SATU RUMAH UNTUK EMPAT NEGARA

Apa maksud judul di atas? Supaya lebih tahu silakan membaca pengalaman saya berikut ini.

DSC00426

Tanggal 11 Juli 2012 yang lalu, saya tiba di komunitas Wisma Xaverian, Yogyakarta. Rencananya selama lebih kurang setahun saya akan tinggal di komunitas ini. Tugas saya adalah membantu para pastor untuk mendampingi para tunas. Juga membantu sedikit di bagian animasi.

Saya datang dengan semangat baru setelah sebelumnya selesai belajar di STF Driyarkara, Jakarta. Dan, baru saja ada tambahan semangat misioner setelah mengikuti retret tahunan di komunitas Yogyakarta bersama para frater.

Saya diterima oleh Pastor Salvador, SX, P Manuel, dan P Memo. Waktu itu ada 4 tunas yang sekarang menjadi pranovis di Jakarta.

Saya senang sekali tinggal di komunitas ini. Ada teman bicara dengan anak-anak tunas kemudian dengan para pastor yang notabene trio-Meksiko. Saya merasa tidak sendiri karena ada tunas. Jadi di komunitas ini ada orang Indonesia dan Meksiko. Dua negara.

Dua minggu kemudian, para tunas berangkat ke Jakarta. Saya merasa sepi. Untunglah ada bapak dan ibu di dapur juga Pak Mul dan Mas Jono yang bisa diajak ngobrol.

Lalu, P Salvador dan P Manuel berangkat ke Flores untuk mengikuti tahbisan P Ino, SX. Saya dan P Memo menjaga rumah. Suasananya sepi. Saya menyalakan lampu untuk dua rumah, rumah tunas dan rumah animasi. Dan juga pekerjaan lain yang bisa saya kerjakan. Sesekali kami berdua ditemani Rm Agung, SX yang sedang cuti di rumahnya di Klaten.

Akhir Agustus komunitas Yogyakarta mulai ramai dengan kedatangan para tunas. Juga para pastor kembali dari Flores. Tidak lama kemudian P Corda juga tiba dari Jakarta. Komunitas menjadi tambah ramai.

Saya mulai menghitung-hitung, kami di sini berasal dari 3 negara. Wah..inilah yang dinamakan komunitas internasional. Satu komunitas untuk 3 negara.

Bulan November tahun 2012 datang juga P Valentin, SX. Kami bertambah lagi. Sekarang ada 4 negara. Bahkan kalau melihat secara lebih luas lagi, 4 benua. Benua Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa. Inilah komunitas internasional ala komunitas Yogyakarta.

Inilah yang saya maksudkan dengan judul, Satu Rumah Untuk Empat Negara. Sungguh saya merasa senang tinggal di komunias seperti ini. Bahasa yang digunakan mungkin tidak internasional, Bahasa Indonesia. Tetapi, kadang-kadang ada variasinya.

P Corda menggunakan bahasa Italia yang hanya bisa dimengerti oleh P Salvador dan P Manuel. Lalu, kadang-kadang juga P Manuel dan P Salvador menggunakan bahasa Spanyol. Saya dan P Valentin kadang-kadang menggunakan bahasa Inggris. Inilah variasi yang mewarnai segi internasionalitas dari komunitas Xaverian Yogyakarta.

Saya hanya mau menceritakan suasana internasional ini dalam tulisan ini. Pengalaman lain akan saya ceritakan dalam tulisan yang lain. Saya belajar budaya dari konfrater dari Meksiko, Italia, dan Kongo.

Terima kasih kepada para formator di Cempaka Putih dan para dewan provinsial yang menugaskan saya di komunitas Yogyakarta ini. Saya beruntung bisa merasakan suasana persaudaraan di antara anggota komunitas yang berasal dari 4 benua ini.

Terima kasih kepada Bapa di surga, Santo Conforti, dan Santo Fransiskus Xaverius yang memberi saya kesempatan untuk mengalami ini semua.

Fr Gordi Afri, SX – TOMER di Komunitas Xaverian Yogyakarta

*Dimuat di majalah KELUARGA KITA

Sumber : CERITA SANG MISIONARIS

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s