Peran doa dalam peziarahan iman keluarga

Banyak orang mengeluh bahwa umat katolik berdoa sedikit. Bahkan terkesan minimalis, atau kadang sangat berlebihan. Di samping pandangan pesimistik dari mereka yang menjauhkan diri dari iman katolik, masih ada juga (dan banyak) yang menunjukkan kesetiaannya dalam melewati segala tantangan dan tetap teguh dalam iman. Tidak sedikit keluarga yang memahami bahwa kehidupan berkeluarga itu sangat penting dan banyak tuntutannya. Kerap kali seseorang bahkan harus menangis sendiri karena tidak sanggup memahami perilaku pasangan.  Keluarga, bisa dihidupi dengan baik, hanya dengan bantuan dari Allah, yang mengunjungi siapa saja yang mendengarkan Sabda-nya dan memohon dengan kerendahan hati dan kepasrahan yang tulus.

familyBeberapa keluarga masa kini menemukan keindahan pengalaman di masa kecil, dalam pengalaman dengan keluarga asalnya, yang pernah memberikan waktu sejenak guna berbicara dengan Allah dalam doa bersama keluarga. Di keluarga lain, pasutri memilih setelah makan malam dan ketika anak-anak sudah tidur, sehingga mereka bisa berdoa bersama dengan nyaman. Yang lain cenderung sebelum makan malam supaya semua keluarga bisa berkumpul, meski perhatian kadang agak kurang dari anak-anak. Pengalaman seminggu sekali makan malam yang diikuti dengan sharing keluarga dan berdoa bersama juga dipilih sebagai sarana menyadari kehadiran Allah dalam keluarga. Beberapa pasutri memilih bangun duapuluh menit lebih awal. Strategi untuk berjumpa dengan Allah dalam doa juga dilakukan dan diupayakan di menit-menit manusia bertemu dengan dirinya sendiri: saat macet di jalan, antri di loket, di stasiun kereta api, berdiri di bus, duduk di pesawat, dalam perjalanan, ketika menunggu di halte dst. Jika disadari pentingnya doa, dan jika dicoba sendiri merasakan bahagianya hidup dituntun oleh Allah, maka hari itu akan terasa dihidupi sebagai sebuah rahmat.

Namun tantangan dan kesulitan dalam doa selalu ada. Keberatan paling umum yang disampaikan cenderung berkait dengan perihal:

  • Doa dan pengalaman-pengalaman negatif di dunia: Jika Allah maha kuasa, mengapa Dia tidak bisa mengantisipasi agar kejahatan tidak terjadi? Jika Allah adalah maha kasih, mengapa Dia tidak bersedia mencegah dampak negatif dari kejahatan tersebut?
  • Doa dan sekularisasi: Apakah materi – kepemilikan / hak milik mulai menggeser tempat Allah dalam hati manusia?
  • Doa dan manfaat: Apakah berdoa itu bermanfaat untuk menemukan solusi persoalan hidup dan menemukan jalan keluar? Jika doa tidak dikabulkan, untuk apa membuang waktu dan tenaga untuk menjalankan ritus keagamaan ini?
  • Muncul juga beberapa keberatan yang terikat dengan pengalaman personal seperti lelah, tidak ada waktu, pikiran tidak fokus, tidak tekun, atau menemukan slogal seperti kerja keras adalah doa.

Apakah doa merupakan unsur efektif yang bisa mempengaruhi perjalanan sejarah sebuah keluarga? Muncul juga gejala yang menggarisbawahi kepercayaan kepada Allah secara umum dan perlunya mendoakan rumusan-rumusan tertentu jika membutuhkan. Mentalitas demikian tidak bisa dielakkan lagi, karena ini merupakan buah dari sikap hidup yang tumbuh secara laten dari gaya hidup manusia saat ini.

Misalnya, faktor kecepatan menjadikan waktu fakultatif, unsur ambil dan buang, lebih penting konektivitas dari pada relasi, informasi lebih penting dari pada tatap muka, kualitas efisiensi dan efektivitas pun bisa menjadi bumerang bagi keluarga. Kurangnya waktu berkumpul sebagai keluarga dan kesulitan dalam relasi dengan lingkungan, tetangga, petugas gereja, ketua lingkungan, ketua seksi atau imam pun bisa menambah beban yang sudah ada.

~ P Alfonsus Widhi, SX (Dimuat di Warta Paroki edisi XXXIV Februari 2015)

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s