Sepenggal kisah perjalanan pelayanan Pastor Ignatius SX, Suster Leonisia FCJM, Frater Yudi SX, WKRI dan Seksi Sosial DPP

Sabtu, 27 Juli 2013 jam 08.00 – Rombongan yang terdiri dari Pastor Adventus Ignatius Zaluchu SX, Sr. Leonisia FCJM, Frater Yudi, Ibu Nursitti Paulina dari WKRI dan Ibu Caecilia Painah dari WKRI dan Seksi Sosial DPP bertolak dari paroki.

Tujuan pertama : Stasi St Felicitas Kota Bangun.

kota bangun1Tiba di St Felicitas Kota Bangun pukul 11.05, Pastor Ignaz langsung melayani Misa yang dengan penuh syukur berjalan dengan baik. Dalam Misa, seksi Sosial yang diwakili ibu Caecilia dari Seksi Sosial DPP menyerahkan beasiswa untuk dua anak, masing-masing siswa SMP dan SMA berupa dana sekolah untuk triwulan. Dalam kesempatan yang sama diserahkan juga laporan per-semester mengenai kondisi keuangan stasi oleh pengurus stasi.

kota bangun2

Selesai Misa, rombongan meninjau sebentar pembanguan di stasi tersebut, istirahat makan siang dan bertolak dari St Felicitas Kota Bangun menuju tujuan kedua : St Tarcisius Kota Baru.

Misa dilayani pukul 16.00, berjalan dengan baik. Dihimbau kepada pengurus stasi untuk segera menyerahkan laporan keuangan stasi kepada paroki secepatnya.

kota baru kota baru2

Setelah Misa, ibu-ibu dari WKRI (Ibu Nursitti Paulina dan Ibu Caecilia) mensosialisasikan rencana untuk membuka ranting di stasi tersebut dan mendapat tanggapan antusias dari ibu-ibu stasi.

Tujuan ketiga : Stasi St Yohanes Kota Batak.

Masih di hari yang sama, rombongan bertolak ke Stasi St Yohanes Kota Batak. Pukul 20.00 Pastor Ignaz memberikan pelayanan Sakramen Tobat untuk 25 anak calon penerima Sakramen Krisma.

Rombongan bermalam di Susteran FCJM di Kota Batak.

Pagi hari 28 Juli 2013 pukul 08.00 diadakan Misa penerimaan Komuni pertama bagi 25 anak yang pada malam sebelumnya telah menerima Sakramen Tobat. Misa berlangsung dengan meriah, dibantu oleh Ibu Nursitti Paulina sebagai pemimpin lagu, dan tarian anak-anak.

kota batak 1 KOta batak 2

Pesan Pastor dalam Misa tersebut:

  • Bagi Seksi Katekese Stasi : Bahwa Komuni pertama diajarkan kepada para calon penerima Komuni Pertama bukan hanya sekedar mengajarkan, melainkan harus dihayati sehingga iman itu menjadi milik anak-anak itu sendiri.
  • Bagi para orang tua : Bahwa anak-anak yang datang hari ini begitu rapih, agar dilanjutkan untuk tetap rajin dan rapih ke gereja
  • Bagi seluruh umat : Bahwa Doa Bapa Kami bukanlah doa yang hanya sekedar dihafalkan, melainkan perlu penghayatan

Dilaporkan juga oleh pengurus stasi St Yohanes Kota Batak mengenai laporan keuangan stasi secara rapih dan terperinci.

Selesai Misa, ibu-ibu WKRI kembali mensosialisasikan program pembukaan ranting di Kota batak.

KOta batak 3 KOta batak 4

Tujuan keempat : Stasi Fransiskus Xaverius Pasar Flamboyan.

flamboyan2Rombongan langsung bertolak menuju stasi berikutnya – St Fransiskus Xaverius Pasar Flamboyan. Misa dipimpin P Ignaz pukul 11.00 berjalan dengan hikmat. Stasi ini juga memberikan laporan keuangan per-semester dalam kesempatan ini.

Rombongan dijamu makan oleh pengurus stasi – dan beristirahat melepas lelah di Sumber Makmur – rumah orang tua dari Bapak Santo (Driver paroki) untuk kemudian melakukan perjalanan lagi menuju tujuan kelima : Stasi St Thomas Petapahan.

Rombongan tiba di St Thomas Petapahan pukul 16.00. Acara hari itu adalah penerimaan Komuni pertama bagi 6 orang anak. Sebelum Misa dimulai, orang tua calon penerima Komuni pertama berlatih bersama untuk upacara, bersamaan dengan itu dilayani Sakramen Pengakuan dosa bagi calon Penerima Komuni oleh Pastor. Sementara itu di aula, tim WKRI melakukan sosialisasi untuk prospek pembukaan ranting WK di Petapahan.

  petapahan3

Setelah latihan para orang tua, penerimaan Sakramen Pengakuan Doa dan sosialisasi WKRI, dilaksanakan Misa penerimaan Komuni Pertama.

petapahan1petapahan2 

petapahan 4

Selesai Misa, hari sudah gelap. Rombongan dijamu makan malam di aula Stasi St Thomas Petapahan, sebelum akhirnya berangkat pulang ke Paroki St Paulus Pekanbaru.

†††

Catatan dari Suster Leonisia FCJM:

  • Bagi seluruh pengurus stasi yang umatnya akan menerima Sakramen, baik Sakramen Baptis, Krisma, Komuni I, Katekumen agar dipersiapkan dengan matang serta menyelidiki kelengkapan-kelengkapan persyaratan.
  • Sebelum melakukan penerimaan Komuni I perlu kelengkapan data yang di serahkan ke Paroki.

Ditulis oleh Tim Warta Paroki berdasarkan kisah Suster Leonisia FCJM. 
Seluruh foto “diambil” dari Facebook Ibu Nursitti Paulina.

Untuk melihat foto-foto lain, silahkan taut link di bawah ini :

 †††

Mohon maaf untuk sedikit catatan lagi…

Mendengar dan menuliskan kembali penuturan Suster Leonisia – rasanya seperti ikut berjalan dari stasi ke stasi selama dua hari itu, ikut merasakan betapa lelahnya, dan juga bersyukur boleh memiliki pastor – suster – frater yang dengan rela melakukan tugasnya “mengukur jalan” untuk memberi pelayanan Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat dan Penerimaan Komuni pertama.

Tentu ada sebab mengapa “dua kali dayung lima pulau terlampaui”. Tentu para Pastor yang saat ini berkarya di Paroki kita – Pastor Casali SX dan Pastor Pancani SX – saat yang sama juga sedang “bergeriliya” ataupun “mendayung” melewati 2 tempat atau lebih sekaligus untuk memberikan pelayanan Sakramen.

Kalau kita simak tulisan yang lalu tentang “Gereja bagaikan berjalan sendirian”   dan berdasarkan kenyataan yang ada, sudah seyogianya kita – baik sebagai orang tua dari anak-anak kita ataupun sebagai remaja yang sedang mencari jati diri – mulai membuka hati untuk panggilan khusus. Kita sebagai Gereja sedang mengalami masa krisis untuk mengadapi masa depan.

Simak seruan Bapa Suci dalam persiapan World Youth Day (WYD) 2013 yang baru lalu, bahwa  “iman dikuatkan ketika ia disampaikan kepada orang lain!” (Redemptoris missio, 2).

Apakah kita sebagai orang tua atau kita sebagai remaja (hanya) tergerak untuk berdoa agar tumbuh tunas-tunas baru (yang bukan anak kita atau kita sendiri), atau bergerak maju secara nyata untuk mengantarkan anak-anak kita (jika kita adalah orang tua), untuk membaktikan hidup kita (jika kita sebagai remaja)?

Undangan:

  1. Misionaris Xaverian
  2. Kongregasi FCJM

One thought on “Sepenggal kisah perjalanan pelayanan Pastor Ignatius SX, Suster Leonisia FCJM, Frater Yudi SX, WKRI dan Seksi Sosial DPP

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s