Menumbuhkan Iman Anak Dalam Keluarga

Salah satu tujuan perkawinan adalah untuk memiliki keturunan dan hampir semua orang yang memilih panggilan hidup berkeluarga menginginkan hadirnya anak-anak di tengah-tengah keluarga mereka. Kelahiran anak-anak akan menjadi sukacita dan semakin mempererat cintakasih diantara suami-isteri karena dalam kenyataan beberapa  rumah tangga menjadi bubar karena tidak memiliki keturunan.

Anak-anak adalah anugerah Tuhan yang sekaligus menjadi tugas dan tanggung jawab bagi orang tua. Kedua orang tua bukan saja membesarkan anak-anaknya tetapi juga harus mendidik mereka sebagaimana maksud Tuhan sendiri dalam hal ini orangtua tidak berjuang sendiri  karena ada berbagai pihak yang membantu pertumbuhan dan perkembangan anak misalnya Gereja, pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Namun keluargalah menjadi tempat utama dan pertama bagi pendidikan anak-anak.

Dalam keluarga tercipta relasi yang sangat dekat dan erat melebihi semua jenis  relasi yang ada di dunia ini. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama di mana anak-anak mendapatkan pendidikan dan contoh hidup. Anak-anak yang dididik dalam suasana cintakasih dan kejujuran akan melahirkan anak-anak yang penuh cinta dan jujur sebaliknya bila anak-anak dididik dalam suasana yang kurang kondusif misalnya kedua orangtuanya sering terlibat dalam pertengkaran atau adu mulut, anak-anak pun belajar untuk saling adu mulut dan bertengkar.

Setiap orang tua menginginkan dan mengharapkan anak-anaknya berhati tulus, rajin, lemah lembut dan masih segudang lagi sifat-sifat yang baik yang diharapkan ada dalam diri anak-anaknya. Namun itu semua harus di mulai lebih dahulu oleh kedua orangtuanya baru anak-anak akan dapat mencontoh sifat dan sikap baik tersebut. Bila orang tua mengharapkan anak-anak menjadi anak-anak yang lemah lembut berlakulah lemah lembut terhadap anak-anak, bila orangtua mengharapkan anak-anaknya percaya diri hargailah mereka, bila orang tua mengharapkan anak-anaknya rajin tentu saja orang tua harus menunjukkan cara kerja yang rajin terlebih dahulu.

Kesalahan orangtua terbesar dalam mendidik anak-anaknya adalah mendidik  dengan mulut/ kata-kata dan bukan dengan sikap dan teladan baik. Akibatnya lahirlah anak-anak yang pandai berbicara hal-hal baik saja dan bukan berbuat baik. Karena mereka dibesarkan dengan perkataan-perkataan baik dan bukan dengan perbuatan-perbuatan baik. Anak-anak yang dididik dengan cara demikian akan menghasilkan generasi yang pandai omong baik-baik tapi tidak dalam perbuatan dan bila tidak ada perbaikan akan terjadi hal yang sama dari generasi ke generasi.  Orang tua  sangat perlu menyadari dan memperhatikan hal ini demi kebaikan generasi yang akan datang karena bagaimanapun juga mereka adalah hasil dari pendidikan dari generasi sebelumnya atau orang tua yang mendidik dan membesarkan mereka.

Hal yang sama juga berlaku dalam hal iman, semasa anak-anak orang tua harus memperkenalkan iman akan Tuhan pencipta dan penyelenggara kehidupan ini tentu dengan cara yang sesuai dengan usia anak-anak. Setiap keluarga mesti membangun suasana iman dalam keluarga mereka melalui doa bersama, mengikuti perayaan Ekaristi paling tidak sekali dalam seminggu, membawa anak-anak dalam kegiatan sekolah minggu, ziarah rohani, dll. Doa bersama dalam keluarga; doa bersama ketika akan menikmati makanan, memulai hari baru dan mengakhiri aktivitas sebelum beristirahat dan berlangsung setiap hari. Sangat baik dan bermakna  dalam diri anak-anak bila dalam keluarga ada tradisi saling mendoakan, orang tua mendoakan anak-anak dan anak-anakpun mendoakan orang tuanya. Kebiasaan baik seperti ini akan menyuburkan iman dalam diri anak-anak dan akan berkembang dengan baik hingga mereka dewasa dan meskipun mereka kelak menghadapi berbagai tantangan baik karena pergaulan maupun tawaran zaman mereka akan tetap mampu memilih yang terbaik untuk dirinya dan untuk masa depannya.

~ Sr. Ezra, KSFL

Family - by Aurea Vienna 2010

Family – by Aurea Vienna 2010

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s