REFLEKSI DI HADAPAN PALUNGAN

Pengungkapan misteri jerami-jerami kering

Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.” (Yes 1:3)

DSC_4556

Kisah kelahiran Yesus – seperti yang disampaikan kepada kita oleh Penginjil Lukas – penuh sukacita di tengah-tengah konflik besar dan kesedihan – bahkan ironi dan penolakan . Hal ini membantu kita memahami peristiwa penyaliban yang dalam suatu cerita indah mengatakan , bahwa misi Yesus diwahyukan kepada kita , bagaimana ia datang kepada kita – dalam kemiskinan dan penghinaan . Di sana, di atas jerami , kita mulai tahu . Di sana, di palungan , kita mulai memahami . Tuhan kita diwahyukan kepada kita dengan kedatanganNya di tempat yang paling hina . Ini adalah meditasi untuk seluruh kehidupan kita . Kisah ini membawa kita untuk meyadari Sang Cahaya di tengah kegelapan, kemiskinan , penolakan , kekosongan , dan ditengah dosa-dosa kita. Dengan mengingatkan kita bagaimana cara kedatangan-Nya , Kabar Baik itu juga mengungkapkan  siapa diri kita sesungguhnya . Kita adalah ” orang-orang yang berjalan dalam kegelapan . ” Kita adalah orang-orang yang mengalami kekeringan seperti jerami-jerami itu.. Kita adalah orang-orang yang tidak hanya gagal untuk mengetahui dan memahami  -lebih daripada itu – kita mampu melakukan penyimpangan-penyimpangan  yang luar biasa dan dengan keras kepala mempertahankan nya.

Akar kata “palungan” dari bahasa Latin yang berarti hanya “untuk makan.” Yesus datang dalam kemiskinan – yang mana kemiskinan itu adlah kemisikinan kita, kekeringan hati kita – tidak hanya untuk menjadi “bersama dengan kita” tapi juga untuk mengenyangkan kita. Palungan dapat menjadi tempat untuk kita kunjungi pada Natal ini agar dapat dikenyangkan dengan penerimaan, cinta, dan kedamaian yang kita butuhkan.Tidak kegelapan di mana kita perlu merasa sendirian. Tidak ada satupun situasi buruk, kesedihan, tragedi, yang akan meninggalkan kekosongan dalam diri kita. Tidak ada dosa – tidak peduli seberapa egoisnya kita – yang akan membuat kita terpisah dari kasih Allah.

Mari berdoa:, “Datanglah, Tuhan Yesus. Datanglah dan kunjungi domba-dombaMu. Kami menunggu kedatangan-Mu. Mari, ya Tuhan.”

Sekarang, mata kita dibuka untuk sukacita menakjubkan oleh kedatangan-Nya kepada kita dalam palungan seperti saat 2.000 tahun yang lalu, sehingga kita akan mengetahui dan memahami kedatanganNya kepada kita dalam rasa lapar kita hari ini, dan akhirnya kita akan siap untuk menyambut kedatanganNya yang terakhir  yang akan membawa kita ke perjamuan yang telah dipersiapkan, untuk mengisi semua kerinduan kita.

SELAMAT NATAL 2013

===========

Sumber

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s