Pemecahan Roti

Imam memecah-mecah roti Ekaristi. Pemecahan roti melambangkan persatuan. Umat beriman yang banyak itu menjadi satu karena menyambut komuni dari roti yang satu, yakni Kristus sendiri, yang wafat dan bangkit demi keselamatan dunia (bdk 1 Kor 10:17).

Pemecahan roti mengingatkan kita akan tugas yang dipercayakan Tuhan, yakni untuk memecahkan atau membagikan diri kita sendiri; membawakan kasih dan damai Kristus kepada semua orang, supaya akhirnya semua menjadi satu.

Sementara imam memecah-mecahkan roti dan memasukkannya sepotong kecil dari roti itu ke dalam piala anggur, sambil berdoa dalam hati, diucapkan atau dilagukan Anak Domba Allah. Anak Domba Allah merupakan satu-satunya kurban penghapus dosa. Kita sekali lagi diingatkan akan Peristiwa Paskah, serta perlunya pengampunan dosa untuk memperoleh damai Kristus.

Pada waktu “mencampurkan sepotong roti dangan anggur”, imam berdoa dalam hati: “Semoga percampuran Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini memberikan kehidupan abadi kepada kita semua yang akan menyambut-Nya.”

Imam kemudian mengajak kita untuk menyambut. Dalam ajakan imam itu terungkap iman akan kurban Yesus yang berkuasa untuk mengampuni dosa dan menyelamatkan kita. Maka kita sungguh bahagia, Namun kita sadar juga akan ketidakpantasan kita. Maka kita bermohon agar Tuhan Yesus – dengan sabda-Nya – membuat kita pantas menjadi tempat tinggal-Nya.

Fractio Panis / gambar dari Hidup Katolik

Fractio Panis / gambar dari Hidup Katolik

======================

Seri Memahami Liturgi – Khususnya Ekaristi 

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s