MENCINTAI DAN MERAWAT BUMI UNTUK PANGAN SEHAT BAGI SEMUA

hps 2014Setiap tanggal 16 Oktober, Gereja ikut memperingati Hari Pangan Sedunia, sebagai wujud keterlibatan Gereja di tengah keprihatinan dunia sekarang ini. Mgr Ign. Suharyo, SJ – gembala KWI kita – menghimbau untuk ikut menyambut Hari Pangan Sedunia ini sebagai salah satu wujud iman kita.

Tahun lalu, saat peringatan Hari Pangan Sedunia 2013 , Bapa Suci Fransiskus menyampaikan pesan yang sangat penting. Beliau mengatakan bahwa Hari Pangan Sedunia menghadapkan kita pada salah satu tantangan yang sangat serius bagi kemanusiaan, yaitu kondisi tragis adanya jutaan orang lapar dan menderita gizi buruk, di antaranya banyak anak-anak. Beliau menyebut kelaparan dan gizi buruk sebagai skandal yang mestinya menantang kesadaran pribadi dan kesadaran bersama kita untuk ikut menemukan pemecahan masalah itu secara adil dan menyeluruh, demi kebaikan seluruh umat manusia (bdk Flp 2:1-5). Namun kenyataan yang terjadi saat ini, sikap individualislah yang justru tumbuh berkembang dan semakin menyebar. Kecenderungan ini mengarahkan orang pada sikap acuh tak acuh terhadap saudari-saudara yang mati atau dalam bahaya mati karena kelaparan gizi buruk.

Bapa Suci mengajak kita pertama-tama untuk sungguh-sungguh melepaskan diri dari sikap individualis, dari ketamakan atau keserakahan, dari sikap acuh tak acuh terhadap orang lain, dari sikap diperbudak oleh nafsu mencari untung sendiri. Selanjutnya beliau mengajak kita untuk mendidik diri sendiri dalam sikap belarasa, menemukan kembali nilai dan makna solidaritas dalam hubungan antar manusia. Tujuannya antara lain adalah untuk menghilangkan aneka bentuk kekurangan pangan akibat kemiskinan.

Ketidak-pedulian kita terhadap mereka yang lapar dan menderita gizi buruk tercermin dalam sikap kita terhadap makanan. Ada yang membuang-buang makanan. Ada yang hanya suka makanan enak dan menyenangkan, tanpa memikirkan asupan gizi yang cukup dan menyehatkan. Akibatnya banyak orang sakit dan rawan penyakit berat karena kelebihan makanan yang tidak menyehatkan, sementara yang lain kelaparan.

Tidak jarang orang mengeluh sambil mempertanyakan keadilan Tuhan ketika berhadapan dengan keadaan dunia yang buruk dan tidak menyenangkan seperti kelaparan, gizi buruk, bencana alam, atau sakit. Padahal sesungguhnya semua itu adalah akibat tindakan manusia sendiri. Tuhan menyediakan makanan cukup, tetapi manusia tidak mengelolanya dengan baik. Tuhan menyediakan makanan bervariasi yang sehat, manusia memilih yang enak dan menyenangkan saja.

Apa yang bisa kita perbuat?

Bapa Suci memberikan pesan yang sangat jelas agar kita melepaskan diri dari sikap acuh tak acuh dan serakah, serta bersikap solider terhadap mereka yang kelaparan dan menderita gizi buruk. Sikap tobat itu bisa dimulai dalam keluarga dengan tindakan nyata. Pertama, sediakanlah pangan yang sehat dan gizi yang seimbang dalam keluarga. Jangan sekedar mencari yang enak dan berlebihan. Patut diingat bahwa sehatnya masyarakat ditentukan oleh kesehatan dalam keluarga. Kedua, kita bisa membantu keluarga lain yang kelaparan dan menderita gizi buruk dengan menyisihkan sebagian pangan sehat keluarga kita untuk mereka yang kelaparan dan menderita gizi buruk dalam bentuk dana solidaritas.

Solidaritas dalam bentuk lain dapat kita wujudkan dengan menjaga lingkungan hidup yang sehat. Lingkungan hidup kita yang kurang sehat dapat membuat makanan kita tercemar. Maka seyogyanya kita dukung solidaritas dalam menjaga lingkungan hidup agar tanah tidak makin rusak; agar air tidak makin kotor; agar udara tidak makin panas dan mengandung racun. Kita teruskan gerakan peduli sampah, mengurangi pemakaian plastik dan styrofoam dan prakarsa-prakarsa kreatif yang lain.

Juga, dalam bulan Oktober ini – bulan Rosario – kita berdoa bersama Bunda Maria memohon agar kita semakin peduli dalam menyediakan pangan sehat dalam keluarga kita sendiri; agar melalui gerakan solidaritas, kita semakin peduli menyediakan makanan bagi mereka yang kelaparan dan menderita gizi buruk.

~Sumber: Surat Gembala KWI : Hari Pangan Sedunia 2014

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s