PAUS FRANSISKUS MENYAMBUT peserta Sidang Pleno Kongregasi untuk Pendidikan Katolik

Paus Fransiskus menerima peserta Sidang Pleno Kongregasi untuk Pendidikan Katolik pada hari Kamis (13-02-2014). Anggota dikumpulkan selama tiga hari pekan ini untuk membahas serangkaian masalah, termasuk reformasi Konstitusi Apostolik, Sapientia Christiana, yang mengatur sistem universitas Kepausan, pemulihan dan penguatan identitas Katolik di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Katolik, dan persiapan dua peringatan besar: 25 tahun berlakunya Konstitusi Apostolik, Ex corde Ecclesiae, di sifat dan misi universitas Katolik, dan peringatan 50 tahun deklarasi Konsili Vatikan II, Gravissimum educationis, yang menyerukan pembaruan instruksi Katolik dan formasi di semua tingkatan.

1_0_772889Salah satu fokus utama dari pernyataan Bapa Suci adalah kebutuhan bagi mereka yang bekerja di sekolah-sekolah Katolik, perguruan tinggi dan universitas, “Untuk terlibat dalam jadwal perjalanan pendidikan pertemuan dan dialog, dengan kesetiaan yang berani dan inovatif yang mampu memberikan ‘jiwa’ berbeda dari masyarakat multikultural bersama-sama dengan identitas Katolik.”

Paus Fransiskus juga berbicara tentang perlunya mereka yang bertanggung jawab untuk pembentukan iman untuk menjadi diri mereka sendiri well-formed dalam iman dan selaras dengan urgensi pengajaran iman dalam konteks sosial semakin ditandai dengan kehadiran dan partisipasi orang yang datang dari dari sejumlah latar belakang budaya. “Para pendidik di sekolah-sekolah Katolik,” kata Paus Fransiskus,” pertama-tama harus sangat kompeten, berkualitas, dan pada saat yang sama penuh kemanusiaan, mampu menjadi pribadi diantara orang-orang muda dengan gaya pedagogis [nya], untuk mempromosikan pertumbuhan humanisme dan spiritual mereka.”

Seorang pastor dan profesor filsafat di Universitas Kepausan Lateran, Fr. Philip Larrey, mengatakan kepada Radio Vatikan karyanya selalu melibatkan perhatian penuh dan keseimbangan dari kekayaan budaya yang meningkat dari badan mahasiswa dan tuntutan legitim dari program akademik, dalam terang misi universitas.” Kami memiliki siswa dari lebih dari sembilan puluh negara,” katanya, “yang menimbulkan tantangan bagi kami dan juga bagi mereka.” Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Salah satu karakteristik utama dari pendidikan Jesuit yang juga telah diterima Paus Francis dan [sekarang] yang bertanggung jawab, terlibat dengan budaya: pergi keluar, dan tidak bersembunyi di ‘bunker mentalitas’, tapi benar-benar mencari tantangan budaya yang ada di sekitar kita – dan saya berpikir bahwa, di Lateran [University], kami mencoba melakukan itu.”

Sumber :logo

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s