Ritus Damai

Gereja memohonkan damai dan kesatuan bagi Gereja sendiri dan bagi seluruh umat manusia, sementara uamt beriman, mengungkapkan persekutuan dan cinta kasih satu sama lain dengan saling memberikan salam damai. Kita berjabat tangan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita dengan cara yang pantas.

salam damaiGuna menghindari kegaduhan, kita memberikan salam cukup kepada orang-orang yang ada di samping kiri, kanan, muka dan belakang. Tidak diperkenankan untuk keluar dari bangku dan berjalan kesana-kemari untuk memberikan salam. Dan jika dinyanyikan lagu Salam Damai, hendaknya lagu itu dinyanyikan dengan tempo yang normal.

Sebagai tambahan, dalam rekoleksi yang menutup Rawil Para Pastor se-Riau Daratan Oktober 2014, disampaikan bahwa Salam Damai tidak lagi disertai dengan nyanyian.

===========

Seri Memahami Liturgi – Khususnya Ekaristi

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s