SAKRAMEN YANG MENYEMBUHKAN

sakramen pengakuan dosa

Tidaklah cukup memohon ampun langsung kepada Tuhan ? TIDAK.

Karena, bukan hanya Tuhan yang ditentang oleh dosa-dosa kita, Gereja juga dilibatkan, meskipun kita tidak mengarahkan dosa-dosa kita secara sadar melawan Tidak cukupkah Gereja. Akibatnya, saat pendamaian, baik Tuhan maupun Gereja harus mengambil bagian dalam perayaan itu.

Peran ini dipercayakan kepada Imam yang ditahbiskan untuk mewakili Yesus Kristus secara khusus dan menjadi pemimpin dan juru bicara umat Allah, yakni Gereja.

Dewasa ini kita melihat bahwa Sakramen Tobat telah jatuh ke dalam kesia-siaan yang semakin besar, dan pentingnya sakramen ini secara umum tidak dilihat lagi baik oleh imam mau pun oleh umat” [1]

Romo Alex I Suwandi menyebutkan tiga hal mengapa umat “enggan” mengaku dosa.

  • Pertama, orang tidak mengaku dosa karena tidak mengerti konsep dosa secara jelas. Sehingga hal yang sebenarnya termasuk dosa, itu dilihat sebagai hal yang biasa dan tidak perlu diakukan kepada Tuhan dalam Sakramen Tobat.
  • Kedua, orang tidak mengaku dosa karena hilangnya pengakuan diri sebagai orang berdosa, yang masih tetap memiliki kecenderungan terhadap dosa (Ah, saya khan sudah suci karena dulu sudah dibaptis!). Dengan menganggap dirinya demikian saja, orang sudah jatuh dalam dosa kesombongan.
  • Ketiga, orang tidak mengaku dosa lagi karena tiadanya penyembuhan sesudah pengakuan dosa. Setelah menerima Sakramen Tobat toh masih tetap melakukan dosa yang sama. “Malu akh, selalu mengaku dosa yang sama melulu, itu-ituuuu…terus!”, komentar salah seorang umat yang pemah saya dengar.

Alasan ketiga ini perlu kita lihat lebih dalam, mengapa ada semacam ‘keluhan atau keputusasaan’ dalam diri umat, yang sebenarnya dengan menerima Sakramen Tobat ingin menjadi manusia baru dan utuh. Sebabnya antara lain karena tidak adanya keterbukaan yang penuh dalam diri peniten atau pentobat sendiri. Ia hanya mengatakan beberapa dosa yang ringan-ringan saja, walaupun pengakuan yang terakhir sudah cukup lama atau malah belum pernah menerima Sakramen Tobat sejak dibaptis dewasa.

Di satu pihak, dosa-dosa yang telah diakukan kepada Tuhan dalam Sakramen Tobat itu sudah diampuni. Kita percaya itu. Tetapi dengan mengakukan dosa-dosa yang ringan-ringan saja, atau dengan menutupi (tidak mengatakan) dosa yang sebenarnya, yang jauh lebih pokok dan mengganggu hidupnya, membuat pengakuan itu tidak sampai pada akar-akar dosa. Misalnya kenapa masih saja ada rasa iri hati, perasaan bersalah yang tidak sehat, merasa diri tidak dicintai, sulit mengampuni, dan sebagainya.

Hal-hal tersebut harus dicari apa sebenarnya yang menjadi akar semua dosa. Dalam hal ini, imam perlu menangkap akar dari semua dosa yang diakukan itu atau yang tidak disebutkan dengan jelas oleh si peniten. Sehingga apabila akar dosa tersebut sudah ditemukan dan si peniten membutuhkan doa penyembuhan, doa penyembuhan itu bisa dilakukan segera sesudah absolusi. Dengan demikian Sakramen Tobat selalu memberi daya penyembuhan spiritual, yakni pengampunan dosa, juga memberikan penyembuhan luka-luka batin (misalnya dan sikap mudah marah, dendam, iri hati, merasa dibenci, dan sebagainya), atau penyembuhan relasi yang disharmonis dengan sesamanya ataupun pembebasan dan kuasa kegelapan (misalnya terlibat dalam ilmu hitam, perdukunan, dan sebagainya). Dalam hal ini Sakramen Tobat dapat memberikan daya penyembuhan secara integral, utuh. Orang sungguh-sungguh dapat merasakan hidup secara baru dan bebas dan beban-beban yang selama ini terasa berat dan menyesakkan.

~ Alex I. Suwandi,“Penyembuhan dalam Sakramen Tobat”, BPK Keuskupan Padang, 1998:16

Category : Artikel

Tag : Sakramen Pengakuan Dosa

[1] Romo Michael Scanlan, “The Power in Penance“ ;Notre Dame: Ave Maria Press, 1972

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s