Misa Malam Natal 2014 – Paroki St Paulus

Ada suasana yang berbeda pada perayaan Natal tahun ini di Gereja Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Apa ya yang membuat perbedaan itu? Tentu hal ini di karenakan perayaan Natal dilakukan di dalam gereja baru yang pembangunannya hampir rampung/usai. Bangunan gereja yang sangat agung dan indah dengan gaya gotik dan adanya gambar-gambar santo pada bagian jendela atas bangunan yang dapat membatu umat untuk mengingat keagungan karya Allah melalui para kudus itu . Gaya gotik yang mulai di Eropah pada kisaran abad 15-16 tampak ditampilkan pada bangunan Gereja Paroki Santo Paulus Pekanbaru ini. Bahkan setiap orang yang memandang bangunan gereja ini baik yang berasal dari umat Paroki Santo Paulus maupun dari Kristen lain selalu mengatakan bahwa “gereja kalian indah sekali” sehingga tidak sedikit orang akhirnya melihat ke Agungan Tuhan dengan memandang gereja Paroki Santo Paulus Pekanbaru.

Selain mulai dipakaian gereja yang baru, hal yang membuat lain dalam perayaan natal tahun ini adalah ; hujan yang sangat deras mengguyur sebagian kota pekanbaru, hal ini dapat membuat  umat terhambat untuk pergi ke gereja, khususnya pengguna sepeda motor dan yang berjalan kaki . Tetapi ternyata hujan tidak menyebabkan surutnya semangat umat untuk mengikuti perayaan natal. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya umat yang datang ke gereja. Sehingga gereja yang terbesar di Pekanbaru itu penuh semuanya.  Bahkan sampai ke lantai atas dan  balkon gereja juga penuh. Bahkan sebagian umat tidak dapat kursi. Padahal jumlah kursi yang disiapkan sekitar …

Pada perayaan natal ini umat yang hadir bukan hanya dari stasi labu baru, tetapi juga dari stasi Arenka Ujung  mengikuti perayaan misa malam natal di Gereja Paroki. Selain itu juga hadir keluarga-keluarga  yang sengaja  berlibur untuk menikmati perayaan natal bersama keluarga. Natal merupakan moment indah yang tidak dapat terlewatkan setiap tahunnya. Natal merupakan sarana berkumpul,  berbagi kebahagiaan dan kasih dalam keluarga-keluarga Katolik dan Kristiani. Dimana Sang Raja  Damai dan Juru Selamat umat Manusia lahir di dunia. Dan setiap orang yang percaya kepadaNya akan selamat. Sehingga untuk setiap perayaan natal tidak pernah ada kehilangan moment untuk berkreasi bagaimana setiap umat dapat merayakannya secara istimewa.

Perayaan Ekaristi pada malam natal dimulai pada pukul 19.30 WIB yang dipimpin oleh Pastor Otello Pancani SX. Dalam perayaan Ekaristi malam natal masih dilambungkan satu lagu masa Adven kemudian dilanjutkan oleh lagu-lagu natal. Selain itu juga di kumandangkan maklumat natal yang di bawakan oleh sdri Pika Silaban. Maklumat natal merupakan pengumuman hari raya kelahiran Tuhan Yesus yang mengacu pada Kitab Suci yang menyatakan secara berurutan kelahiran Kristus, dimulai dari sejak masa penciptaan, dari abad ke abad berlalu, peristiwa-peristiwa sejarah, dan tokoh-tokok dalam kitab suci.

Yang merupakan kekhasan dalam perayaan natal Katolik dari waktu ke waktu sejak zaman Santo Fransiskus Asisi adalah adanya gua natal atau kandang natal. Hal ini dapat membantu umat dan kita semua untuk mengkontemplasikan dan mengenang peristiwa kelahiran Tuhan Yesus. Kanak-kanak Yesus dibawa oleh Melita sebagai Bunda Maria dan Adi sebagai Yusuf. Mereka adalah orang muda katolik (OMK) Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Kanak-kanak Yesus diarak dan diletakkan dalam kandang natal. Kemudian Gua natal di dupai sebagai proses pengudusan.

Semua acara Liturgi Perayaan Ekaristi pada malam natal berjalan dengan baik. Kehusukkan umat mengikuti perayaan Ekaristi malam natal ini juga didukung oleh para petugas seperti lektor pertama oleh Ibu Erna dan lektor kedua oleh ibu Evi Silalahi, pemazmur oleh Tere Napitupulu. Keindahan dan semaraknya di meriahkan oleh alunan nyanyian-nyanyian natal yang dikumandangkan  oleh kelompok koor Ave Verum dan dipimpin oleh Ibu Paulina Sihotang yang lebih sering dikenal sebagai Ibu Silaban. Doa umat secara meriah di bawakan oleh  Silaban sisters yaitu Frida, Feni, dan Fika. Tarian persembahan  yang iringi dengan lagu Halleluja yang dibawakan oleh kelompok bina Iman Remaja (BIR). Petugas tatalaksana ada berjumlah 16 orang yang diambil dari masing-masing kring. Selain hal tersebut pelayan disekitar Altar atau misdinar juga semuanya siap dalam kelancaran Perayaan Ekaristi, mereka yang bertugas pada malam natal ini ada sejumlah 13 orang di bawah bimbingan Rizky. Juga pembantu pembagi komuni atau lebih kita kenal dengan prodiakon yang bertugas ada sebanyak 14 orang.

Setelah berkat penutup atau perutusan,  dinyanyikan lagu penutup yang berjudul Feliz Lavidad sehingga membuat suasana natal  begitu meriah. Selanjutnya saling memberikan ucapan selamat natal dengan berjabat tangan dan cipika-cipiki. Hal yang menarik yang selalu kita lihat dimalam natal adalah acara photo-photo di depan kandang / gua natal dan di depan pohon natal. Namun ada hal yang belum terbudaya dalam natal di Paroki Santo Paulus Pekanbaru adalah kebiasaan berdoa di depan kandang atau gua natal. Karena pada umumnya umat hanya mau berphoto saja. Mungkin hal ini karena baru saja selesai mengikuti perayaan Ekaristi malam natal. Selamat Natal 25 Desember 2014 dan Tahun Baru 1 Januari 2015 Semoga kehidupan kita selalu dalam kasih dan damai Tuhan memberkati kita . ***RLP

Foto-foto bisa dilihat di Paroki Santo Paulus Pekanbaru

Pastor Otello Pancani SX - Homili malam Natal

Pastor Otello Pancani SX – Homili malam Natal

 

Koor / Foto Martinus Nopie

Koor / Foto Martinus Nopie

Mengantar Persembahan / Fofo Martinus Nopie

 

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s