Sapaan Pastor untuk Umat se-Paroki – Maret 2015

Umat se-Paroki St Paulus Pekanbaru yang terkasih…

Kita telah memiliki Dewan pastoral paroki baru, dan hampir semua stasi telah memiliki Dewan Stasi yang baru. Semua telah siap untuk melakukan “pelayanan”.

Semua umat Katolik dipanggil untuk melayani, seperti Alkitab sendiri katakan, “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran” (Rm. 6:18). Tetapi untuk jabatan-jabatan khusus seperti rasul, nabi, penginjil, gembala, maupun guru, seperti dalam Ef. 4:11, merupakan panggilan khusus. Bukan berarti bahwa guru sekolah minggu, anggota paduan suara, atau bahkan petugas kolekte, menduduki jabatan yang lebih “rendah”. Tidak ada jabatan-jabatan yang disebut “keren”, sebab siapa yang melayani Kristus, orang itu mendapatkan kasih karunia Allah. Lagipula Allah senang dengan orang yang setia dalam panggilannya. Apa artinya seseorang menduduki “jabatan tinggi” dalam kepengurusan Gereja, kalau ternyata ia menjadi orang yang tidak taat? Apa artinya jabatan raja, kalau akhirnya Saul harus menjadi orang yang tidak taat? Yang penting di sini adalah kesetiaan kita dalam melayani Tuhan.

Saat ini kita sedang menjalani Retret Agung, yang lebih dikenal dengan nama masa Prapaskah, yaitu masa persiapan untuk menyambut Misteri Paskah. Masa persiapan ini berjalan selama 40 hari, dimulai dari hari Rabu Abu sampai dengan Jumat Agung. Selama masa Retret Agung ini, kita sebagai umat Katolik diajak untuk bermati raga melakukan olah rohani dengan aksi pantang dan puasa serta aksi puasa pembangunan sebagai bentuk nyatanya.

Hakekat pantang dan puasa dalam Gereja Katolik bukan terletak pada ritualnya yang harus begini atau begitu. Hakekat pantang dan puasa adalah “koyakkanlah hatimu, bukan pakaianmu!” Nilai pantang dan puasa bukan terletak pada ritual karena itu hanyalah pakaian. Yang terpenting adalah bagaimana kita melawan diri sendiri dan masuk dalam suasana pertobatan yang terus menerus. Jika kita melakukan pantang dan puasa dengan membatasi pada tidak makan ini atau itu, maka sebenarnya kita telah merendahkan makna dari pantang dan puasa itu sendiri.

Selamat melayani…, Selamat ber-Retret Agung.

Pekanbaru, 7 Maret 2015

P Franco Qualizza, SX

Pastor Paroki

P Franco

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s