Temu Ramah DPP dengan Bapa Uskup

Rabu, 14 Sept 2016, acara terakhir Gembala Keukupan Padang, Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap, dalam rangkaian kunjungan Pastoral beliau ke Paroki Santo Paulus tahun 2016 adalah temu ramah dengan pengurus DPP. ACara diadakan di Gedung Fasilitas Paroki, tepat setelah Perayaan Misa Pesta Salib Suci.

Acara dibuka dengan doa pembukaan, sekaligus doa syukur atas hidangan makan malam. Pertemuan santai dan kekeluargaan ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPP, pengurus WIlayah Pusat, beberapa pengurus Stasi, Koordinator Wilayah dan pengurus kring, Pastor dan Suster.

Memasuki acara temua ramah, Bapak Yohanes Sutrisno sebagai Wakil Ketua I DPP menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapa Uskup atas kunjungan ke Paroki ST Paulus, atas pelayanan, dan berharap atas stamina Bapa Uskup agar tetap kuat.

Bapa Uskup menyampaikan beberapa hal, yaitu tentang Tahun Kerahiman Ilahi. Beliau mengharapkan agar DPP benar-benar berusaha untuk “menyentuh” umat, mencari tahu apakah dalam keluarga / komunitas-komunitas masih ada yang belum “tersentuh’ oleh Kerahiman Ilahi. Hal lain yang disampaikan Bapa Uskup adalah tentang persekutuan, yang mana merupakan progam yang diusung Keuskupan Padang di tahun 2016 ini. Perskutuan kadang membuat seseorang atau kelompok tertentu merasa didiskriminasikan. Hal itu tidak sesuai dengan Gereja Katolik. Maka bagaimana cara agar persekutuan itu menjadi hal yang mempersatukan. Bapa Uskup juga menyinggung soal Materialistis. Terkadang orang memisahkan kehidupan sehari-hari dengan kehidupan menggereja. Senin sampai Sabtu mengejar material, dan Minggu bermental Katolik. Seyogyanya keseharian tetap bermoralkan Katolik, dimanapun dan kapanpun, membawa iman kita dalam keseharian. OMK juga menjadi topik yang disampaikan Bapa Uskup sehubungan dengan pertanyaan dari Ketua Seksi Kepemudaan. Agar diupayakan bagaimana OMK dapat memperkaya diri dengan iman, kemampuan, ketahanan, pengarahan-pengarahan yang membentuk OMK menjadi masa depan Gereja yang tangguh, selain mahir juga dalam kegiatan yang berbau-bau seni. Hal lain yang disampaikan Bapa Uskup adalah tentang DPP sendiri, bahwa DPP, selain pelayan (bukan pejabat perusahaan) juga merupakan pendoa. Tidak dipungkiri bahwa Katolik merupakan organisasi (teroganisir – red), namun yang membedakan dengan perusahaan / organisasi adalah DPP – yang merupakan pelayan, juga mendoakan umat-umat yang dinaunginya, agar memperolah kehidupan sejati seperti yang dicita-citakan Kristus sendiri. Hal terakhir yang disampaikan Bapa Uskup adalah tentang liturgi. Diharapkan agar liturgi jangan menggelisahkan (seperti tarian, koor yang terlalu banyak, “show up” kemampuan, dan lain-lain). Agar segala tugas yang diterima dilaksanakan dengan ujud sebagai persembahan diri, persembahan hati, maka tampilan yang keluar akan memukau, dan dapat diserap umat.

Acara ditutup dengan satu bait lagu “melayani”, disusul doa yang dipimpin oleh Bapa Uskup sendiri, dan berkat dari beliau. Hadirinpun satu-persatu menyalami Bapa Uskup dan memohon berkat dari beliau. Sebelumnya, Bapak Y Sutrisno menyampaikan selamat jalan dan semoga sampai ke tujuan dengan selamat bagi Bapa Uskup yang akan langsung bertolak ke Padang.

Terimakasih dari hati yang paling dalam kepada Bapa Uskup atas segala pengarahan, pelayanan, dan Kunjungan.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s