PELATIHAN KEPEMIMPINAN TAHAP I – 2015

Jumat 24 April 2015, pukul 16.00 sebanyak 21 pengurus Kring wilayah khusus, 60 pengurus stasi dari 24 stasi di Paroki bersama 14 DPP telah berkumpul di Gedung Fasilitas Umat Paroki St Paulus Pekanbaru, dalam rangka kegiatan Pelatihan kepemimpinan yang diadakan Bapak Agustinus A Peranginangin selaku ketua seksi Kerasulan Awam terpilih periode 2015-2018.

Peserta yang hadir, terutama yang berasal dari stasi, sebagian besar baru pertama kalinya menjabat sebagai pengurus stasi periode ini.

Acara dibuka pukul 7.30 – lebih cepat 10 menit dari jadwal karena peserta sudah datang semua, dengan kata sambutan seksi Kerawam – Bpk Agustinus sendiri, disusul dari Pastor Paroki – Pastor Franco Qualizza, SX. Dalam pembukaannya beliau menyampaikan terimakasih kepada para pengurus yang telah memenuhi undangan – mengingat sebagian besar pengurus datang dari stasi yang lokasinya jauh dari paroki. Juga, beliau berhararap akan ada sesuatu yang dapat dibawa pulang oleh para pengurus setelah pelatihan ini berakhir.

Pembukaan Acara / Dok. Admin

Doa pembuka dipimpin oleh perwakilan peserta, Bpk Mathius Daryanto – ketua Stasi St Fransiskus Xaverius Bukit Payung.

Agar peserta saling mengenal satu sama lain, dilakukan perkenalan melalui “Ice Breaking” oleh Bapak Paulus C Motoh, dimana selama 1 jam peserta diajak bermain, berkenalan, dan menciptakan keakraban satu sama lain. Setelah ujian pembukaan, peserta dipersilahkan untuk menikmati makan malam.

Ice Breaking dipandu oleh Bapak Paulus Motoh / Dok. Admin

Sesi Doktrin Spiritualitas merupakan rekoleksi yang disampaikan oleh Pastor Philips R Sakti,Pr – Ketua Komisi Kerawan dan HAK Keuskupan Padang. Beliau menyampaikan kisah Santo Paulus – sebagai pelindung Gereja Paroki, menghimbau juga agar peserta meneladani Yesus melalui karakter dan kepribadian santo pelindung kring / stasi masing-masing. Dan juga bahwa kebangkitan Kristus yang memastikan bahwa pelayanan adalah Proyek Besar Allah dan akan selalu berhasil jika dikendalikan dengan kasih, Kerencahan hati serta mengandalkan kekuatan Allah.

Selanjutnya, Rm Philips menyampaikan materi mengenai Kuasa kepemimpinan awam, dan taat hirarki. Sebagai pengurus, kita kita lepas dari “atasan-atasan’ kita. Kaum awam sebagai kaum beriman hendaklah belajar membedakan dengan cermat antara hak dan kewajiban kita  selaku anggota Gereja, dan sebagai anggota masyarakat manusia, dengan mengingat bahwa dalam perkara duniawi manapun kita wajib menganut suara hati Kristiani. Sebab, tiada tindakan manusiawi satupun yang lepas dapat dilepaskan dari kedaulatan Allah.

Doktrin Spiritualitas / Dok. Admin

Acara hari pertama ditutup jam 22.00 dengan doa penutup.

Sabtu, 25 April 2015, merupakan hari terpadat dalam pelatihan. Dimulai dengan Misa harian pukul 06.00, sarapan dan dilanjutkan dengan sesi I sampai dengan Sesi 7, pagi sampai dengan malam.

Sesi pertama dibawakan nara sumber utama, Ibu Maria Magdalena Huiniati – yang lebih akrab dipanggil Ce Ming Hui. DImoderatori oleh Bpk I Nyoman P Ajana – Katekis Paroki, materi yang disampaikan adalah tentang Public Speaking I, dengan tema berbicara di depan umum. Sesi II, Pastor Philips R Sakti – masih dimoderatori oleh Bpk I Nyoma P A menyampaikan pateri Strategi kepemimpinan, dengan tips dan trik, serta sharing pengalaman.  Sesi III – kembali Ibu Maria Magdalena Huiniati menyampaikan Public Speaking II, dimoderatori oleh Bpk Lorensius Purba. Temanya adalah menciptakan kesatuan anggota. Sesi IV – bertemakan Leadership masih oleh Ibu Maria Magdalen Huiniati, meninjau dari renungan pribadi beliau mengenai karakter Yesus dengan “7 sabda Akulah”. Sesi V –  Character Building yang disampaikan oleh Bapak Daud Darmono. Beliau mengajak seluruh peserta “bermain” dalam dinamika kelompok. Peserta dibagi menjadi kelompok, menentukan nama Santo/santa pelindung dan mendiskusikan arti nama tersebut. Juga permainan menciptakan alat peraga untuk membuat suatu hasil yang diharapkan. Semuanya dilakukan secara berkelompok untuk menguatkan kesatuan dalam anggota, membentuk tim yang kokoh dan bersatu dalam tujuan.

Character Building – Tim Work membentuk kesatuan anggota / Dok. Admin

Kegiatan dihentikan untuk memberi kesempatan pada para peserta beristirahat, dilanjutkan kembali dengan Sesi VI, Administrasi dan Kesekretariatan I, tentang memimpin rapat. Peserta diajak berlajar cara memimpersiapkan rapat, memimpin dan membuat hasil rapat. Sesi terakhir dalam hari, Sesi VII – Administrasi dan Keskretariatan II, langsung oleh Sekretaris DPP dan Bendahara DPP, Bapak Jhony Marpaung dan Bpk Martinus Kasimun Tan didampingi Pastor Paroki. Hal yang disampaikan adalah mengenai administrasi stasi, pengarahan, pencatatan dan pelaporan, serta mengenai administrasi sosial bilamana ada yang membutuhkan bantuan.

Hari kedua yang dimulai jam 06.00 diakhiri pukul 22.00.

Hari ketiga, hari terakhir dalam pelatihan, adalah hari praktek, tanpa teori. Dimana seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok besar berdasarkan wilayah masing-masing, yaitu wilayah khusus, wilayah I, Wilayah II, Wilayah III dan wilayah IV. Dengan satu komunitas ini, mereka diajak untuk mencari masalah-masalah apa yang paling banyak dihadapi di masing-masing wilayah. Dipilih ketua dan nutulis dari mkasing-masing kelompok, dimana ketua berperan sebagai pemimpin rapat dalam komunitas tersebutm dan notulis sebagai sekretaris yang akan meyampaikan hasil “rapat kecil” tersebut.

Dalam sesi ini, dimunculkan masalah-masalah yang real yang benar-benar terjadi dilingkungnan masing-masing. Maka ketua komunitas ditugaskan untuk memimpin rapat pemecahan masalah. Pemecahan masalah yang dimaksud di sini adalah pemecahan masalah yang benar-benar menghasilkan sebuah solusi, dan tidak menambah masalah bariu. Di sini para peserta benar-benar dilatih dan diarahkan untuk memecahkan masalah, berpikir, tidak menimbulkan masalah baru, dan membuat solusi. Study kasus ini berjalan seharian, dimana masing-masing peserta terutama ketua dan notulislah yang paling banyak berperan. Hal ini sejalan dengan kenyataan di lapangan, bahwa pemimpin (ketua stasi) dan sekretarislah yang memang akan banyak turun untuk bekerja memecahkan banya masalah, dibantu pengurus lain.

Akhir dari rangkaian ini, peserta diminta untuk mengisi tes evaluasi untuk kepentingan panitia dalam menyelenggarakan acara berikutnya.

Setelah makan siang, tiba acara penutupan. Kesan dari dua wakil peserta disampaikan, yang mana setiap wakil peseta menyampikan bahwa memang akan ada sesuatu yang akan dibawa pulang dan langsung bisa dipraktekan si stasi-stasi / kring mereka. Juga ada pengambilan tiga undian yang disedikan panitia untuk peserta yang penuh kehadirannya mulai dari hari pertama sampai ketiga. Dalam kegiatan ini, seorang peserta yaitu Bendahara stasi St Agnes Muara beringin sakit dan dirawat di rumah sakit. Maka, telah disediakan kotak sumbangan, yang hasilnya diserahkan oleh wakil peserta kepada ketua stasi St Agnes untuk diberikan kepada yang bersangkutan, ditambah uang denda – yang diadakan mulai hari pertama untuk peserta yang terlambat memasuki ruang pertemua dan tadinya akan diberikan bagi stasi yang tiddak pernah terlambat. Atas kesepakatan bersama, mengingat ada yang lebih membutuhkan, dana denda itu juga turut disertakan dalam sumbangan solidaritas perawatan rumah sakit.

Penyerahan Dana Solidaritas / Dok Admin

Kata penutup disampikan oleh Wakil Ketua I DPP – mewakili Pastor Paroki yang tidak dapat menutup kegiatan ini karena ada kunjungan ke stasi, yaitu Bpk Y Sutrino. Dalam penutupnya, beliau menyampaikan bahwa beberapa beban yang ditanggung DPP mengenai masalah-masalah stasi sudah sedikit diringankan dengan keikutsertaan dan partisipasi para pengurus, dan berharap semoga gaya kepemimpinan yang baru didapatkan segera dilakukan di stasi / kring masing-masing.

Selaku ketua penyelenggara, Bpk Agustinus Peranginangin mengucapkan terimakasih atas partisipasi peserta, dan menyebutkan satu-persatu kontributor yang berperan dalam terselenggaranya kegiatan ini, dan menyampaikan kenang-kenangan untuk Pastor Philips R Sakti,Pr yang  sangat antusias dalam menanggapi rencana demi rencana pada saat acara ini diajukan sampai dengan berlangsungnya.

Terakhir, kata-kata dari Pastor Philips, yakni bahwa kegiatan ini akan membawa manfaat bagi banyak pengurus dan menular ke umat. Juga pujian bahwa sampai saat ini, Paroki St Paulus adalah yang pertama dan masih satu-satunya paroki di keuskupan Padang yang sanggup mengumpulkan seluruh pengurus dari stasi yang lokasinya berjauhan. Semoga menjadi contoh bagi paroki lain, dan tetaplah aktif dalam pembinaan pengurus untuk mewujudkan cita-cita keuskupan Padang, menjadi Gereja yang mandiri dan berbuah.

Acara ditutup dengan doa oleh Suster, berkat dari Pastor, dan foto bersama di depan pintu utama Gereja yang segera akan diresmikan oleh Bapa Uskup, Agustus mendatang.

~F R Renata

Foto-foto seluruh kegiatan dibagi menjadi 3, yaitu kegiatan hari pertama, kedua dan ketiga, bisa dilihat di Facebook Paroki Santo Paulus Pekanbaru.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s