Minggu Palma 2017 di Paroki Santo Paulus

Minggu 9 April 2017

Di samping sekretariat Paroki, berkumpul ratusan umat mendengarkan pengarahan sebelum melakukan drama perarakan Yesus menuju Yerusalem.Perarakan dimulai dari samping sekretariat, melalui Gg Pribadi, keluar ke jalan Soekarno Hatta dan masuk melalui gerbang Paroki, menuju Gereja, dimulai dengan 5 putra Altar pembawa salib, lilin dan dupa; Pastor, 8 putra putri Altar, petugas Passio, petugas bacaan dan pemazmur, diikuti 13 Petugas Pembantu Pembagi Komuni, Suster dan umat, sambil melambaikan palma dan menyanyikan lagu.

Dalam kotbah sebelum perarakan Pastor Franco Qualizza, SX mengatakan mengatakan bahwa Minggu Palma merupakan awal dari Minggu Suci dan Tri hari Paskah. Dalam perarakan-Nya itu Yesus  tidak menunggang kuda atau kereta perang  yang merupakan lambang kekuasaan bagi pembesar-pembesar dunia. Tetapi Yesus menunggang keledai yang lemah, yang tenaganya dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sebagai lambang bahwa Dialah yang menanggung dosa-dosa kita, Dialah pelayan bagi kita. Dia melayani kita agar kita dapat masuk dalam kemuliaanNYA, kita sanggub mengikuti teladanNYA, Cinta KasihNYA, dengan saling menggung beban satu sama lain, ada teladan persaudaraan.Sesampai di dalam gereja terdengar alunan lagu perarakan Yerusalem, Lihatlah Rajamu yang dibawakan oleh koor dari Kring Santo Fransiskus Xaverius. Dalam sekejap saja gereja yang besar itu sudah penuh sampai ke lantai dua.

Dalam perayaan ini semua petugasnya adalah petugas khusus, seperti tatalaksana dari Kring Santo Gabriel, demikian juga petugas lector, patio,  mazmur dan doa umat. Untuk petugas pasio ada lima orang ditambah Pastor Franco untuk membacakan dialog Yesus.

Hari Paskah tidak dapat dilepas dari Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Kristus. Pada hari Minggu Palma Yesus dielu-elukan oleh seluruh umat bangsa Israel, tetapi dalam waktu yang tidak begitu lama, Dia juga dijatuhkan bahkan sampai serendah-rendahnya. Mengapa manusia mengalami perubahan yang drastic. Memang hati manusia bagaikan misteri.Liturgi pada Minggu Palma mengundang kita untuk merenungkan sengsara dan wafat Yesus. Karena manusia diciptakan bebas maka manusia dapat berubah.

Di Yerusalem banyak orang Farisi yang mengikuti studi Kitab Suci, tetapi mereka juga menyalibkan Yesus. Beliau (Pastor Franco) menegaskan agar kita  jangan mengikuti orang Farisi itu. Betapa penting agar kita tidak jatuh dalam kesalahan orang Farisi itu, dengan cara : kalau kita menghormati pendapat sesama, tidak terdorong untuk ikut memaki orang lain, apalagi kalau sampai merendahkan sesama.Kita melihat Pilatus, dia tau kalau Yesus tidak bersalah, tetapi dia tidak mampu menyuarakan kebenaran, padahal dia juga sudah diperingatkan oleh istrinya “ agar tidak terlibat dengan darah orang suci itu” tetapi ia ingin mengamankan jabatannya, dengan mencoba mengambil hati rakyat dengan menawarkan “siapa yang akan dilepaskan Barabas atau Yesus” walaupun dia tau kalau Yesus diserahkan kepadanya karena iri hati.

Dewasa ini banyak juga pemimpin-pemimpin dunia ini berperilaku seperti Pilatus. Mereka menggunakan harta orang lain untuk dikurbankan dan melakukan kejahatan untuk mengamankan posisi atau jabatan.Perlu juga kita menyoroti sikap dari Yudas Iskariot, karena harapanya tidak terpenuhi, maka ia rela menjual Yesus kepada imam-imam kepala dan orang Farisi. Sebenarnya dia tidak mempunyai alasan untuk menghianati Yesus, tetapi dia rela melakukannya.  Mereka itu adalah orang yang mampu melakukan aborsi, atau orang lain yang lebih mementingkan harta atau posisi dan jabatan. Demikian juga para serdadu, mereka hanya melaksanakan perintah atasan.Disamping semua peran yang di atas masih ada peran orang banyak yang mempunyai emosi  berteriak-teriak untuk Yesus padahal sebelumnya mereka mengelu-elukan yesus.

Kita juga dapat melakukan seperti itu, baru saja memuji-muji  seseorang, tapi karena adanya hasutan, adanya demo bayaran,  dari orang lain dalam sekejap kita dapat memaki-maki orang. Adanya pengeroyokan, kekerasan  massal. Dan walaupun sudah berbuat demikian mereka tidak merasah bersalah. Mereka membela diri dengan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama dan tidak ada masalah. Kita sekarang sudah memasuki Minggu suci, penting bagi kita untuk bersyukur kalau kita sungguh menjadi sahabat-sahabat Yesus. Dan selalu berusaha untuk melakukan pertobatan.

~ Rosalaura P

Foto by Fika dan Rosalaura di Facebook Paroki Santo Paulus

This slideshow requires JavaScript.

 

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s