Stasi St Rafael PT Johan – Minggu Paskah 2015

Stasi PT.Johan berada di komplek perkebunan, umat di stasi ini melaksanakan kegiatan gerejawi di gedung serbaguna yang digunakan sebagai gereja. Yang menggunakannya bukan hanya umat Katolik tetapi juga Jemaat HKBP dan  Pentakosta. Maka saat pastor tiba di tempat ini pukul 14.30 Jemaat HKBP masih sedang melaksanakan Ibadat dan selesai tepat pukul 14.55 WIB. Jam 15.00 WIB satu-satu tampak umat Katolik berdatangan. Gereja tampak kotor  sehabis digunakan saudara/ri dari HKBP. Maka terpaksa harus disapu dan dirapikan dulu agar nyaman dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Di stasi ini umat yang terdaftar ada 26 KK tetapi masih ada juga umat katolik yang tidak mendaftar sebagai warga stasi namun kadang-kadang ikut melaksanakan ibadat. Hal ini tentu menjadi keprihatinan umat, tetapi tentu tidak bisa dipaksa agar mereka mendaftar. Semoga mereka punya kesadaran untuk mendaftarkan dirinya sebagai warga gereja, mengingat kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan agar tidak ada kesulitan, demikian ungkapan salah satu warga di satasi ini.

Sebelum Perayaan Ekaristi Paskah dimulai terlebih dahulu mengecek persiapan umat. Dan melatih beberapa lagu-lagu Paskah dari Madah Bakti. Pastor juga melatih nyanyian Alleluia alleluia alleluia puji Tuhan kepada anak-anak BIA. Maka walaupun jadwal untuk misa di tempat ini pukul 15.00 wib. Baru dapat dimulai pukul 16.00 wib. Setelah Misa umat mengadakan pesta (makan bersama) di dalam gereja. Makanan mereka bawa dari rumah yang telah mereka persiapakan sebelumnya. Anak-anak BIA cukup banyak yang hadir, karena mereka menunggu penguman. Sebab pada pagi hari BIA telah mengadakan kegiatan dan lomba seperti lomba CCA (cedas cermat Alkitab), lomba lari dalam karung, lomba membawa kelereng dengan sendok, lomba makan kerupuk dan lomba pemcari telur Paskah. Yang menjadi pemenang dari lomba CCA adalah : Aldo, Beca dan Arjuna. Begitu keterangan Ibu Sri yang menjadi koordinator BIA dan BIR di stasi ini.

Tetapi pastor  tidak dapat mengikuti kegiatan sampai akhir karena hendak cepat pulang ke Pekanbaru, maka setelah doa penutup  makan bersama kamipun minta pamit sedangkan umat masih melanjutkan kegiatannya. Anak-anak sangat senang dengan kehadiran Pastor Lius. ***

~Rosalaura Purba

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s