Stasi St Veronika Palas – Kamis Putih 2015

Kamis, 2 April 2015 pukul 19.00, cuaca di Stasi St Veronika Palas cerah berbintang. Animo umat menghadiri perayaan Kasih pada hari ini cukup baik.

Andaikan aku pahami bahasa semuanya, hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati… Ajarilah kami, Tuhan.. bahasa cinta kasih..” Lagu yang dinyanyikan umat ini mengiriringi Pastor Otello Pancani SX, menuju Altar untuk memulai perayaan cinta kasih ini – Misa Kamis Putih.

Ada tiga hal yang dikenangkan Gereja untuk dirayakan malam istimewa ini.

  • Pertama, Allah menjadi makanan manusia, yang belum dipahami manusia
  • Kedua, Yesus memberi perintah baru, agar kita saling mengasihi satu sama lain. Perwujudan cita “mengasihi” bisa bemacam-macam, seperti bersalaman, mengampuni, melayani.
  • Ketiga, Yesus melimpahkan wewenang dan kuasa kepada murid-murid-Nya sebagai imam. Imam besar hanya satu, yaitu Yesus sendiri. Para pastor, diakon, uskup adalah Sakramen, yang menghadirkan Kristus yang adalah satu-satunya Imam itu. Para imam yang dilimpahi wewenang oleh Yesus memiliki tugas, yaitu Ekaristi, Mengampuni Dosa dan menghimpun Gereja.

Kasih – yang diajarkan Yesus – harus mengalir keluar, tidak tinggal diam dalam diri orang yang menerimanya. Pada perayaan kasih ini juga, diteladani pembasuhan kaki 12 umat yang dipilih oleh pengurus stasi, untuk menerima pembasuhan kaki dari Pastor Otello Pancani SX – yang diberi wewenang oleh Kristus sendiri melalui Sakramen Imamat.

Jati diri Allah adalah pelayan manusia, yang terdorong oleh kasih-Nya. Menjadi pelayan bukanlah berarti menjadi “rendah” melainkan menunjukkan kebesaran sejati. Yesus, membasuh kaki bukan sebelum atau sesudah perjamuan, melainkan di tengah-tengah perjamuan. Pada saat itulah dan oleh Yesuslah kita “dibersihkan”. Yesus – yang adalah Tuhan – membungkuk, melayani, dimana tidak ada satu dogma ajaran agama manapun yang menampilkan tuhannya “membungkuk”, “merendah.”

Jika ada cinta kasih… hadirlah Tuhan.. Cinta Kristus mengumpulkan kita semua, bersuka dalam diri-Nya, bersoraklah. Bertaqwa dan sayangilah Tuhan yang hidup. Mari saling cinta, sebulat hati.” Demikian umat mengumandangkan lagu pada saat Pastor melakukan praktek cinta kasih Tuhan di tengah-tengah perjamuan.

Misa diakhiri pukul 21.00. Biarkan kasihNya mengalir melalui dirimu dan dirasakan juga oleh orang-orang di sekitar kita.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s