KEINTIMAN DENGAN TUHAN

Sungguh bersyukur jika kita dianugerahi kesempatan untuk melayani….

Namun terkadang….

Foto : Internet

Foto : Internet

Kita menjadi begitu sibuk melayani Allah sehingga kita benar-benar kehilangan kontak pribadi dengan Dia. Kita berjuang untuk Allah, tetapi kita berjuang tanpa Dia. Salah satu tanggung jawab kita sebagai orang percaya adalah dipanggil untuk mengerjakan keselamatan yang sudah kita terima. Bentuk konkrit dalam mengerjakan keselamatan kita adalah dengan melakukan berbagai aktifitas pelayanan. Pada waktu pelayanan yang kita lakukan itu berkembang, maka akan semakin banyak aktifitas pelayanan yang perlu dilakukan dan semakin banyak pengorbanan yang dituntut. Terkadang hal ini mengakibatkan anak-anak Tuhan dalam pelayanan mengorbankan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan secara pribadi melalui doa, perenungan Firman Tuhan, Devosi, puji-pujian. Alasannya antara lain kelelahan dalam pelayanan dan sebagainya. Begitu banyak panggilan untuk berperang yang menuntut perhatian kita sehingga kita mengorbankan relasi…

Keintiman dengan Allah seringkali menjadi hal pertama yang hilang ketika kita terlalu berkonsentrasi berjuang demi kemuliaan. Kita menjadi begitu sibuk melayani Allah sehingga kita benar-benar kehilangan kontak pribadi dengan Dia. Kita berjuang untuk Allah, tetapi kita berjuang tanpa Dia. Oleh karena hubungan pribadi dengan Tuhan tidak dijalankan dengan baik maka pelaksanaan pelayanan hanya dilakukan dalam tuntutan kewajiban semata, yang berjalan dalam irama yang monoton atau rutinitas, dan berujung pada kesuaman dalam pelayanan, akibatnya para pelayan tersebut bisa jatuh kedalam motifasi yang salah dalam melayani seperti sungut-sunggut, menghitung keuntungan materi atau memperilah diri dengan jalan mencari pujian manusia. Dengan demikian muncul pertanyaan yang perlu dijawab: Apakah benar, semakin sibuknya seseorang dalam pelayanan memperbolehkan ia untuk meninggalkan hubungan pribadi dengan Tuhan? Apakah benar, semakin sibuknya seseorang dalam pelayanan justru membuatnya semakin mengalami kehampaan rohani?

Jawabannya adalah tidak.

Para pelayan Tuhan yang semakin sibuk dalam pelayanan seharusnya semakin mengalami hubungan yang erat dengan Tuhan, sehingga semakin mengalami kelimpahan rohani. YESUS KRISTUS: TELADAN HIDUP DALAM KELIMPAHAN ROHANI Peneladanan kita akan Kristus menarik orang kepada Dia yang menyelamatkan. Penderitaan kita sangat penting, tetapi hanya penderitaan Kristus yang menyelamatkan. Oleh karena itu, marilah kita meneladani kasih-Nya, tetapi jangan mengambil tempat-Nya.

Dalam konsep Allah Tritunggal, kita pahami tentang penyembahan yang ditujukan kepada satu Allah namun terdiri dari 3 (tiga) Pribadi yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus. Allah. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati, karena Ia adalah pribadi kedua dari Allah Tritunggal.

Sebagai Allah, Ia dapat melakukan segala sesuatu di dalam kemahakuasaan-Nya guna menyelesaikan tugas pelayanan-Nya. Walaupun Yesus Kristus sebagai Allah, Ia membuktikan kepada kita bahwa Ia juga bergantung kepada relasi yang terjalin di dalam Allah Tritunggal. Dimana Yesus Kristus membutuhkan relasi Bapa dalam hidupnya. Ia juga membutuhkan relasi Roh Kudus dalam hidup-Nya (ini dapat dibuktikan dalam peristiwa pembaptisan Yesus Kristus dan Penyaliban Yesus Kristus).

 Berkaitan dengan betapa pentingnya relasi antara Yesus Kristus dengan Bapa di Surga maka, alkitab memberikan setidaknya 3 contoh kongkrit dalam kehidupan Tuhan Yesus. Dimana, semakin Yesus Kristus sibuk dalam pelayanan, semakin Ia setia dalam berelasi dengan Bapa di Surga secara pribadi.

  • Pertama :

Sebelum Yesus memulai pelayanan, pagi-pagi benar Ia mengambil waktu teduh untuk bersekutu dengan Bapa di Surga, (Markus 1:35) dan setelah Ia melayani banyak orang, Ia semalam-malaman mengambil waktu untuk bersekutu dengan Bapa di Surga secara pribadi (Matius 14:23, Lukas 6:12).

slide_1

Foto: Internet

  • Kedua;

Matius 26: 36-46 menceritakan tentang peristiwa dimana, Tuhan Yesus mengalami ketakutan yang dahsyat di dalam Taman Getsemani sebelum ditangkap dan disalibkan.

  • Ketiga;

Ketika Yesus sedang menuntaskan tugas penyelamatan manusia di atas kayu salib, Ia mengumandangkan betapa pentingnya relasi dengan Bapa sebagai kelimpahan kekuatan untuk menjalankan tugas pelayanan yaitu dengan teriakan AllahKu-AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46).

Kesimpulan

Semakin Ia memiliki relasi yang indah dengan Bapa di Surga maka semakin Ia memiliki kekuatan dan kelimpahan sukacita untuk mengerjakan kehendak Bapa di Surga. Berkaitan dengan kehidupan Yesus didalam doa, maka jelas bahwa seluruh kehidupan Yesus penuh dengan Doa, karena Ia terus-menerus berkomunikasi dengan Allah. Yesus tidak pernah dikalahkan oleh kehampaan rohani atau jiwa yang suam-suam kuku seperti yang sering kita gumulkan sebelum kita dapat berdoa.

Dengan meneladani pola hidup dan pelayanan Tuhan Yesus, maka dapatlah dipahami bahwa kelimpahan rohani pelayan Tuhan didapatkan melalui bersaat teduh dengan Bapa secara Pribadi. Kelimpahan rohani itu menjadi kekuatan dalam setiap pelayanan yang dilakukan.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s