APAKAH KERAHIMAN ILAHI SUDAH HADIR DALAM KELUARGA?

Dalam pertemuan dengan DPP, Bapa Uskup mempertanyakan kepada para pengurus, tentang apakah keluarga-keluarga yang ada di Paroki ini sudah benar-benar merasakan hadirnya Kerahiman Ilahi?

Keluarga

Keluarga adalah awal dimana cinta kasih dan akar pribadi seseorang dibentuk. Bukan hanya dilihat dari susunan ayah, ibu dan anak saja tapi juga tumbuh kembang fisik, psikis, sosial dan spiritual, yang paling menentukan keberhasilan anak adalah lingkungan keluarga. Keberhasilan anak tentu dipengaruhi langsung oleh orangtua. Dimana, konsep orangtua yang baik disini dapat dilihat sebagai suami istri yang berperan sebagai partner hidup, idealnya memang suami istri harus hidup saling membutuhkan, saling membantu, dan saling mengerti.

Fakta Yang Terjadi Dalam Keluarga Saat Ini

Masa sekarang, kasus perceraian sudah menjadi “tren” di kalangan keluarga muda. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali perceraian terjadi. Beberapa pasangan muda  hanya mampu mempertahankan hubungan kurang dari 5 tahun. Banyak faktor mengapa hal tersebut bisa terjadi. Bisa karena perselingkuhan, kererasan dalam rumah tangga, suami atau istri yang kawin lagi, dan faktor finansial.

Yang Seharusnya Dilakukan Dalam Menghadapi Permasalahan Keluarga

 “Ketika pasanganmu jauh lebih buruk dari sebelumnya, jangan hanya mendoakan dia. Tetapi doakan juga hatimu agar bisa menerima dia dengan lebih ikhlas, mintalah supaya hatimu untuk lebih dilembutkan”. Memang tidak mudah, mengingat keburukan pasangan akan melukai perasaan kita dan setiap orang wajar melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri, tapi yakin dan percaya Tuhan pasti berperan untuk mengubah segalanya. Meski harus berusaha keras untuk menyingkirkan ego, tapi “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu”. (Amsal 3:5-6)

Mengapa Allah Mengijinkan Hal Hal Buruk Terjadi Dalam Keluarga Kita.

Allah itu Maha Tahu, kita tidak dapat memahami jalan pikiran Allah. Masih ingat dengan kisah di Kitab Ayub? Dimana Allah sungguh mengijinkan Iblis melakukan apa saja terjadi pada Ayub. Lalu bagaimana reaksi Ayub? “Lihatlah, walaupun Ia hendak membunuh aku, aku hendak berharap kepadanya (Ayub 13:15) “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan (Ayub 1:21). Ayub tidak memahami mengapa Allah mengijinkan semua kebahagiaaan yang dia rasakan harus diambil begitu saja. Namun dia tahu bahwa Allah itu baik dan karena itu dia tetap percaya kepadaNya. Sikap Ayub itulah yang  menjadi teladan bagi kita.

Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah Adalah Wadah Keluarga

Kekurangan kita bukanlah iman, melainkan waktu. Kita kurang waktu bercengkrama dengan Pencipta kita. Keterbatasan kita hanya dapat didobrak melalui pengenalan akan kehendak Allah yang tersembunyi. Berdoa, berbicara dengan Allah melalui waktu suci, akan dapat membuat kita mengenali suara suci itu dalam hati nurani kita. Jika keluarga-keluarga berkenan didampingi oleh Allah secara pribadi. Dan mereka menyediakan diri untuk dihibur oleh Allah dalam setiap permasalahan.

family-730320-774x547

Gambar dari Internet

Mari menyerahkan seluruh keluarga kita kepada Allah, jangan biarkan iman kita tak tentu arahnya. Berikan waktu kita sejenak untuk Tuhan. Ikutlah Ekaristi dengan sungguh hati dan gembira, ajaklah seluruh keluarga mengalami Allah yang datang. Semoga dunia menjadi lebih baik mulai dari diri kita dan orang-orang yang kita kasihi dalam keluarga.

Pr dan Kj

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s