Thank You

Hari Minggu Biasa ke XXVIII tahun C
Bacaan:

  • 2 Raj 5 :14- 7
  • 2 Tim 2 : 8-13
  • Luk 17 : 11-19

Kisah Injil hari ini terutama mau nenegaskan sikap Yesus yang terbuka bagi mereka yang menderita. Orang kusta yang biasanya disingkirkan dari masyarakat boleh datang meminta belas kasihan kepada Yesus. Atas perintah Yesus, mereka pergi menghadap para imam. Dalam perjalanan mereka menjadi sembuh.

Hanya satu yang kembali dan orang itu adalah orang Samaria yang mendapat cap tidak baik dalam lingkungan Yahudi. Orang itulah yang kembali untuk memuliakan Allah.

Warta penginjil Lukas adalah warta syukur atas anugerah Allah. Anugerah itu terutama dipusatkan kepada diri Yesus Kristus yang menjadi wujud karya keselamatan Allah bagi manusia. Orang Samaria itu kembali kepada Yesus – untuk mengucap syukur.

Kita mendengar bagaimana 9 dari ke-10 orang kusta yang disembuhkan itu tidak puya waktu lagi untuk pulang dan berterimakasih kepada Yesus. Tentu ada alasannya, yaitu karena harus melakukan ketentuan agamanya: pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam di kenisah, sebab hanya si imamlah yang berhak menyatakan bahwa si penderita telah sembuh dan dapat direhabilitir. Orang Samaria tidak terikat oleh peraturan itu – ia bebas untuk menemui Yesus untuk berterimakaih kepada-Nya. Padahal mereka semua memulainya dengan baik, yaitu percaya pada Yesus yang bisa menyembuhkan mereka.

Itu bisa saja terjadi dengan kita, umat terpilih. Bisa dengan rupa-rupa alasan, sering dengan alasan agama, kita tidak sampai kepada Kristus. Sering dengan alasan-alasan kecil dan usang (yang tentu kita anggap penting) kita buta terhadap tuntutan-tuntuan iman yang lebih pokok, misalnya tahu bersyukur kepada Tuhan.

samaria

 RENUNGAN HARI INI

Kehidupan kita ini sendiri, udara segar untuk kita hirup, air yang menyegarkan, sekian banyak teman dan saudara yang meneguhkan kita, keluarga dan kerabat yang menemani kita dalam perjuangan hidup, janji akan hidup kekal dalam Sakramen permandian dan Kekuatan hidup Rohani dalam perayaan Ekaristi.

Itulah beberapa contoh kebaikan-kebaikan yang telah kita terima dari Allah.

 Tapi

Berapa sering kita dengan hati tulus dan iklas datang menhadap Tuhan dan berterimakasih atas segala kebaikan itu?

 Atau…

Lebih sering kita merasa tertekan dan membutuhkan sesuatu agak cepat, dan pergi meminta kepada Tuhan agar segera memenuhi permohonan kita…

LANGKAH HARI INI

 Ada baiknya kalau pada hari ini kita mnegambil niat khusus bahwa dalam minggu yang akan datang dan selanjutnya – secara khusus kita mengucap syukur dan terimakasih atas segala sesuatu yang kita terima (bahkan untuk sesuatu yang tidak kita minta namun sudah diberikan) dalam doa, dalam perayaan Ekaristi, dan terutama dengan berbuat baik kepada sesama kita.

Karena perintah Tuhan yang paling utama adalah agar kita berterimakaihs kepada-Nya atas segala kebaikan yang kta terima dengan cara berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita.

CERMIN HARI INI

 imagesKita akan sulit bersyukur jika menganggap bahwa segala yang diperoleh dalam hidup ini adalah semata hasil kerja keras diri sendiri, tanpa menyadari bahwa semua yang diterima adalah bukti kasih Allah bagi kita. Dengan bersyukur kita mengakui bahwa peran Allah sungguh nyata dalam kehidupan ini. Dengan mengakui segala campur tangan Tuhan dalam hidup ini, kita menunjukkan kualitas iman yang dalam. Karena semakin  kuat iman kita, maka semakin mudah bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan.

Sudahkah kita bersyukur hari ini?

 

-Sumber: Buku Homili  tahun C – KomKat KWI-

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s