Syarat membangun Kerajaan Allah

Minggu Biasa Ke VII – Tahun A

Bacaan:
Im 19:1-2;17-18
1 Kor 3:16-26
Mat 5:38-48

Pelayanan Kasih menjadi pedoman hidup masyarakat.

Dalam semua Injil,  kehendak Allah – Bapa Yesus – hanya satu yaitu : Supaya manusia menjadi anak-Nya.

Bagaimana caranya? Apakah dengan banyak berdoa? Dengan bermatiraga dan berpuasa? Dengan meditasi dan bertapa?

Bukan itu jalannya!

Menurut Yesus jalan untuk menjadi anak-Nya adalah:

♥ Berdoa bagi musuh dan bagi orang yang menyakiti hati
♥ Melucuti kejahatan dan kekerasan orang-orang yang menyakiti kita / musuh kita dengan kebaikan.
♥ Mengampuni mereka semua tanpa syarat
♥ Berbuat baik kepada mereka
♥ Menjunjung tinggi nama mereka di hadapan umum.

Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu di surga, yang menerbitkan matahari pagi bagi orang jahat dan orang yang baik, dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan tidak benar.

Bagi Yesus, kasih yang mencari imbalan tidak menganduung keistimewaan. Keistimewaan terdapat dalam mengasihi manusia sebagaimana Bapa-Nya mengasihi manusia. Bapa-Nya mengasihi manusia senantiasa, tanpa syarat, satu arah – apapun tanggapan manusia.

***

sabda-bahagia

Siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Tetapi dalam Injil Yohanes kita baca;”Seorang penjaga berdiri di situ, menampar muka Yesus.” Yesus tidak memberi kepada penjaga itu pipi kirinya. Sebaliknya Yesus menegur penjaga yang menampar Dia,”Jikalau kataKu itu salah, tunjukkan kesalahannya, tetapi jika kataKu itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (Yoh 18:22)

Apakah maksud Yesus?

Dengan teguranNya Yesus mengajak penjaga itu agar menyadari sikapnya dan menjadi insaf mengapa ia bermain kekerasan. Dengan berkata “berilah juga pipi kirimu,” Yesus tidak mengajak kita untuk tunduk dan menyerah begitu saja. Yesus minta agar kita tidak membalas kekerasan dengan kekerasan yang akan memancing kekerasa yang lebih besar. Yesus minta supaya kita melucuti kekerasan dengan kasih yan glebih besar dari kekerasan dan sekaligus tegas dalam menegur si pelaku dan minta agar ia mempertanggungjawabkan kekerasan itu.

“Kasihilah musushmu, karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak BapaMu di surga.”

P Pancani Otello SX – Sumber: Teks Misa Xaverindo

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s