Dari Pastor Paroki untuk umat se-Paroki di awal tahun 2015

Yang kami kasihi, seluruh umat se-Paroki St Paulus

Selamat tahun baru 2015. Tahun ini Keuskupan Padang menetapkan sebagai tahun diakonia (pelayanan), dan tahun ini juga adalah berakhirnya masa kepengurusan Dewan Pastoral Paroki 2012-2015, demikian juga para pengurus stasi akan mengalami regenerasi untuk periode 2015 – 2018.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengajak dan mengingatkan para pengurus, baik DPP dan Dewan stasi terpilih mendatang untuk:

  1. Senantiasa menyadari kehormatan besar yang kita terima mendjadi pelayan Tuhan. Dalam menjalankan tugas kerasulan kita sebagai pengurus DPP, Stasi, Kring, Organisasi, kita sungguh melayani Tuhan sendiri dan bersama Tuhan kita turut membangun Kerajaan-Nya. Kehormatan ini begitu besar sehingga Paulus tidak segan berkata: “Apakah upahku? Upahku ialah ini:  bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah,” (1Kor 9:18) Semoga kita pun sanggup merasakan demikian!
  2. Dalam tugas pelayanan selalu mengusahakan persatuan umat. Memelihara kesatuan dan berusaha membangun persatuan dalam iman dan kasih menjadi suatu tugas kita yang pokok. Tugas ini akan mendorong kita selalu ‘mencari hyang hilang’, memperkuat yang lemah, memaafkan yang bersalah… Hidup bersama yang dijiwai oleh kesatuan hati dan budi pada dirinya sendiri bersifat misioner, memikat, mempesona dan menarik bagi banyak orang untuk mendekat bergabung.

Para pengurus atau anggota dewan paroki kami harapkan dapat menghayati kebersamaan hidup, demikian juga para ketua stasi dan kring. Salah satu usaha yang hendaknya tidak ditinggalkan dan dapat dikerjakan setiap hari adalah berdoa: berdoalah bagi seluruh umat Allah agar merekapun juga hidup bersama dijiwai oleh kesatuan hati dan budi; antara umat Allah kami harapkan juga saling mendoakan dan mengujungi. Dengan mendoakan sesama, kita sendiri membuka diri untuk menghormati sesama, bersikap ramah dengan semua orang, sabar juga dengan yang kurang kooperatif.

Tak ketinggalan, keluarga juga memegang peranan penting, maka kami juga mengingatkan para suami-isteri atau bapak-ibu dapat menjadi teladan persatuan hidup bersama sampai mati, saling mengasihi sampai mati sebagaimana telah diikrarkan ketika  mengawali bersama hidup sebagai suami-isteri.

“Jangan takut melayani,” demikian Bapa Uskup kita Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap menghimbau dalam pertemuan dengan Para Pengurus Stasi pertengahan September 2014 yang lalu – dalam kunjungan beliau ke Paroki kita. “Jangan takut melayani”, mengapa? Karena “servire Deum, regnare est”. Yaitu  karena “melayani Tuhan berarti ikut meraja bersama Dia”.

Selamat menempuh tahun 2015 dengan penuh semangat!

P. Franco Qualizza, SX

Pastor Paroki

Bersama ibu-ibu dari Gereja HKBP di Stasi St Rafael PT Johan dalam perayaan Natal bersama / Dok. Admin

Bersama ibu-ibu dari Gereja HKBP di Stasi St Rafael PT Johan dalam perayaan Natal bersama / Dok. Admin

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s