KATEKISMUS Hari Komunikasi Sedunia – 49

POSTER-KOMSOS-OK-2015-page-001-1

  1. Apa itu Hari komuniksai sedunia?

Hari Komunikasi Sosial Sedunia ditetapkan oleh Sri Paus Paulus VI sebagai sebuah perayaan tahunan yang mendorong kita untuk merenungkan peluang-peluang dan tantangan-tantangan yang sarana sosial komuniasi modern sodorkan bagi Gereja untuk mengkomunikasikan pesan Injil

  1. Darimana ketetapan ini berasal?

Perayaan berasal dari anjuran Konsili Vatikan II yang sadar untuk melibatkan diri sepenuhnya dengan dunia modern. Kesadaran ini terungkap dalam pernyataan pembukaan Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes tentang “Gereja dalam dunia modern, yang mengatakan “Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang jaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Krsitus juga

  1. Mengapa dirayakan setiap tahun?

Dengan menetapkannya pada Hari Minggu 7 Mei 1967, kurang dari dua tahun sesudah Konsili Vatikan II, Sri Paus Paulus VI, yang mengetahui bahwa Gereja sejatinya dan semesranya terhubung dengan kemanusiaan dan sejarahnya, ingin menarik perhatian kepada media komunikasi dan kekuatan dasyat yang dimilikinya demi trasformasi budaya.

Beliau dan para penggantinya secara konsisten mengakui peluang-peluang positif media komunikasi yang memungkinkan untuk memperkaya hidup manusiawi dengan kebijakan kebenaran, keindahan dan kebaikan, tetapi juga dampak-dampak yang mungkin negative dari penyebaran nilai-nilai yang kurang luhur dan menekan budi dan hati nurani dengan suatu keberagaman tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan.

  1. Apakah tema Hari Kominikasi Sosial Sedunia ke-49, 2015?

Sri Paus Fransiskus memilih tema yang terpusat pada keluarga, yaitu “Mengkomunikasikan Keluarga ; Tempat Istimewa Perjumpaan dengan Karunia Kasih”.

  1. Apakah alasan memilih tema tersebut?

Menurut Sri Paus Fransiskus, keluarga adalah tempat pertama dimana kita belajar berkomunikasi.

  1. Apakah yang melatarbelakangi pilihan tema tersebut?

Gereja Katolik semste baru mengakhiri Sidang SInode Luar Biasa tentang keluarga dan akan melanjutkan Sinode Biasa para Uskup Oktober 2015 dengan tema “Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Dunia Dewasa ini”.

  1. Manakah teladan yang diungkapkan Sri Paus Fransiskus dari Kitab SUci?

Kunjungan Maria kepada Elisabeth dalam Luk 1:39-56, dimana terungkap “sebuah dialog yang terlaksana melalui bahasa tubuh.”

  1. Bagaimanakah bahasa tubuh melukiskan komuniikasi?

Gerak kegembiraan dalam Rahim Elisabeth mengungkapkan bagaimana Rahim sebagai “Lingkungan aman terlindungi” adalah sekolah pertama dari komunikasi manusiawi.

  1. Bagaimana relasi keluarga dan komunikasi?

Keluarga dimana keturunan dan generasi berkomunikasi dan saling menerima, karena mereka berada dalam satu ikatan, yaitu bahasa ibu yang kita terima untuk dipakai.

  1. Manakah salah satu bentuk dasar dari komunikasi dalam keluarga?

Keluarga mengalihkan bentuk dasar dari komunikasi istimewa yaitu doa : orang tua mempercayakan anak-anak kepad alingkungan Allah. Inilah dimensi agamawi dalam komunikasi.

  1. Bentuk-bentuk komunikasi mana yang terjadi dalam keluarga?

Dalam keluarga, tumbuh kemampuan untuk merangkul, menerima, menemani, berbagi pandangan, tertawa dan menangis bersama ; penemuan serta pembangunan lesesamaan.

  1. Bagaimana gerak komunikasi dalam keluarga?

Keluarga dalam membanguan komunikasi dal am dirinya dipanggil untuk keluar dari dirinya, yaitu membangun hubungan dengan keluarga-keluarga lain, terutama keluarga-keluarga yang memerlukan bantuan khusus, dan dengan demikian memadukan pembangunan Gereja setempat.

  1. Bagaimana keluarga berhadapan dengan perlbagai tantangan dan kesulitan hidup?

Dalam keterbatasan dan kerapuhan manusiawi, keluarga dapat menjadi “Sekolah Pengampunan” sebagai bagian dari dinamika komunikasi. Tidak ada keluarga yang sempurna! Keluarga belajar membangun sikap berpikir positif dan kostruktif.

  1. Dalam keadaan pertentangan dan pertikaian, bagaimana perutusan keluarga?

Dalam keadaan hubungan yang pahit dan penuh gejolak saling curiga, keluarga dapat menjadi “sekolah berkat”, agar kebencian dan kekerasan yang membentuk tembok-tembok pemisah dapat berubah menjadi lingkungab pemulihan keramah-tamahan.

  1. Bagaimana hubungan keluarga dan media sosial modern?

Media sosial modern dapat menjadi “penghalang” dalam keluarga, bilamana sarana media sosial menjadi cara menurunkan kemampuan untuk mendengarkan. Sebaliknya, menjadi ‘bantuan’ bila mengembangkan sikap saling berbagi, berteman dengan yang jauh, berterimakasih, meminta maaf dan membuka peluang perjumpaan yang baru.

  1. Bagaimana hubungan keluarga dan persekutuan gerejawi kita?

Persekutuan gerejawi Kristiani menrangkul para orang  tua sebagai pendidik utama, khususnya dalam penggunaan media komunikasi sosial, agar lingkungan komunikasi sosial berkembang menurut kaidah martabat manusiawi dan kebaikan bersama.

  1. Bagaimana keluarga menggunakan sarana komunikasi sosial?

Keluarg aperlu menggunakan media komunikasi modern guna membangun kebutuhan serta keterpaduan informasi demi kebaikan bersama

  1. Ringkasan, siapakah keluarga itu?

Keluarga adalah suatu lingkungan atau tempat dimana orang belajar berkomunikasi dnegan sesama. Keluarga adakah “persekutuan komunikatif” yang saling membimbing, merayakan dan menghasilkan buah, sumber kebaikan masyarakat. Di dalam keluarga, semua belajar apa artinya berkomunikasi dalam cintakasih yang diterima dan diberikan.

  1. Kesaksian apakah yang kita simpulkan dalam hidup berkeluarga?

Sri Paus Fransiskus tidak menyoroti persoalan aktual antara keluarga dan komunikasi sejauh berhubungan dengan teknologi baru, tetapi (1) memusatkan perhatian pada dimensi manusiawi yang sejatinya mendalam dari komunikasi (2) keluarga sebagai tempat pertama dimana seseorang belajar berkomunkasi dan (3) komunikasi sebagai sebuah dialog yang berkenaan dengan bahasa tubuh.

Mgr Petrus Turang 

Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s