Kaul pertama 7 novis Xaverian

Sabtu, 2 Juli 2016 merupakan momen yang sangat suci nan indah bagi tujuh frater Novis Serikat Xaverian di Novisiat Xaverian Bintaro. Di saat itulah mereka mengikrarkan kaul pertama mereka dihadapan Tuhan, Provinsial, para Xaverian dan umat-umat yang turut hadir.

Ketujuh Frater yang mengikrarkan kaul pertamanya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Mereka berasal dari Manggarai NTT, Balige, Bali, hingga Atambua. Yang berasal dari Manggarai adalah Fr. Ardin, Fr. Jony, Fr. Arnold, dan Fr. Azist. Sedangkan Fr. Wandy berasal dari Balige SUMUT , Fr. Rian dari Atambua, dan Fr. Agung dari Bali.

Kiri-kanan: Fr.Ardin, Fr.Joni, Fr,Wandy, Fr.Rian, Fr.Agung, Fr.Arnold, Fr.Azist (Kredit Foto: Frater Xaverian)

Kiri-kanan: Fr.Ardin, Fr.Joni, Fr,Wandy, Fr.Rian, Fr.Agung, Fr.Arnold, Fr.Azist (Kredit Foto: Frater Xaverian)

Ketujuh Frater ini mengambil sebuah motto kaul yang berbunyi, “arahkanlah pandanganmu pada Kristus. Sebuah motto yang akan selalu mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada perutusannya dan juga fokus pada Sang Pengutus, Yesus Kristus. “Kami berharap bahwa kami dapat tetap setia dan tidak kehilangan fokus saat menjalani panggilan kami di tahap selanjutnya”, ungkap Fr.Wandi saat mewakili teman-temannya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan semua yang telah mendukung mereka.

P.Anton saat homili (Kredit Foto: Frater Xaverian)

P.Anton saat homili (Kredit Foto: Frater Xaverian)

P.Antonius Wahyudianto selaku pimpinan Provinsial Serikat Misionaris Xaverian Indonesia menjadi konselebran utama pada misa pengikraran kaul ketujuh frater novis ini. Beliau dalam homilinya berpesan agar para novis yang baru saja mengikrarkan kaul untuk punya semangat Rasul Paulus yang merasa celaka apabila tidak mewartakan Injil. “Seperti Rasul Paulus kita (misionaris Xaverian) mesti lebih memilih mati daripada tidak mewartakan Injil,” tegasnya. “Dalam mewartakan injil para misionaris harus menunjukkan suatu wajah sukacita karena yang kita kabarkan tidak lain adalah kabar sukacita”,tambahnya. Ia mengibaratkan seperti sebuah biola yang dimainkan dengan indah dan syahdu, Kristus yang kita wartakan haruslah dapat terdengar serta dirasakan oleh semua orang dengan indah dan penuh sukacita.

Repost dari Blognya Frater Xaverian

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s