Indahnya Rangkaian Perayaan Natal 2015 di Stasi St Yohanes Don Bosco Rajawali

Lilin kecil yang menjadi obor bagi dunia

Tampak ada sentuhan aksen natal yang berbeda di Stasi Yohanes Don Bosco tahun ini. Panitia natal tahun ini yang digawangi oleh Kring St.Ana dan St.Bernadet memilih nuansa inkulturasi Batak Toba, terlihat dari patung bayi Yesus yang biasa diletakkan dalam gua natal,tampak berbaring di miniatur rumah Gorga (rumah adat Batak Toba), serta jejeran ulos sebagai pelengkap dekorasi ruangan gereja.

Perayaan Misa Natal yang berlangsung pada tanggal 25 Desembet 2015, dimulai pada pukul 08.00 Wib dan sekaligus penerimaan Sakramen Permandian Bayi, yang dipersembahkan oleh Pastor Hardyono, Pr.

Dalam kotbahnya, Pastor menyampaikan kisah singkat yang bisa menjadi sumber inspirasi, yakni kisah seorang gadis kecil miskin yang kumuh,dimana penampilannya membuat orang yang melihatnya kurang merasa yakin, sampai akhirnya ada seorang Pastor yang merasa iba, menemani si gadis kecil miskin ini setiap kali dia menghadiri kegiatan sekolah minggu. Dua tahun berlalu, gadis kecil ini meninggal dunia, membuat sang Pastor sangat terpukul dan merasa sedih karna kematian sahabat kecilnya. Pasca meninggalnya sahabatnya tersebut, sang Pastor mendatangi rumah mendiang sahabtnya, sang Pastor mendapati ada sebuah kotak kecil di laci meja kamar sahabat kecilnya, dengan penuh rasa penasaran sang Pastor membuka kotak itu, dan sungguh di luar dugaan, dengan berurai air mata, sang pastor memaca sepucuk surat yang ditulis oleh sahabat kecilnya “Disini ada segenggam uang beberapa sen, dengan uang ini saya ingin membangun gereja yang luas, supaya orang miskin seperti saya dapat diterima”. Hal diluar dugaan terjadi, surat peninggalan si gadis kecil ini di ” blow-up” di media, dan begitu banyak sumbangan yang mengalir untuk gereja tersebut, dan gereja mampu mendirikan ruangan pertemuan yang besar untuk kegiatan sekolah minggu anak-anak.

Dari cerita ini, ada pesan moral yang begitu luar biasa yang dapat kita ambil hikmahnya. Orang yang miskin, ditolak dan diremehkan, mempunyai kekuatan jiwa yang luar biasa. Dia membuka cakrawala dunia, dimana kemuliaan Allah harus diwartakan di seluruh dunia. Allah yang memiliki kuasa hadir sekarang lewat bayi yang lahir di kandang hina. Allah hadir, walaupun manusia melupakan Dia. Kita yang hadir disii, merayakan natal bukan hanya secara jasmani,melainkan secara utuh lewat hati, iman dan perbuatan kita. Kita diajak, bagaimana secara jasmani, kita yang memiliki mata, bukan hanya berpandangan pada keadaan duniawi saja, melainkan berpandangan pada ilahi.

Kita diharapkan menjadi terang walaupun kecil, namun menjadi obor bagi dunia, membuat kehidupan duniawi yang gelap menjadi terang , menjadi sukacita karna kita mau berbagi. Kita harus berprinsip gereja membutuhkan saya, maka itulah yang menjafi kekuatan gereja, asal kita mau memberi diri untuk Tuhan.

Semoga perayaan natal membuka hati kita, supaya lilin yang kecil dapat menjadi obor bagi kekuatan keluarga kita, pesan Pastor dalam penutup kotbahnya.

Setelah kotbah, acara dilanjutkan dengan prosesi pembabtisan bayi. Pastor yang didampingi oleh Bapak/Ibu Setani, membabtis sekitar 17 orang anak-anak berseragam baju putih, yang berasal dari kring-kring yang ada di Stasi. “Selamat kepada seluruh orang tua yang anaknya di baptis hari ini, ketika anak anak ini lahir ke dunia, yang kita harapakn adalah suara tangisan, dan itu menandakan adanya kehidupan, maka marilah orang tua yang anaknya di baptis dan semua orang tua yang hadir saat ini, kita tunjukkan kepada anak-anak kita, iman kehidupan sesuai ajaran Yesus, supaya Yesus selalu hidup di dalam diri anak anak kita, semua setuju?, tanya Pastor berkacamata ini, ratusan umat yang hadir pada saat itu dengan penuh keyakinan membalas ” setuju” untuk pertanyan Pastor yang saat ini bertugas di Seminari Tinggi St.Petrus Pematang Siantar.

Ibadat misa berjalan lancar, tampak petugas persembahan yang dibawakan oleh Panitia dan diiringi oleh tarian gadis gadis kecil BIA Kring St.Ana dan Kring Bernadet menambah indahnya perayaan ibadah Misa pada pagi itu. Dengan berakhirnya lagu penutup, maka ibadah Natal dan Penerimaan Sakramen Permandian Bayi berakhir pula, kemudian dilanjutkan dengan acara syukur dan ramah tamah dengan Pastor, para orangtua yang anaknya baru dipermandikan, dan juga oleh Pengurus Kring dan Stasi.

Foto: Luhut Manihuruk.

Tersedia di Facebook OMk St Yohanes Don Bosko Rajawali

Berbagi Kasih Lewat Aksi Natal

Beberapa bulan yang lalu, dalam rapat dengan Pengurus Stasi dan Kring, disepakati bersama bahwa untuk setiap iven yang ada di stasi dipanitiai oleh Kring secara bergiliran. Maka untuk natal kali ini Kring St. Ana yang diketuai oleh bapak Nyoman Putra dan Kring St.Bernadet yang diketuai oleh bapak Silaban, terpilih sebagai panitia Natal dan Tahun Baru tahun 2015. Rapat demi rapat dilaksanakan secara rutin, demi mempersiapkan perayaan Natal, salah satunya adalah aksi natal. Bekerjasama dengan pengurus-pengurus kring, menpersiapkan bingkisan natal untuk keluarga yang membutuhkan di setiap kring. Adapun bingkisan natal ini, secara serentak dibagikan pada tangal 20 Desember 2015 lewat “anjangsana” pengurus kring dan stasi ke rumah-rumah umat.

Tidak hanya sampai disitu saja, panitia juga mempersiapkan acara pada malam natal yang belum pernah ada sebelumnya, yakni jamuan makanan ringan dan penampil-penampil bersuara merdu yang diiringi oleh keyboardis di teras Gereja, yang menambah kecerian suasana malam natal setelah ibadah usai. Panitia yang sudah berjibaku dan saling bekerjasama dalam mempersiapkan perayaan Natal ini, terbayar sudah dengan Perayaan natal, tangal 24 Desember dan 25 Desember yang berlangsung baik, indah dan memberikan kesan mendalam.

Foto : Luhut Manihuruk

Foto tersedia di Facebook OMK Stasi St Yoh Don Basco Rajawali

Mamaaaaa…..temani liturginya…

Keceriaan dan sukacita natal berlanjut kembali pada sore harinya. Setelah misa natal dan penerimaan Sakramen Pembabtisan Bayi pada pagi hari, dilanjutkan dengan perayaan natal BIA ( Bina Iman Anak ) – BIR (Bina Iman Remaja), 25 Desember 2015 pada pukul 16.00 wib di Gereja Stasi St. Yohanes Don Bosco – Rajawali. Perayaan Natal yang dihadiri oleh ratusan anggota BIA dan puluhan anggota BIR serta beberapa orang tua merupakan sukacita tersendiri yang tampak saat itu. Ornamen Gereja yang mengambil tema inkulturasi Batak Toba, namun tetap tidak melupakan sentuhan perayaan / acara anak-anak pada umumnya yakni dekorasi balon yang menambah suasana menjadi lebih ceria.

Rona-rona bahagia terpancar dari raut wajah peserta natal. Mungkin inilah salah satu kebahagiaan untuk seorang anak, menghadiri perayaan Natal, diantar oleh orang tua, mengenakan stelan baju atau gaun dengan konsep kekinian. Setelah acara ibadat selesai, dilanjutkan dengan varia natal. Varia Natal diawali dengan liturgi, mulai dari anak-anak yang belum bersekolah, hingga usia Sekolah Dasar, Litirgi Ragam Bahasa serta liturgi Ragam Profesi. Gelak tawa orangtua yang menghadiri Natal pecah seketika melihat liturgi pertama yang diawakan oleh anak anak yang belum bersekolah dan Taman Kanak-kanak. Wajah polos, senyum sumringah, raut malu-malu dan ada juga yang pemberani, tampil menghias sesi litirgi pertama. “Mamaaaa….temani liturginya,”, ucap seorang anak BIA yang mengenakan kemeja lengkap dengan stelan rompi-celana panjang serta dasi kupu-kupu tampak agak malu malu meminta sang mama untuk menemani ke atas altar. Tak pelak semua yang menyaksikan tertawa melihat “gestur” anak-anak BIA yang begitu polosnya. Acara liturgi berlanjut sampai kepada liturgi ragam bahasa dan ragam profesi yang dibawakan oleh BIR.

Kendatipun sempat diguyur hujan deras, namun tidak mengurangi semangat dan kebahagiaan perayaan natal sore itu. Berbagai persembahan ditampilkan oleh para anggota BIA-BIR, antara lain tarian Jingle Bellss, Chicken Dance, sampai tarian yang sedang populer di sosmed karya Siantar Hip-Hop Fondation ” Rege-rege” serta drama Natal yang mengisahkan kelahiran Yesus. Semua persembahan ini sudah jauh-jauh hari dipersiapkan dan dilatih oleh srikandi-srikandi pengajar BIA, Nita Haryanti Sitinjak, Desi Verawaty Sinaga, Novia Maria Pangaribuan serta bung Fransiskus Sitohang.

Acara ditutup dengan sesi bertukar kado dan pembagian bingkisan natal, dan doa penutup yang dibawakan oleh perwakilan orangtua BIA.

Foto: Guido Sitinjak

Foto tersedia di Facebook OMK Stasi St Yohanes DOn Bosco Rajawali

 

Mega Sari Simanjuntak – Kontributor Stasi St Yoh.Don Bosco Rajawali

 

 

 

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s