Seminar Hidup Baru dalam Roh Kudus

Sabtu-Minggu, 23-24 April 2016, ada sesuatu yang baru di Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Lebih dari 80 umat berkumpul untuk Seminar Hidup Baru dalam Roh Kudus atau lebih dikenal dengan SHDR. Acara digelar oleh PDKK St Theresia dari Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru di Gedung Fasilitas Umat, dengan tema “Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu” (Yeh 36:26).

Sesi pertama dimulai Sabtu 23 April 2016 pukul 02.45 dibawakan oleh Bapak Albert, tentang Cinta kasih Allah – Allah Bapa. Beliau menjelaskah bukti cinta kasih Allah seperti yang tertulis dalam Yes 1:18 dan Yes 49:16. Di ujung sesi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing anggota kelompoknya diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman pribadi tentang pertolongan Tuhan yang pernah dirasakan.

Sesi kedua dibawakan oleh Bpk Stephanus Kasmir, yang membawakan materi tentang penyelamatan, oleh Allah Putera. Dengan mengacu pada Yak 1:13-15 dan Yoh 8:44, beliau bertutur tentang upaya-upaya manusia dalam menjangkau Allah, seperti pendidikan, filsafat, perbuatan baik, karya amal, humanisme, Moralitas dan agama – namun semua usaha manusia yang diupayakan sendiri tetap tidak dapat menjangkau Allah. Hanya melalui Yesus sajalah manusia bisa, seperti yang Yessu ucapkan sendiri “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 3:16). Allah mencintai manusia tanpa batas, dan manusia dihargai oleh Allah.

Sesi ketiga adalah materi tentang Hidup baru dalam Roh Kudus dibawakan oleh Ibu Lusia (Wawa). Beliau menjelaskan tentang arti hidup baru mengacu pada Kitab Suci Gal 2:20, dan alasan mengapa kita harus mengalami hidup baru  seperti yang dikatakan Yesus sendiri kepada Nikodemus, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, tidak ada seorang pun dapat melihat Kerajaan Allah, kecuali ia dilahirkan kembali.” (Yah 3:3).

Sesi Empat dibawakan oleh Ibu Yuliana, tentang Menerima Karunia Roh Kudus. Sangkuli – istilah beliau – diambil dari perkataan Yesus dalam Luk 9:23, Sang untuk sangkal diri; Kul untuk pikul salib; dan i untuk Ikut Yesus, adalah sebuah gaya hidup yang harusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir sesi ini, tepatnya pukul 20.00, seluruh peserta diberi kesempatan untuk menerima Sakramen Rekonsiliasi yang dilayani oleh Pastor Otello Pancani SX, Pastor Casali Otello SX, dan Pastor Benediktus Manullang Pr, di gereja.

Pukul 21.00, dimulai sesi V yang merupakan puncak acara di hari pertama ini, yaitu Pencurahan Roh Kudus, dipimpin oleh Bapak Budi Pranyoto dengan berkat dari pastor Moderator PDKK St Theresia Paroki St Maria A Fatima Pekanbaru, yaitu Pastor Benediktus Manullang – Pastor Bene. Setelah mengikuti sesi I sampai IV, peserta telah dipersiapkan untuk memunculkan Roh yang telah ada dalam diri masing-masing. Masing-masing peserta didampingi oleh tim, menerima pencurahan Roh Kudus dengan sukacita.

Hari kedua, Minggu 24 April, acara dimulai dengan Sesi ke VI, yaitu tentang pertumbuhan oleh Ibu Ayen. Allah menginginkan agar pengalaman pencurahan Roh Kudus yang telah diterima terus hidup didalam hidup keseharian. Kunci untuk tetap dapat bertumbuh adalah tinggal di dalam kasih Yesus. 4 jari-jari roda, sarana untuk dapat tetap hidup dalam kasih Yesus; Doa, Firman, Komunitas dan pelayanan.  Di akhir sesi, peserta diajak untuk membagi pengalamanan, salah satunya tentang kendala-kendala yang dihadapi.

Materi Sesi terakhir adalah Diubah menjadi serupa Kristus –  dibawakan oleh Ibu Helina.  Beliau menyampaikan, bahwa untuk berubah membutuhkan proses, diantaranya disiplin Pohon – 4 roda-roda kehidupan -; pencobaan – yaitu masalah-masalah dan penderitaan, dimana Tuhan terkadang menggunakan “masalah’ demi kebaikan; juga Tri langkah yang diambil dari 1 Tes 5:16-18 yaitu besuka cita, tetap berdoa dan mengucap syukur. DI akhir sesi terkahir ini, peserta diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman tentang perasaan ataupun manfaat yang dirasakan setelah  mengikuti SHDR ini. Beberapa peserta menyampaikan pengalaman mereka, diantara bapak Yusuf Timbul SIlaen yang awalnya ragu untuk mengangkat tangan karna terbiasa dengan puji-pujian secara konvensional, ada juga ibu Rosti Ana Silaban yang merasa Roh Kudus benar-benar tercurah atas dirinya pada saat sesi pencurahan Roh Kudus, juga Bapak Choky Napitupulu yang sebenarnya pernah mengikuti kegiatan ini pertama kalinya di tahun 1993, dan ditunjuk untuk mengkoordinir acara sebagai koordinator dari Paroki St Pulus secara hampir mendadak, namun penyertaan Rph Kuduslah yang membawa keberhasilan. Dalam kesempatan ini, wakil ketua I Dpp – Bapak Yohanes Sutrisno – menyampaikan antusiasme beliau untuk membentuk Persekutuan Doa Karismatik Katolik di Paroki Santo Paulus. Menanggapi pernyataan ini, bapak Hendra dari PDKK St Theresia menegaskan, bahwa PDKK harus menjadikan umat semakin Katolik, bukan semakin menjadi yang lain (edit – red). Memuji Tuhan dengan bertepuk tangan merupakan salah satu ciri dari PDKK St Theresia, tetapi BUKAN yang utama. Yang utama – sebagai umat katolik – adalah Ekaristi. Beliau mengahrapkan agar umat Katolik semakin mengenal Kitab Suci. Kembali menanggapi cita-cita Wakil Ketua DPP, ibu Helina membentuk Tim penggerak awal PDKK Paroki ST Paulus. Seorang Narasumber, Bpk Kristantus menanyampaikan pengalmaman pribadi entang pertama kali melantunkan pujian sambil bertepuk tangan, dirambahkan oleh Bapak Budi yang adalah koordinatir PDKK St Theresia. Beliau menegaskan bahwa PDKK adalah bagian dari Gerja Katolik, memiliki struktur pengurus, dan berpusat di Vatikan. PDKIK adalah kelompok kategorrial, sama halnya seperti Legio Maria.  Dipenghujung acara bagi pengalaman ini, Bapak Ayong selaku ketua panitia acara ini menyampaikan harapan beliau agar di Paroki St Paulus juga bertumbuh dalam PDKK, dimulai dengan para peserta yang menghadiri SHDR ini.

Seluruh rangkaian materi ini ditutup dengan Misa Kudus yang dipersembahkan oleh Pastor Bene.

Sementara belum terbentuk PDKK di Santo Paulus, bagi yang berminat untuk mengambil bagian dalam kelompok PDKK bisa mengikuti kegiatan persekutuan di gereja St Maria A Fatima setiap hari Kamis jam 19.00.

Beberapa Foto dapat dilihat di Facebook Paroki Santo paulus

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s