Biografi Pastor Frans Halim, Pr (1947-2016)

IMG-20160608-WA0000

Ps. Frans Halim lahir di Padang 1 Oktober 1947. Beliau anak ke empat dari pasangan suami-istri bapak alm. Hendricus Liem Keng Soei(Halim Kusuma yang biasa dikenal fengan nama Meneer Liem) dan ibu almh. Katharina Tjoa Kim Lian Nio(Rina Fatima).

  • Ps. Frans Halim bersekolah di SD RK II St. Fransiskus Padang sampai kelas 4 SD.
  • Di kelas empat inilah orang tua pastor mengirim pastor masuk Seminari, atas keinginan sendiri.
  • Saat SMP pastor dikirim ke Seminari di Tjitjurug. Tamat SMA selama satu tahun mengikuti persiapan kuliah filsafat dan dua tahun kuliah filsafat di Tjitjurug.
  • Setelah itu beliau dikirim untuk kuliah S1 Teologi di Collegio Brignole Sale Negroni Genoa (filial Universitas Urbaniana) pada tahun 1968-1972
  • Setelah menyelesaikan kuliah S1nya, kembali ke Padang.
  • 12 Agustus 1972 beliau mengucapkan kaulnya dan ditahbiskan menjadi pastor.
  • Pastor Frans Halim adalah anak negeri pertama yang menjadi pastor di Keuskupan Padang.
  • Setelah ditahbiskan menjadi pastor, pastor Frans bertugas di Paroki Katedral Padang, mengurus Suara Paroki dan Siaran Mimbar Katolik di RRI dan menggantikan Frater Servas dalam perannya di Radio Dirgan Bravo. Selain itu beliau mengajar agama di sekolah- sekolah.
  • Pada suatu hari ps. Laurenzi meminta ps. Frans untuk memikirkan kerasulan bagi remaja.
  • Untuk menjawab permintaan pastor Laurenzi yang sebagai kepala Paroki saat itu, pastor berkata:
  1. Saya renungkan nilai-nilai yang saya terima dari keluarga.
  2. Pengalaman 9 tahun dididik oleh pastor-pastor Fransiskan.
  3. Dari dua buku yang pernah saya baca, yakni buku tentang Don Bosco dan Baden Powell.
  • Inilah yang menjadi inspirasi bagi saya untuk mendirikan Oratorium dan Pencinta Alam, jelas pastor Frans.
  • Tanpa banyak rapat, pastor Frans meminta Frater Adre de Veer untuk menolongnya mewujudkan rencana ini. Frater Andre bersedia membantu.
  • 1973 pastor Frans Halim mendirikan Oratorium Sukma Indah. Dimana anak SMP kelas 2 dapat mendaftarkan diri.
  • Disana mereka datang 3 kali seminggu dari jam 15.00-18.00 untuk belajar pelajaran sekolah yang disediakan guru-guru pembimbing, relawan guru2, murid2 SMA dan juga mahasiswa2 dimana mereka semua aktifis gereja: anggota Legio Maria dan PMKRI.
  • Selesai belajar 1,5 jam setiap anggota boleh memilih kegiatannya masing-masing: lanjut belajar, main pimpong, main sepak bola, belajar main gitar, arkordeon, juga mengawetkan kupu2, kalajengking, buat Herbarium dlsbnya.
  • 1974 Pastor Frans bersama  Frater Andre de Veer mendirikan Pencinta Alam. Berkumpul setiap hari Minggu jam 9.00-12.00 dengan kegiatan: Upacara Bendera, latihan Baris Berbaris, Morse, Semaphore, Tali Temali, Menyanyi yang diajarkan oleh frater Andre. Kegiatan menjelajah, naik sepeda, Camping setiap liburan panjang. Dalam kegiatan ini ps. Santandrea alm., ps. Franco, ps. Abis, sr. Rosalina ikut membantu.
  • 1977 Pastor Frans diberi kesempatan melanjutkan kuliah S2nya di Italy.
  • 1979 Pastor Frans harus kembali ke Padang karena ayah beliau meninggal dunia dan tidak tega meninggalkan ibunda beliau yang kondisi kesehatannya menurun. Walaupun kuliah S2nya hanya tinggal satu semester lagi.
  • Februari – Desember 1979 bertugas di Gereja Katedral Padang
  • Januari 1980 menjadi Rektor Seminari. Disamping itu menangani Radio Dirgan Bravo yang didirikan Frater Servaas.
  • 1979-1985 Mengurus Seminari Menengah Pekan Baru Maria Nirmala
  • 1983 Rumah Sakit Yos Sudarso mengalami kesulitan keuangan, akibat korupsi. Atas permintaan Uskup Bergamin bersama pastor Laurency membenahi Rumah Sakit Yos Sudarso. Tidak lama bertugas pastor Laurency dipindahkan oleh Ordonya ke P. Jawa untuk kaderisasi calon-calon pastor  Indonesia. Atas usulan pastor Frans, pastor Laruppa diminta untuk menggantikan tugas ps. Laurency. Akhirnya Pastor Frans, pastor Laruppa dan bersama para suster berhasil keluar dari krisis Rumah Sakit . Dan tentu saja berkat pertolongan Tuhan Yesus.
  • 1990 – Diangkat oleh Yayasab Prayoga sebagai ketua team khusus untuk menangani alih fungsi SPG Xaverius menjadi SMA katolik Xaverius Padang.
  • 3 Juni 2016 pukul 12.00 WIB meninggal di rumah sakit RHS St. Carolus, Jakarta, dimakamkan tanggal 6 Juni 2016 di Biara Xaverian Padang
~Kuang / Kurniadi – Pencinta Alam Fransiskus Assisi Padang
Pencinta Alam Fransiskus Assisi Padang menghadiri Misa requiem - Foto Kuang

Pencinta Alam Fransiskus Assisi Padang menghadiri Misa requiem – Foto Kuang

IMG-20160608-WA0001

IMG-20160607-WA0007

Doa Malam ciptaan Pastor Frans Halim

 

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s