KEGIATAN PASTORAL PAROKI ST. PAULUS BULAN OKTOBER DAN NOVEMBER 2014

Saudara-saudari terkasih,

Salam damai Kristus!

Kita baru selesai merayakan suatu even penting di paroki kita, yaitu: Kunjungan Pastoral Bpk Uskup.

Selama kunjungan tersebut kita sempat mengalami berbagai anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Anugerah-anugerah Tuhan yang menyegarkan kita secara rohani dan dalam hidup bersama di dalam stasi dan paroki, antara lain, yaitu:

  1. Bimbingan yang bergharga dari gembala kita. Kita diingatkan:
  2. Untuk memperhatikan pembinaan umat di semua tingkat, dari BIA sampai orang dewasa dan pengurus stasi;
  3. Untuk meningkatkan semangat berdikari, yaitu rasa tanggung jawab kita untuk membenahi sarana-sarana fisik yang dibutuhkan di pusat paroki maupun di stasi-stasi dan sekaligus membangun iman dan persaudaraan kita di dalam komunitas kita masing-masing dan di paroki;
  4. Untuk memupuk semangat memberi diri dalam pelayanan kepada sesama dengan keyakinan bahwa kita melayani Tuhan.
  5. Anugerah Roh Kudus melalui perayaan Ekaristi yang dipimpin Bpk Uskup dan Sakramen Krisma yang diterimakan kepada 245 umat kita baik di stasi-stasi maupun di pusat paroki.
  6. Dukungan Bpk Uskup dalam segala kegiatan kita, juga dengan menciptakan suasana gembira di dalam semua pertemuan dan pesta yang dihadirinya.

Semoga anugerah-anugerah yang telah kita terima melalui kehadiran Bpk Uskup di tengah kita dapat kita pelihara dan manfaatkan dalam hidup dan kegiatan-kegiatan kita di stasi dan di paroki.

Saudara/i yang terkasih, Sekarang Kembali kita diajak oleh Gereja untuk memperbaharui semangat Kristiani melalui kegiatan-kegiatan yang ditawarkan kepada kita selama bulan Oktober dan November.

  1. Bulan Oktober ialah Bulan Rosario dan Bulan Misi. Kedua unsur ini yang mewarnai hidup Kristiani dalam bulan Oktober berpangkal pada dua perayaan:  pada tgl. 7 Oktober dirayakan pesta Bunda Maria Ratu Rosario; sedangkan hari Minggu III dalam bulan Oktober dirayakan sebagai Minggu Evangelisasi / Misi, pada tahun ini jatuh pada tgl 19 Oktober.
  • Doa Rosario merupakan suatu doa kontemplatif yang melalui Bunda Maria mengantar kita pada pemahaman dan penghayatan misteri iman tentang kasih Allah yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus (peristiwa-peristiwa gembira), yang diwartakan oleh Yesus melalui ajaran-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya (peristiwa cahaya), yang dinyatakan-Nya secara istimewa melalui sengsara dan wafat-Nya (peristiwa sedih) dan yang mencapai kemuliaan dan mengikutsertakan manusia dalam kemuliaan-Nya itu melalui kebangkitan-Nya (misteri mulia).
  • ‘Evangelisasi’ berarti ‘pewartaan Injil’, yaitu tugas perutusan yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya. Tugas pewartaan ini sering disebut dengan istilah ‘misi’. Kabar Gembira tentang kasih Allah yang menyelamatkan yang telah dialami oleh murid-murid Yesus adalah kabar gembira yang harus diwartakan kepada segala bangsa. Maka Gereja pada hakekatnya ialah misioner.  Dengan kata lain, jika suatu komunitas Kristiani lupa akan tanggung jawab pewartaan ini, maka komunitas itu bukan komunitas Kristiani yang tulen lagi.
  • ‘Kontemplasi dan Evangelisasi/misi” telah diperpadukan secara istimewa dalam hidup Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus yang pestanya dirayakan pada tanggal 1 Oktober. St. Teresia ini, seorang suster Karmelitan yang menjalani seluruh hidupnya di suatu biara kontemplatif, bersama dengan St. Fransiskus Xaverius telah diangkat oleh Gereja menjadi Pelindung Misi. St. Teresia ini mengajar kita bahwa sumber dan kekuatan misi ialah kedekatan kita dengan Tuhan sendiri, yaitu pada kesediaan kita untuk membiarkan hati dan pikiran kita diresapi oleh perasaan, cita-cita dan ajaran Yesus. semangat itulah terpancar dari kata-kata Paulus: “Kasih Kristus mendorong kita”. Semoga kasih itu mendorong kita juga menjadi saksinya dan pewarta yang benar, mulai dengan rajin menghadiri pertemuan lingkungan untuk berdoa rosario bersama.
  1. Bulan November ialah bulan terakhir dalam tahun liturgi. Gereja memanfaatkan bulan ini untuk membuka mata kita pada suatu cakerawala yang melampaui batas hidup kita di dunia ini, yaitu pada hidup di akhirat seperti telah diperlihatkan Yesus melalui kebangkitan-Nya.  Oleh karena itu bulan ini diwarnai dua perayaan penting:
  • “Hari Raya Semua Orang Kudus” (1 Nov.) dan “Hari Raya Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman” (2 Nov.). Perayaan-perayaan ini mengingatkan kita akan keterbatasan dan kerapuhan hidup kita di dunia ini (hidup jasmani yang berakhir dalam liang kubur) dan sekaligus akan anugerah besar hidup ilahi yang sudah ditanam dalam hati kita melalui iman dan Baptis dan yang membuat kita Pewaris, bersama Yesus, akan hidup mulia dan kekal.

Perayaan-perayaan ini menyadarkan kita pula akan realitas “persekutuan para Kudus” yang kita imani. Sehingga tali persaudaraan kita dengan Saudara-i kita yang sudah meninggal dunia tetap dapat kita hayati: dengan memohon doa dan perlindungan dari Saudara-saudara para Kudus di Surga (Hari Raya Semua Orang Kudus) dan dengan memohon doa dan mendoakan orang beriman yang sudah meninggal dunia, khususnya yang masih membutuhkan doa kita untuk mencapai kebahagiaan sempurna di Surga (Peringatan arwah semua orang beriman).  Dalam iman akan ‘persekutuan para kudus’,  kita yang masih hidup di dunia ini, dapat membantu jiwa-jiwa di “api penyucian” dengan mempersembahkan doa-doa untuk mereka, khususnya kurban Ekaristi.  Kita juga dapat membantu mereka dengan beramal, indulgensi, laku tapa, dan tobat.

  • Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, tanggal 23 November (Hari Minggu terakhir dalam Masa Biasa). Dengan perayaan ini kita mengakui Kristus sebagai raja atas segala raja dan siap turut menaklukkan di bawah kekuasaan-Nya seluruh alam semesta, mulai dengan pikiran, perasaan dan perbuatan diri kita sendiri.

Hal-hal lain yang patut diperhatikan dalam dua bulan yang akan datang ini:

  • Turut mensukseskan “temu BIR separoki” di Rumbai tgl 25-26 Oktober.
  • Mulai mempersiapkan administrasi stasi akhir tahun, yaitu : statistik umat stasi dan administrasi keuangan stasi.
  • Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) yang akan diselenggarakan di Labuh Baru tgl 7-9 November 2014.
  • Sehubungan dengan masa Adven yang akan berlangsung tgl. 30 Nov. s/d 24 De, kita diingatkan untuk menghindari merayakan pesta perkawinan atau pesta adat pada masa Adven tersebut.

Demikianlah dari kami! Semoga Tuhan memberkati segala usaha kita yang demi Kerajaan-Nya.

Salam damai Kristus.

 Pekanbaru, 27 September 2014

Franco Qualizza, SX
Pastor Paroki.

 pastor

One thought on “KEGIATAN PASTORAL PAROKI ST. PAULUS BULAN OKTOBER DAN NOVEMBER 2014

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s