Rest In Peace – Ruly dan Renny

RIP Ruly Yustinus Sihotang dan Renny Monica Sihotang, putra dan putri Keluarga Bapak Sahala Sihotang.

Kita telah kehilangan anak-anak manis, OMK penerus Gereja, saudara/I, teman, sahabat baik yang kita kenal.

Mereka adalah korban Pesawat Hercules tipe C-130 yang jatuh di kawasan permukiman tepatnya Jl Jamin Ginting di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015)

Ruly (lahir 11 Nov 1991) dan Renny (Lahir 20 Nov 1997) bermaksud berlibur mengunjungi abang mereka – Andy Paulus  Sihotang – yang adalah TNI yang bertugas di Pontianak. Ruli baru saja terpilih menjadi Ketua OMK St Paulus Pekanbaru.– mereka berdua aktif dalam kegiatan menggereja.

Pagi hari, 30 Juni, ayah mereka, Bapak Sahala SIhotang mengantar putra dan putrinya ke Bandara SSQ untuk menumpang pesawat komersial yang membawa mereka ke Medan, dan bermaksud menumpang pesawat Hercules atas rekomendasi abang mereka menuju Pontianak. Naasnya, pesawat tersebut jatuh setelah 2 menit Take Off pada saat berbalik, terbakar dan menewaskan seluruh penumpangnya.

Andi, yang mendengar kabar tersebut, segera mengecek ke Bandara Soewondo, apakah ada penerbangan Hercules lain hari itu, dan ternyata tidak. Ia menghubungi orang tuanya di Pekanbaru dan mengabarkan jatuhnya pesawat dengan kemungkinan bahwa kedua adiknya turut serta. Segera ia mencari penerbangan tercepat ke Medan, untuk mengindentifikasi adik-adiknya, dan bermaksud membawa pulang ke Pekanbaru.

Tanggal 2 Juli. Malam hari, Jenazah mereka tiba di rumah duka, Jl Gabus No 2 Kec Payung Sekaki Pekanbaru. Puluhan karangan bunga, dan ratusan sanak saudara, teman, sahabat telah berkumpul menanti kedatangan mereka. Malam itu juga, diadakan Misa untuk mereka, dipimpin oleh Pastor Franco Qualizza, SX.

MInggu, 3 Juli, di rumah duka, sanak saudara, teman telah berkumpul untuk mengantarkan Ruly dan Renny menuju Gereja Santo Paulus. Dalam kesempatan singkat itu, Andy menuturkan persanaan hatinya tentang kepergian adik-adiknya, juga memohon maaf bahwa peti tidak dibuka, memohon pengertian kepada yang hadir bahwa ia sendirilah yang meng-evakuasi jenazah adik-adiknya. Jenazah utuh – bagian-bagian yang hilang telah ditemukan dan diletakkan kembali di tempatnya. Demikian tutur Andi. Ia berharap kepada semua yang hadir untuk mengenang Ruly dan Renny adalah seperti saat terakhir mereka bertemu atau melakukan interaksi dengan keduanya. Kenagan yang baik. Harapan ini dimengerti oleh yang hadir.

Pukul 13.00 – di Gereja Santo Paulus diadakan Ekaristi untuk mengantarkan Ruly dan Renny ke pemakaman. Misa dihadiri oleh ribuan umat yang memenuhi bagian bawah Gereja, bahkan sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk. Misa dipimpin oleh Rm Anton Wahyudi SX dan Pastor Yulius Tangke Bandaso, SX.

RIbuan orangpun ikut memadati pemakaman yang dipimpin oleh Pastor paroki.

Sebelumnya, tanggal 28 Juni, Ruly dan Renny sama-sama berdiri di Altar, sebagai pemimpin lagu dan sebagai pemazmur. Lima hari kemudian, mereka kembali bersama di depan Altar untuk penghormatan terakhir kalinya.

Kalian telah pindah ke Rumah Bapa.. dan kami disini ditinggali kenangan dan hasil yang telah kalian berikan. Doa kami mengiringi kalian… dan doakan agar kami tetap semangat melanjutkan semangat kalian…

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kerelaan hati dan kekuatan.

~ Tim warta Paroki, foto dari William Andersen Napitupulu,  Magdalena Purba Depari,  Betchristine Stg Lipan

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s