Stasi St Yoh. Don Bosco Rajawali – Minggu Palma 2015

“Lihatlah, apakah ada cinta dan kasih yang sebesar kasih Tuhan?”

Sebanyak ratusan umat tampak memadati pelataran halaman Gereja St. Yohanes Don Bosco dalam rangka memperingati hari Minggu Palma yang diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2015. Misa yang dibawakan oleh Pastor Franco, SX ini dimulai pukul 10.30 wib dengan diawali koor gabungan umat. Dalam kotbah singkatnya di halaman gereja, Pastor Paroki ini menyampaikan “bahwa hari ini merupakan peringatan Minggu Palma, dimana Yesus memasuki Yerusalem bukan menunggang kuda melainkan seekor kedelai. “ Terpujilah Raja Daud yang kini tiba, dimana mulai minggu ini kita akan memasuki suasana yang berbeda, sekarang kita memuji Yesus, dengan lantunan hosanna, kemudian nanti kita akan mengenangkan wafatNya di kayu salib, dan kita merayakan kebangkitanNya atas kematian. Setelah upacara pemberkatan daun palma selesai, kemudian iring-iringan petugas dan Pastor memasuki gereja sembari bersama umat menyanyikan Yerusalem , Lihatlah Rajamu. Tampak pemandangan hijau yang begitu luar biasa, dimana umat menyambut Raja yang memasuki Yerusalem sembari melambaikan daun palma.

Ibarat sebuah alur film, umat diajak flash back  mengenang moment kisah perjalanan Yesus lewat pembacaan kisah sengsara Yesus yang dibawakan oleh petugas. Dalam homilinya , Pastor ingin kita menyimak dan merenungkan, terlihat jelas bagaimana sikap dunia menolak almasih, berbagai kecaman, dimusuhi, adanya ketidakpercayaan. Yesus datang membawa ajaran damai, membawa terang, namun yang terjadi adalah justru manusia menolak terang itu, sebab manusia lebih suka kegelapan. Peristiwa inilah yang merupakan tragedi wafat sang isah almasih yang kita kenangkan pada hari Jumat Agung, pada saat penyaliban. Dimana anak Allah, merendahkan dan menghampakan diriNya, rela menjadi abdi, setaraf dengan manusia, dan Yesus menyerahkan diri dengan tanpa batas, dengan patuh dan ketaatannya yang setia sampai wafat di kayu salib yang hina.

Apa yang telah dinubuatkan Yesaya, telah kita dengar dalam sengsara Yesus. Apa yang terjadi bagi kristus itu menjadi pedoman bagi manusia. “Siapa yang mau mengikut Aku harus memanggul salibnya” dan kita tidak boleh lupa, bahwa yang kita muliakan Kristus yang tersalib, kelak kita akan diikutsertakan dalam kebangkitan dengan penuh kegembiraan dan ini adalah pemuktian bahwa Yesus sungguh mencintai kita semua. “Lihatlah, apakah ada cinta dan kasih yang sebesar kasih Tuhan?” tutup Pastor mengakhiri homilinya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan liturgi Ekaristi, dengan nuansa yang sedikit berbeda, dimana umat yang hadir diperkenankan menyambut  Tubuh Kristus bersama dengan anggur.  Ibadah berjalan dengan lancar dan hikmah serta semakin semarak dengan lantunan koor gabungan umat yang begitu luar biasa.

Yerusalem…Yerusalem…, lihatlah Rajamu, hosanna terpujilah Kristus maha jaya.

Megasari Simanjuntak / Foto OMK St Yoh  Don Bosco Rajawali

Foto bisa dilihat di Facebook Paroki St Paulus Pekanbaru

rajawali

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s