Hari Minggu Adven III tahun B

Bacaan:

6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”

 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”

 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”

 22 Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”

 23 Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”

 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,

 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.”

 28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

 3 ADVENT

INSTITUSI AGAMA menguasai segalanya di Israel. Segala kegiatan religius harus mendapat restu dari mereka. Akan tetapi dari padang gurun terdengarlah ‘suara yang bebas yang penuh wibawa’ yaitu suara Yohanes Pembaptis, sehingga datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem.

Gerakan masal itu dirasakan sebagai ancaman bagi kuasa dan wibawa imam agung dan institusi agama. Maka institusi agama Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepada Yohanes Pembaptis untuk menanyakan dia.

Penginjil Markus menggarisbawahi bahwa tim  investigasi itu terdiri dari “imam dan orang Lewi”.

Siapakah imam-ima dan orang Lewi?

Imam-imam melayani kultus dalam Bait Allah. Suku Lewi, antara ke 12 suku Israel,  tidak mendapat tanah untuk suku mereka, gantinya diberi tugas sebagai “koster dan Satpam” di bait Allah (Bil 1:48-53). Oleh mahkamah agama mereka diberi wewenang sebagai polisi untuk menjaga keamanan di dalam bait Allah. Kehadiran mereka dalam tim investigasi itu berarti mereka siap menangkap Yohanes Pembaptis jika ia melanggar ketentuan-ketentuan institusi agama.

Maka dimulailah interogasi terhadap Yohanes,”Siapakah engkau?”

Dalam pertanyaan komisi investigasi yang kasar itu Yohanes Pembaptis sudah membaca bahwa apa yang merisaukan imam agung dan institusi agama adalah Mesias!   Mengapa?

Sebab diyakini bahwa ketika Mesias itu datang, Ia akan melakukan 3 hal.

  • Pertama: Mesias akan menafsirkan Hukum Taurat secara benar, bukan seperti dilakukan oleh para ahli alkitab dan teolog, yaitu para rabi.
  • Kedua: Mesias akan memulihkan martabat dan  fungsi Bait Allah.
  • Ketiga: Mesias akan membersihkan institusi agama dari korupsi, mulai dari imam agung. Itulah yang ditakut-takuti oleh imam agung dan itulah sebabnya dalam pertanyaan-pertanyaan tim investigasi itu terasa adanya desakan terhadap Yohanes Pembaptis untuk mengetahui apakah ia Mesias atau tidak, “Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami” –  kata  tim investigasi itu. Imam agung dan institusi agama di depan umat berdoa dan suruh berdoa agar Mesias itu lekas datang, akan tetapi, sebenarnya, mereka mengharapkan Mesias itu jangan segera datang.

Yohanes Pembaptis, anak imam Zakharias, tidak mengikuti ayahnya melayani kultus di Bait Allah di Yerusalem. Ia tinggalkan institusi agama Yahudi dan memilih menjadi “suara” di padang gurun.

Suaranya adalah suara seorang nabi yang menjadi cambuk bagi institusi agama  dan bagi raja Herodes. Suaranya dikontrol oleh institusi agama dan dibungkam oleh Herodes demi gengsinya.

Akan tetapi suara seorang nabi tak  akan dapat dikontrol dan dibungkam, sebab senantiasa akan tampillah suara yang lebih lantang lagi: suara Yesus dari Nazareth. Suara Yesus pun dikontrol dan dibungkam demi kepentingan Kayafas, imam agung. Akan tetapi tampillah suara yang lebih lantang lagi: suara para murid Yesus, bukan hanya di Yerusalem akan tetapi di seluruh dunia.

~ P. Otello Pancani, SX

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s