Stasi St Yosef Salo – Ibadat Jumat Agung 2015

Jumat, 3 April 2015 @15.30 untuk pertama kalinya Stasi St Yosef Salo mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadat jalan salib dipimpin oleh Pastor, kali ini adalah pastor Paroki sendiri – Pastor Franco Qualizza SX memimpin ibadat agung ini.

Sebelum Ibadat – karena baru pertama kalinya – Sr Louis Marry Saragih FCJM yang mendampingi perjalanan hari ini – bersama pastor dan petugas mengadakan “briefing” singkat agar peribadatan agung ini dapat terlaksana dengan lebih benar.

Umat yang hadir dalam ibadat agung ini  cukup padat dan memenuhi setiap bfangu Gereja dnegan rapat.

Ibadat dimulai dengan perarakan sunyi, tanpa lagu pembuka. Pastor memasuki gereja bersama dengan misdinar dan petugas. Hari ini – adalah satu-satunya hari dimana Gereja tidak merayakan Ekaristi / Misa karena Sakramen Ekaristi merupakan sakramen Paskah Kristus – Sakramen keselamatan –  yang mana dalam Ekaristi Gereja mengenangkan/ merayakan wafat dan kebangkitan Kristus yang menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Secara khusus, Jumat Agung, adalah hari dimana Gereja mengenangkan Wafat Kristus, sedangkan kebangkitanNya nanti dikenangkan/dirayakan dengan meriah pada hari Paskah raya.

Bacaan pertama dan kedua dibacakan oleh lektor, sedangkan mazmur dilantunkan oleh Suster Louis FCJM. Bacaan Injil dalam Jumat agung dikenal dengan nama Passio diambil dari Injil Yohanes yang menceritakan tentang sengsara Yesus ini dibacakan oleh dua petugas dan pemeran Yesus dibacakan oleh Pastor.

Upacara penghormatan salib ditandai dengan perginya pastor dan misdinar keluar Gereja untuk mengambil salib yang akan diarak masuk ke dalam gereja. Pada saat perarakan salib, ada tiga tempat di mana kayu salib ditunjukkan kepada umat. Pada saat pastor berhenti, suster melagukan ajakan pada umat untuk melihat kayu salib dan umat berlutut. Kegiatan ini berlangsung tiga kali dimulai dari belakang Gereja, tengah dan di depan Altar.Dan pada setiap perhentian.. Setelah salib dipegang ileh misdinar di depran altar, kamudian dan ssluruh umat mencium salib sebagai tanda penghormatan terhadap Kristus yang tergantung di kayu salib.

Ibadat  Jumat Agung di stasi ini berakhir pukul 5 sore. (re).

Foto-foto tersedia di Facebook Paroki St Paulus Pekanbaru

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s