Harapan Dalam Kesulitan

Bacaan:

  • Yesaya 30:19-21; 23-26
  • Mzm 147:1-2, 3-4, 5-6
  • Mat 9:35; 10:1, 6-8

Ada kata-kata bijak berbunyi, “Hidup memberi sejuta alasan bagimu untuk meratap, tetapi memiliki Yesus adalah satu-satunya dasar bagimu untuk bergembira dan bersyukur.”

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita kadangkala memiliki beban berat yang membuat kita mengeluh dan meratap. Namun, bila kita memiliki Yesus dan melakukan kehendak-Nya adalah harapan kita untuk merasakan keselamatan-Nya.

Hari ini Yesus berkata, “Kamu telah memperolehnya dengan Cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-Cuma.”

Mungkin kita akan menjawab, “Semua yang kumiliki tidak gratis kudapatkan, Tuhan; makanan harus kumasak, uang harus kucari, pakaian harus kubeli, dan semuanya serba kuusahakan baru bisa mendapatkannya.”

Tuhanpun akan menjawab, “Betul. Namun, kamu kan sudah menerima banyak rahmat dari-Ku. Seandainya Aku tidak memberi hidup baru pagi ini, apa yang bisa kamu lakukan? Jika hidup ini masih diberikan kepadamu, maka semuanya bisa kamu usahakan dan dapatkan.”

Dalam kesulitan, kita lebih banyak berpusat pada diri sendiri, sehingga kita tidak dapat melihat pekerjaan besar Tuhan, yaitu Kerajaan Surga sudah dekat. Kita harus mendahulukan pekerjaan Tuhan daripada kehidupan kita dan beban kita sendiri. Karena Tuhan akan meringankan dan memberikan kelegaan kepada siapa saja yang memperjuangkan Kerajaan-Nya.

Merenung di Pantai Padang / Foto Admin

Merenung di Pantai Padang / Foto Admin

Karena itu, hidup ini terlalu singkat untuk ditangisi. Kita harus bangkit. Mentari pagi akan selalu ada di balik mendungnya awan; pelangi akan muncul mewarnai langit; selalu ada harapan di balik kecemasan. Tuhanlah harapan itu. Kita sudah menerima banyak, maka kita harus banyak memberi. Jika kita rela berbagi atas apa yang kita miliki, maka Tuhan tidak pernah diam untuk menambah kekurangan kita sehingga kita dapat terus berbagi. Satu hal yang harus kita lakukan adalah mendekatkan hati kita kepada Tuhan agar mudah berbelas kasih pada yang berkesusahan.

Setiap keluarga Kristiani mesti memiliki hati yang berbelas kasih, sehingga kita mudah tergerak oleh kesusahan orang lain. Kesusahan kita belum sebanding jika dibandingkan dengan kesusahan banyak orang di sekitar kita. Kita harus menjadi pekerja-pekerja Tuhan yang setia dalam misi Kerajaan-Nya.

Jangan mudah mengeluh!

~ Renungan Harian Bercitarasa Katolik “Café Rohani” Penerbit Karmelindo Malang – ISSN 1979-5440

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s