Minggu Kerahiman Ilahi

Bacaan Injil pada hari Minggu Paskah II menceritakan tindakan-tindakan luar biasa yang dilakukan Kristus Tuhan pada hari Kebangkitan, saat Ia menampakkan diri-Nya untuk pertama kali di muka umum.

kerahiman ilahi

“Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yoh 20:19-23).

Di dalam perwahyuan pribadi yang diterima oleh Santa Faustina, Yesus bersabda: “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.” Permintaan ini disampaikan oleh Yesus kepada St. Faustina dari Polandia pada penampakan-Nya tanggal 22 Februari 1931. Permintaan Yesus ini baru terwujud pada tahun 2000, ketika Bapa Suci Yohanes Paulus II menetapkan Hari Minggu setelah Minggu Paskah sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Sejak saat itu Gereja universal secara resmi merayakan Pesta Kerahiman ilahi.

Dalam Era Reformasi yang ditandai dengan gerakan demokrasi dan hak azasi manusia masa kini, karena keterbatasan kedewasaan pribadi manusia sering berkembang menjadi aneka bentuk kekerasan dan tawuran untuk mempertahankan pendapat atau cita-cita kelompok atau pribadi. Aneka kekerasan tidak hanya terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tetapi juga dalam hidup berkeluarga, dimana terjadi kekerasan antar suami-isteri atau orangtua terhadap anak-anaknya. Aneka kekerasan yang terjadi di masyarakat merupakan pengembangan atau pendalaman kekerasan yang terjadi di dalam keluarga, maka baiklah kita semua yang berkeluarga atau hidup berkomunitas, marilah kita jauhkan aneka bentuk kekerasan di dalam keluarga atau komunitas.

Dunia sedang menderita oleh konflik berkepanjangan, kematian bagi orang-orang yang tak bersalah, kebencian dan dendam merajalela, martabat manusia tidak dihargai, budaya kematian menggerogoti pengaruh budaya kehidupan. Semua itu tidak dapat dilepaskan dari kedosaan bangsa manusia. Manakala kuasa dosa telah begitu kuat mencengkeram umat manusia maka yang terjadi hanyalah penderitaan demi penderitaan. Kerahiman Ilahi dibutuhkan untuk menolong orang-orang yang menjadi korban dari keganasan kuasa dosa yang merasuk di hati banyak orang. Namun lebih dari itu semua kerahiman Ilahi amat dibutuhkan untuk mengubah pikiran dan hati manusia agar mengarahkan kembali orientasi hidupnya pada upaya menegakkan damai dan kasih di dalam kehidupan bersama. Dengan kata lain, kerahiman Ilahi sungguh dibutuhkan mengubah suasana penghancuran menjadi suasana pendamaian serta kasih. Kerahiman Ilahi juga semakin dibutuhkan bagi manusia sebagai subyek yang menciptakan suasana kedosaan. Ketika bangsa manusia sudah tidak dapat menolong dirinya sendiri untuk keluar dari carut marut kehidupan yang penuh kedosaan, kerahiman Ilahi menjadi rahmat yang semakin dibutuhkan.

Sebagai orang beriman kita semua diingatkan untuk membuktikan `kemurnian iman’ kita masing-masing. Emas dimurnirkan dengan api, emas murni tidak akan meleleh karena panas api yang membara. Paulus mengumpamakan iman kita bagaikan emas, maka baiklah untuk memurnikan iman kita marilah kita sungguh mendunia, berpartisipasi dalam seluk beluk dunia, karena sebagaimana dikatakan oleh Yakobus “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak 2:17). Jika kita sungguh mendunia, berpartisipasi dalam seluk beluk dunia akan kelihatan apakah iman kita sungguh tangguh, handal dan murni, karena mendunia tanpa iman akan amburadul hidupnya, semakin mendunia harus semakin beriman. Dalam seluk beluk dunia sarat dengan masalah, hambatan dan tantangan-tantangan, maka memurnikan emas berarti berani menghadapi masalah, hambatan atau tantangan yang ada., tidak melarikan diri.

Ketika iman kita murni, maka hidup bersama sebagai umat beriman akan meneladan cara hidup jemaat atau umat Perdana, yaitu ” Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” (Kis 2:42-45).Kebersamaan hidup dan kerja kita sungguh menarik, memikat dan mempesona orang lain, sehingga banyak orang tergerak untuk mendekat dan bersahabat dengan kita, sebagaimana terjadi juga dalam jemaat perdana: ” mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”(Kis 2:47). Marilah dengan rendah hati dan bantuan rahmat Allah kita senantiasa berusaha agar cara hidup dan cara bertindak kita `disukai semua orang’.

~Dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s