NOTTE DI NATALE

Saudara-saudari, yang dikasihi Tuhan, Selamat datang, untuk merayakan Hari Raya Natal Tahun 2014.

“Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Penyelamat, yaitu Kristus, Tuhan“.

Pada waktu itu penguasa tunggal dunia adalah Kaisar Agustus, istananya di Roma.

Ia adalah kaisar pertama yang menuntut bagi dirinya PREDIKAT ‘divus, yang berarti yang ilahi, PREDIKAT kristus (yang berarti: yang TERURAPI) dan PREDIKAT penyelamat dunia’.

Lukas mengenakan ketiga gelar Kaisar Agustus itu Penyelamat, Kristus, Tuhan“.  kepada seorang bayi yang lahir di perjalanan di tempat perlindungan ternak, bayi itu adalah  Allah yang menjelma menjadi manusia.

Kaisar Augustus menginjak manusia untuk naik menjadi yang terbesar dalam meraih sukses, kuasa dan gengsi.  Bayi yang lahir malam ini, adalah Allah mahabesar yang menjadi yang terakhir dari semua untuk melayani semua terdorong oleh kasih.

Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

Tujuan sensus itu adalah agar tak ada satu orang pun yang lolos dari pembayaran pajak.

Maka, pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung, pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem.

Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin.

Lukas menulis: Ketika mereka sudah di situ. – Itu berarti bahwa

Maria dan Yusuf tidak tiba di Betlehem pada malam itu. Mereka sudah disitu jauh sebelumnya sebab jaraknya 140 km jalan kaki dari Nazaret ke Betlehem, 4 hari lamanya,  hanya dapat ditempuh ketika Maria masih hamil muda, bukan ketika Maria hamil tua.

Ketika mereka sudah di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan dan Maria melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung,

“sebut anak sulung diandaikan adanya juga anak bungsu” – Berdasarkan kitab suci dan injil tidak dapat dipastikan apakah Maria punya anak lain selain Yesus atau tidak.

Yang jelas, dengan menulis bahwa Maria melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, Lukas mengacu kepada Hukum Taurat yang menetapkan bahwa anak sulunglah harus dikhususkan bagi Allah, sebagaimana sdh dikatakan oleh malaikat Gabriel kepada Maria: dan anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus (Luk 1:35), kudus  berarti terpisah, yang dikhususkan bagi Tuhan.

lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak pada waktu malam.

Siapakah gembala-gembala pada waktu itu?

Dalam sejarah Israel kaum gembala mengalami nasib yang  bertentangan. Selagi orang Israel hidup sebagai nomad, figur gembala itu dipandang mulia: Raja disebut gembala, Allah pun disebut Gembala.

Akan tetapi ketika orang Israel berkembang dari nomad menjadi petani, figur gembala itu tidak mulia lagi. Malah gembala menjadi musuh kaum tani karena kepentingan bertentangan: ternak kaum gembala menerobos ke ladang-ladang kaum tani untuk mencari makan sehingga hancurlah hasil jerih payah kaum tani itu.

Pada waktu itu gembala bukan pemilik ternak; tidak dibayar selayaknya. Untuk dapat hidup, mereka bertindak tidak benar. Mereka tidak mengenal Hukum Taurat dan tidak ditaatinya.

Maka bagi institusi agama Yahudi  kaum gembala itu adalah orang berdosa yang tak akan selamat.

Malah justru kaum gembalalah yang menempati tempat no.1 dalam daftar orang berdosa yang akan dimusnahkan oleh Mesias ketika ia datang. Maka, ketika, tiba-tiba, Malaikat Tuhan berdiri di dekat mereka, mereka sangat ketakutan, sebab dikira saat mereka dihukum dan dibinasakan oleh Tuhan, telah tiba.

Ternyata, tidak! Sebaliknya!

Sebab malaikat Tuhan berkata kepada mereka “Jangan takut!”

Allah tidak datang untuk menakut-nakuti manusia!

Ternyata, dari pada dililit oleh api murka Allah-seperti dikhotbahkan oleh institusi-  agama,/ mereka diliputi oleh cahaya kemuliaan Allah, artinya, mereka diliputi oleh kerahiman dan oleh kasih sayang Allah.

Apakah artinya itu? Di sini Penginjil Lukas menitip pesan yang penting bagi murid-murid Yesus sepanjang zaman, yaitu:

Tidak benar bahwa untuk berjumpa dengan Allah,  manusia harus suci dulu.

Guru-guru agama dulu di Yerusalem mengajar: kamu harus suci, harus murni sebelum kamu berjumpa dengan Allah. Kamu harus menguduskan diri dengan ritus dan upacara khusus spy menghadap Allah dengan pantas. Sebab Allah murka sama orang berdosa.

Lukas berkata,”Tidak benar ajaran mereka”.

Yang benar adalah: Sambutlah Allah, maka Allah akan menjadikan kamu pantas baginNya, seperti Ia lakukan dengan gembala-gembala orang yang paling berdosa itu.

Allah tidak menunggu agar manusia berada dalam keadaan suci untuk berjumpa dengan dia. Sebaliknya, Allah sendiri turun untuk memurnikan manusia dan mengangkat manusia menjadi anakNya.

Berita bahwa Allah telah lahir di bumi ini sebagai manusia,  tidak disampaikan kepada imam besar Kayafas, wakil Allah di bumi ini, tidak disampaikan kepada dosen-dosen teologi dan alkitab; tidak disampaikan pula kepada imam-imam dalam suatu perayaan liturgi yang meriah di dalam kenisah di Yerusalem.

Berita kelahiran Allah di bumi ini, pertama-tama disampaikan kepada golongan orang yang oleh institusi agama itu dinyatakan sebagai orang yang yang terkutuk, bagi mereka tak akan ada keselamatan.

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.

Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan.

Para gembala diberi tanda bahwa Sang penebus itu telah lahir seperti seorang anak gembala lalu dibaringkan di dalam palungan.

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain,”Marilah kita pergi ke Betlehem.”

Di Betlehem mereka menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Lalu gembala-gembala menceriterakan pengalaman mereka. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.

Apakah artinya bahwa semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka?

Di sini terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh institusi agama di Yerusalem. Imam agung dan ahli-ahli Kitab suci menjelaskan bahwa ketika Mesias itu akan datang, tugas pertamanya adalah menusnahkan semua orang berdosa mulai dari gembala-gembala. Ternyata kesaksian gembala-gembala itu menyangkal ajaran institusi agama sebab mereka tidak dililit oleh api murka Allah, melainkan mereka diliputi oleh kemuliaan Allah, yaitu oleh kasih sayang Allah.

Itulah sebabnya  semua orang yang mendengar kesaksian gembala-gembala heran. Lain ajaran institusi agama di Yerusalem, lain apa yang dialami oleh  gembala-gembala, orang berdosa itu.

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Apakah artinya bahwa Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya?

Artinya adalah bahwa Maria membandingkan dalam hatinya pengalaman kaum gembala dan ajaran institusi agama  yang pernah ia terima. Bukan hanya itu:

Maria membandingkan pengalamannya sendiri dengan ajaran institusi agama Yahudi tentang Allah.

Sebab sejak dini Maria sendiri diminta memilih antara Allah yang diimani oleh para leluhurnya, seperti diajarkan oleh Musa dalam Hukum Taurat, dengan Allah yang ia alami dalam hidupnya sendiri.

MARIA, BUNDA ALLAH!  

Ketika itu usia Maria sekitar 12-13 tahun. Jika kita ingat akan lingkungan sosio-kultural dan religius di Nazareth pada zaman itu, kita bisa memahami betapa berani keputusan Maria menyetujui rencana Allah atas dirinya menjadi ibu Yesus, ibu Anak

Allah. Sebab, sebagai orang Israel, setiap hari Maria mengucapkan syahadat: Shema Israel,”Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!” (Ul 6:4)  

Sungguh pun Tuhan itu esa Maria berani menjawab,

“Jadilah padaku menurut perkataanmu.”

Artinya, Maria berani percaya bahwa  Allah yang  Esa itu bisa  punya anak!

Hujatan yang terbesar bagi bangsa Israel! Ada hukuman mati bagi hujatan itu. (Yesus akan dihukum mati, karena ia mengakui dirinya anak Allah).

Maria berani menyimpang dari kebenaran utama syahadat Israel, bahwa Allah itu Esa.

Maria berani melawan iman bangsanya dan pendidikan yang ia terima, untuk membuka diri pada kebaruan yang dijanjikan Tuhan.

Maria percaya bahwa Allah yang esa itu bisa punya anak, dan dialah ibunya.

Para saudara, bagi Maria mulailah pengalaman yang paling sulit, yaitu: Maria diminta menerima Allah, seperti nampak dan hadir dalam Yesus, anaknya.

Itulah perjalanan iman Maria: ia adalah ibu Yesus; akan tetapi ia diajak oleh Yesus  menjadi muridNya. Dan Maria rela, menjadi murid anakanya. Itu berarti mengimani Allah yang nampak dan yang hadir dalam diri Yesus, anaknya.

Para penginjil memberitahu bahwa tida jarang terjadfi salah paham antara Maria-Yusuf, sebagai orang tua dengan Yesus. Sebab mereka mau membina Yesus menurut agama dan tradisi orang Israel, sedangkan Yesus berpegang pada BapaNya yang adalah Allah. Lalu kita lihat Maria menjadi murid Yesus, sampai Ia berdiri dekat salib Yesus, siap menjadi senasib dengan Yesus, sebab perintah imam besar Kayafas adalah menangkap bukab hanya Yesus, tetapi juga murid-muridNya. Justru itu para murid ketika Yesus ditangkap di taman getsemani semuanya meninggalkan Yesus sendirian. Tapi, Maria berdiri dekat salib Yesus, bukan hanya sebagai ibunya, tetapi juga sebagai muridNya yang rela menyerahkan hidup bersama Yesus dan seperti Yesus, yang selalu berpihak pada orang yang tertindas, dan bukan pada orang yang menindas.

Itulah kebesaran Maria.

Maka pada malam Natal ini, marilah kita berdoa,” Ya, Buda Maria, bantulah kami agar kami pun, bersama dikau hidup sebagai murid Yesus yang setia. Hanya Dialah Penyelamat, Kristus, Tuhan“.  Amin

~Pastor Otello Pancani, SX

Pastor Otello Pancani SX - Homili malam Natal

Pastor Otello Pancani SX – Homili malam Natal

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s