius, Kring Santo Fransiskus Xaverius, dan Kring Fransiskus Asisi.

~Rosalaura Purba

Foto-foto by Fika Angela Silaban di Facebook Paroki Santo Paulus Pekanbaru

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s