Paroki St Paulus – Kamis Putih 2015

Apa yang khas pada perayaan Kamis Putih? Yaitu : yang pertama pada umumnya umat menggunakan pakaian yang bernuasa putih dan yang kedua adalah pada hari Kamis Putih terjadi peristiwa pembasuhan kaki.  Dua ciri khas tersebut mewakili secara lahiriah dalam warna pakaian dan warna liturgi yang digunakan, secara rohaniah adalah adanya peristiwa cinta kasih seorang guru membasuh kaki murud-muridnya. Kamis putih ditutup dengan acara tuguran yang dilakukan secara bergantian hingga larut malam. Bahkan dibeberapa paroki acara tuguran dilakukan sampai jam 5 pagi.

Suasana Kamis Putih Paroki St Paulus Pekanbaru / Foto Bpk Hino Bagas Saputro

Suasana Kamis Putih Paroki St Paulus Pekanbaru / Foto Bpk Hino Bagas Saputro

Di Gereja Paroki St Paulus Pekanbaru, Kamis 2 April 2015 – hal itu juga terlihat sungguh sangat indah dan agung seluruh umat menggunakan pakaian yang bernuansa putih. Seperti biasanya dikebanyakan gereja-gereja katolik rangkaian perayaan Paskah sudah dimulai sejak Minggu Palma sebagai pembukaan pekan suci, masuk pada tri hari suci yaitu Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci. Dan nampaknya umat tidak bosan untuk tetap hadir di gereja, bahkan kebanyakan umat meresa rindu untuk mengikuti perayaan ini. Sehingga bagi umat yang ingin dengan khususk mengikutinya sudah datang lebih awal  ke gereja, maka walaupun masih pukul 18.00 beberapa kursi dalam gereja sudah mulai terisi. Pelayan tatalaksana sangat bersemangat dalam melayani umat digereja yang baru saja dipakai itu. Mereka menyambut umat yang datang dan menghantar ke tempat duduk di bagian depan. Sehingga terisi. Ibu-ibu utusan kring ini juga bertugas sebagai kolektan ada berjumlah 20 orang yang dimbil dari kring, tiap kring mengutus 5 orang.

  Perayaan Kamis Putih mulai pukul 19.00 dipimpin oleh Pastor Germano, SX. Beliau datang dari Jakarta untuk melayani umat di Paroki Santo Paulus. Suatu masa untuk mengenang kembali masa-masa pelayanannya di labuh baru, karena sebelumnya beliau telah pernah melayani di paroki ini selama 15 tahun. Dalam kotbahnya beliau mengatakan “Malam ini merupakan malam pelayanan kasih. Kasih seperti kasih Yesus  yang memberikan kepuasan, ketengan, dan merasa berkembang. Yesus yang adalah guru membasuh kaki murid-muridnya maka katanya hendaklah kamu juga berbuat demikian” . Yesus menunjukkan IA yang melepaskan diriNYA. Ia Mengajarkan cinta kasih, dalam cinta kasih harus ada kerendahan hati. Apakah kita dalam pelayanan kita juga sudah berbuat demikian ataukah pelayanan kita mirip seperi Bos kecil??? Yang ingin mendapat pujian??? Setelah kotbah dilanjutkan dengan acara pembasuhan kaki.

Persiapan persembahan diiringi tarian persembaaya Nias, mereka juga menggunakan pakaian bergaya Nias. Tarian dibawakan oleh anak-anak remaja sedangkan lagu  untuk mengiringi tarian dan pembawa persembahan dikumandangkan oleh anak OMK.

Setelah doa penutup dilanjutkan dengan acara perarakan Sakramen Maha Kudus dimulai dari gereja menuju runga fasilitas. Agar tetap tertata maka dalam perarakan umat tetap ditempatnya sedangkan misdinar, prodiakon, para rasul dan koor ikut dalam perarakan.

Setelah sakramen maha kudus ditempatkan pada tempat yang telah disediakan semua yang ikut dalam perarakan ikut berlutut sebagai tanda penghormatan, selanjutnya acara doa tuguran dimulai pukul 21.00. dari masing-masing kring secara bergantian melakukan doa dan sembah sujud kepada sakramen Maha Kudus hingga pukul 01.00***

~Rosalaura Purba

Foto-foto lain diambil oleh Fika Angela Silaban dan Clara Zixiana, tersedia di Facebook Paroki St Paulus Pekanbaru

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s