Ritus Penutup

Ritus penutup terdiri dari:

  1. Pengumuman
  2. Salam
  3. Berkat
  4. Pengutusan
  5. Nyanyian Penutup
  1. Pengumuman

Kendaklah diupayakan supaya pengumuman itu singkat dan jelas. Pengumuman hendaknya dibacakan oleh seorang petugas dengan ringkas, tidak panjang dan bertela-tela. Pengumuman yang dibacakan hanyalah yang penting-penting saja, danb menyangkut kehidupan Gereja. Pengumuman lebgkap dapat dibaca pada lembar informasi parole atau papan pengumuman gereja.

  1. Salam

Selesai pengumuman, Imam menyalami umat dengan kata-kata, “Tuhan bersamamu.” Dan Umat menjajawa, “Dan bersama Rohmu.” Salam dari imam dan jawaban dari umat ini tadi dipakai untuk mengawali Perayaan EKaristi, dan sekarang menjadi salam perpisahan. Terungkap di dalamnya iman bahwa kita semua didampingi Tuhan sampai akhir jaman. Ekaristi sebagai tanda kehadiran Kristrus adalah jaminan pendampingan-Nya dalam seluruh perjuangan kita.

  1. Berkat

Berkat merupakan bagian terpenting dalam ritus penutup. Maka janganlah pulang sebelum mendapatkan berkat. Ada banyak rumusan pemberkatan, namun semuanya berakhir dengan, “Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra dan Roh Kudus.” Dan umat menjawab, “Amin.” Melalui imam, Allah kemudian memberkati umatn-Nya dengan pengampuan, kesucian kerahiman dan ketentraman. Pemberian Allah ini selayaknya menghasilkan buah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pastor Otello Pancani, SX menyampaikan  berkat dalam Malam Paskah 2014 / Dok. Admin

Pastor Otello Pancani, SX menyampaikan berkat dalam Malam Paskah 2014 / Dok. Admin

  1. Pengutusan

Agar berkat yang kita terima sungguh berbuah dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kita diutus. Sesudah kita diberkati Allah, kini harus menjadi berkat bagi sesame. Damai yang telah kita terima dari Allah sekarang harus kita bagikan kepada sesame. Kita yang telah menerima rezeki ddari Allah, harus pulang berbagi rezeki dengan saudara-saudara kita. Kita diutus untuk berbagi kehidupan agar tercipta damai dan sejahtera di atas muka bumi.

  1. Nyanyian Penutup

Nyanyian ini fungsinya adalah untuk mengiringi perarakan pemimpin dan pelayan meninggalkan ruang ibadat. Jadi, akan sangat baik jika kita ikut menyanyi sampai selesai, dan bukannya buru-buru berdoa meninggalkan gereja.

======================

Seri Memahami Liturgi – Khususnya Ekaristi 

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s