Hari Raya SP Maria Diangkat Ke Surga (14 Agustus 2016)

Hari Raya SP Maria Diangkat Ke Surga (14 Agustus 2016)
Why 11:19a;12:1,3-6a; 1Kor 15:20-26;
Luk 1:39-56

BACAAN PERTAMA hari ini berbicara tentang tanda besar di langit. Sesuai dengan kebiasaan tulisan pada masa itu, tanda-tanda menunjukkan karya Allah yang harus dibaca dalam terang iman. Dilukiskan tentang seorang perempuan yang demikian mulia dan cemerlang karena matahari menjadi selubung, bulan menjadi tumpuan kaki, dan dua belas bintang menjadi mah­kotanya. Perempuan ini menjadi gam­baran Israel lama yang melahirkan Yesus Kristus, tetapi juga Israel baru yang menjadi Tubuh Kristus yang hidup. Kedua bangsa itu bergumul melawan kekuatan dan kekuasaan jahat yang dilambangkan dalam diri seekor naga. Anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan itu dimaksudkan adalah Sang Terurapi yang akan mengalahkan kekuatan dan kekuasa­an jahat.

Pesan yang mau disampaikan dalam perayaan Bunda Maria diangkat ke Surga hari ini adalah tanda agung karya Allah bagi manusia yang percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya. Bunda yang kini diangkat ke surga, bukan hanya seorang ibu yang menikmati kemuliaan itu untuk dirinya, melainkan menjadi tanda cara Allah berkarya dan masih akan berkarya bagi manusia. Bunda Maria yang diangkat ke surga menjadi model bagi semua yang percaya kepada Yesus Kristus Anaknya. Orang yang percaya, berjuang seperti Bunda Maria, juga akan mendapatkan kemuliaan seperti yang dilukiskan di atas.

Bacaan kedua hari ini membi­carakan tentang kebangkitan. Pertama adalah kebangkitan Yesus Kristus dan maknanya bagi orang beriman, pewar­taan iman Kristen, dan juga bagi kehidupan orang Kristen itu sendiri. Kebangkitan Yesus Kristus merupakan awal zaman baru, yakni zaman peme­rintahan Allah yang penuh. Zaman ini merupakan zaman penting karena dengan kehadiran pemerintahan Allah tersebut manusia langkah demi langkah dibebaskan dari pelbagai macam penyimpangan yang mengancam jati dirinya. Kini kekuatan maut dikalahkan secara penuh. Maka setiap orang yang hidup bersama Kristus atau hidup dalam Kristus juga akan merasakan kehadiran pemerintahan Allah dan kekuatan-Nya. Kekuatan dan kekuasaaan Allah itulah yang menjadi kekuatan pembangunan yang memung­kinkan manusia menjadi ciptaan baru.

Pesan yang hendak disampaikan ialah bahwa kehidupan jemaat berlang­sung dalam satu ketegangan, karena kekuatan Allah itu sudah menjadi kenyataan, tetapi juga belum sampai pada kepenuhannya. Bunda Maria yang diangkat ke surga tentu sudah sampai pada kepenuhan itu. Ia menjadi model bagi perjuangan orang beriman kini, yang masih harus mengisi iman dengan perjuangan.

Maria sebagai ibu penebus, menjadi lambang kehadiran Allah dalam kehidupan jemaat beriman, bagai Tabut Perjanjian. Kehadiran Tabut itu mem­berikan sukacita besar, demikian juga Bunda Maria yang mengandung Anak-Nya berkat ke­kuat­an Roh Ku­dus. Kegem­biraan itu tidak hanya dirasakan Bunda Maria, tetapi juga diwar­takan kepada sau­darinya Elisa­beth. Maria bah­kan tinggal di rumah sauda­rinya dan menu­larkan kegem­biraan tersebut. Kehadiran Bunda Maria sebagai Tabut Allah yang baru, akhirnya juga menyebabkan Elisabeth mera­sakan kegem­biraan be­sar itu. Seperti halnya raja Daud me­lampiaskan ke­gembiraannya di depan Tabut Per­janjian. Kata-kata Eli­sabeth mencer­minkan kata-kata yang diucapkan Daud di depan tabut Perjanjian tersebut.

Bagi Bunda Maria sendiri, peristiwa itu me­ru­pakan alasan untuk bersyukur atas segala perbuatan Allah. Allah memper­hati­kan hambanya yang setia. Pujian Maria sesungguhnya merupakan pujian atas karya besar Allah yang terlaksana dalam sejarah kehidupan manusia, dan yang sepantasnya memang dikagumi. Kalau Bunda Maria yang kini diangkat ke surga dilukiskan dengan lukisan dari Perjanjian Lama, maka yang hendak diperhatikan ialah bagaiamana Allah setia pada janji-Nya dalam sabda maupun dalam karya-Nya. Bunda Maria yang kini diangkat ke surga menjadi semacam jaminan bagi semua orang beriman yang berjuang dalam naungan ibu itu, bahwa Allah juga tetap setia pada janji yang telah diucapkan bagi mereka.

Pengangkatan Bunda Maria menjadi semacam arah atau orientasi bagi semua jemaat beriman agar bersama Bunda Maria berjuang melaksanakan karya penyelamatan Allah sehingga Allah memenuhi janji-Nya dalam kehidupan bersama.***

Sumber: Keukupan Padang

salv

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s