Paroki St Paulus – Jumat Agung 2015

Jum’at 3 April 2015, pukul 15:00 perayaan Jum’at Agung dimulai, yang dipimpin oleh Pastor Otello Pancani,SX.

Gereja dipadati oleh umat, tidak hanya di bagian bawah, di balcon ataspun umat sangat ramai dan sebagian umat mendapat tempat di bagian luar gereja. Ini membuktikan bahwa umat sangat antusias untuk melakukan penghormatan salib Tuhan.

Sebelum perayaan dimulai, petugas menyampaikan perayaan Jum’at Agung terbagi atas 3 bagian

  1. Liturgi Sabda                  : untuk menghidupkan iman kita atas kekuatan wafat Yesus.
  2. Penghormatan Salib   : Untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan.
  3. Komuni                            : Untuk memberi kesempatan memetik buah salib.

Selanjutnya misdinar, lektor, prodiakon dan imam mulai memasuki gereja yang hening, di depan altar terlihat kosong, tanpa kain, tanpa lilin dan tanpa bunga. Di depan altar juga terbentang karpet merah untuk tempat imam bertiarap, tetapi kali ini Imam hanya berlutut saja dan berdoa sejenak. Ibadat dibuka dengan doa pembukaan, dan diilanjutkan Bacaan I, mazmur, dan bacaan II. Bacaan injil dilaksanakan dengan passio, peran Yesus di bawakan oleh Pastor Pancani, dan peran lainnya oleh 3 orang laki-laki dari OMK.

Passio selesai dilanjutkan homili singkat. Pastor menyampaikan bahwa Yesus memperkenalkan Bapa-Nya dengan membasuh kaki manusia, Berlutut tidak merendahkan diri, tetapi meperkenalkan kemuliaan besar yang terletak dalam “melayani” bukan berkuasa. Pada hari Jum’at Agung, Yesus kembali memperkenalkan Bapa-Nya lebih jauh lagi, Yesus bersabda “Tidak ada kasih yang lebih besar dari menyerahkan nyawa-Nya untuk sahabatnya”. Kita semua adalah sahabat-sahabat Yesus. Pada saat kita berdosa, Dia tidak meninggalkan, melainkan mengampuni, dan merangkul kita. “Semakin manusia membuat dosa, semakin Allah mengasihi dia” (Roma 5: 20). Penutup Homili Pastor menyampaikan, bahwa harapan Yesus ialah Kasih, Pengampunan, dan Kerahiman yang Bapa curahkan, agar kita teruskan kepada sesama kita.

Homili selesai, doa umat dibacakan oleh Imam. Selanjutnya dilakukan penghormatan Salib. Dimulai dari pintu utama gereja, Salib yang diselubung dengan kain merah yang dibawa oleh Imam, dan diapit oleh 2 orang misdinar yang memegang lilin. Ada 3 titik pemberhentian : pertama bagian atas dibuka, dititik kedua pada bagian tengah gereja dibuka kiri dan kanan salib, dan titik ketiga didepan altar dibuka bagian bawah salib sehingga tampak keseluruhannya. Setiap pemberhentian seluruh umat berlutut dan dengan iringan lagu untuk menghormati Salib. Seluruh umat melakukan penciuman salib, yang dibantu oleh misdinar dengan jumlah salib 10 buah dititk yang berbeda.

Seusai penciuman salib, kini altar sudah dialasi kain putih, salib sudah tampak, lilin pun sudah menyala. Hosti sudah diambil dari tempat tuguran dan ditunjukkan kepada umat “Inilah Yesus yang mengembuskan nafas-Nya untuk kita”. Imam dibantu oleh prodiakon untuk membagikan hosti kepada umat, selama komuni diiringi dengan lagu merdu yang dinyanyikan oleh kelompok koor Gregorius.

Komuni selesai, Imam mengulurkan tangan kepada umat yang menundukkan kepala, Imam mengucap doa bagi umat. Pertanda Perayaan Jum’at Agung selesai, pada pukul 17:30

~Clara Zixiana

Foto-foto diambil oleh Fika Angela Silaban dan Clara Zixiana, tersedia di FB Paroki St Paulus Pekanbaru

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s