MENGHIDARI SINDROM RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU

PILAR-PILAR PENOPANG CINTA PASUTRI

Dalam kenyataan banyak masalah yang membuat cinta itu menjauh termasuk karena adanya konflik dengan segala macam alasannya. Untuk itu cinta harus dipagar dan pasutri harus secara bersama menyiapkan pilar-pilar yang akan mengamankan cinta itu.

RD Bonefasius Rampung – dalam rekoleksi pasutri dalam rangka menyambut hari minggu keluarga Paroki Ksatrian Malang Desember 2012 yang lalu – menawarkan 10 tiang pengaman cinta pasutri dalam kondisi konflik atau kondisi yang tidak menguntungkan.

Ada 5 pilar yang harus dimilki suami  (S-U-A-M-I) yang mengamankan cinta Istri  dan ada 5 pilar milik Istri (I-S-T-RI) yang mengamankan cinta suami.

Dalam konteks usaha membebaskan diri dari sindrom rumput hijau beliau mencoba memaknai setiap huruf pada pasangan kata SUAMI-ISTRI itu. Pasangan kata itu terdiri atas 10 huruf bermakna dan dibagi adil  karena lima huruf milik suami dan lima huruf milik istri. Beliau memaknai dan melengkapinya dengan teks dari kitab Amsal.

S-U-A-M-I

Sadarilah bahwa masing-masing punya andil jikalau konfliks sampai terjadi. (Amsal 14,17: Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya)

Usahakanlah untuk mengadu atau berbicara terlebih dahulu hanya  kepada  Tuhan (Ams 11:13: Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara).

Akuilah dengan jujur dan ekspresif perasaan-perasaan negatifmu di hadapan Tuhan (Ams 5:21: Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya)

Mintalah hikmat dan kasih tambahan untuk dapat menyelesaikan konfliks tersebut sesegera  dan setuntas  mungkin (Ams 4:6:  Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya).

Izinkanlah istri untuk mencurahkan isi hati, termasuk uneg-unegnya, dengan merdeka, tanpa takut dimarahi (Ams 11:2: Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati)

I-S-T-R-I

Izinkan suami menganalisis masalah tanpa diinterupsi, sehingga pokok masalah dapat disoroti  secara jernih (Ams 10:19 : Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi).

Salurkanlah energi senantiasa untuk mencari solusi,  bukan untuk  mencari-cari  kesalahan (Ams 17:9: Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib).

Tetapkanlah hati untuk saling meminta maaf satu kepada yang lain  dan memohon  pengampunan Tuhan (Ams 16:6: Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan).

Rayakanlah penyelesaian konfliks secara kreatif (Ams 24:10: Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu).

Isilah hari-hari selanjutnya dengan curahan kasih sayang yang lebih  konkret demi kesembuhan dan pemulihan hubungan dan keintiman (Ams 27:5: Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi)

MENJADI JEMBATAN DI ATAS ARUS DERAS

Ini adalah judul sebuah lagu lama, “A Bridge Over Trouble Water” yang dirilis Januari 1970 oleh Colombia music, diciptakan dan dinyanyikan oleh Simon dan Paul Garfunkel. Sebuah janji, sebuah niat yang indah, sebuah dukungan bagi pasangan hidupnya.

Terjemahan:

  • Pada saat engkau lelah dan merasa tak berdaya,
  • Pada saat air mata mengalir deras dari matamu
  • Aku akan mengeringkannya
  • Aku akan berada di sisimu
  • Pada saat hidup terasa begitu sulit,
  • Dan mendadak saja tidak seorang temanpun yang dapat kau jumpai,
  • Maka seperti jembatan di atas arus deras,
  • Aku akan membiarkan diriku untukmu melintas di atasnya
  • Saat Engkau jatuh dan kehilangan arah
  • Saat engkau sendirian di jalan yang kau lalui
  • Saat malam mu datang begitu cepat
  • Aku akan menghibur mu
  • Aku akan mengambilnya darimu
  • Ketika kegelapan datang
  • Dan kepedihan menghampirimu
  • Maka seperti jembatan di atas arus deras,
  • Aku akan membiarkan diriku untukmu melintas di atasnya
  • Berlayarlah..
  • Teruslah berlayar…
  • Terang telah datang untukmu
  • Semua impianmu sedang datang menghampirimu
  • Lihat bagaimana mereka bersinar
  • Jika engkau membutuhkan seseorang
  • Aku akan berlayar juga tepat di belakangmu
  • Seperti jembatan di atas arus deras,
  • Aku akan meringankan beban pikiranmu

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s