Belarasa Luar Biasa

Senin, 25 Maret 2013
Hari Senin dalam  Pekan Suci
Yoh 12:1-11
 

“Maka Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu.”
– Yoh 12:3

Menurut St Yohanes, akar dari segala kebaikkan dan kemurahan hati adalah kasih terhadap sesama. Karena kasih yang dimiliki oleh Maria, maka dengan rela ia mengurapi kaki Yesus dengan minyak yang mahal, dan menyeka kaki Tuhan dengan rambutnya.

Sedangkan menurut St Paulus, akar dari kejahatan dan dosa adalah karena orang cinta uang dan harta. Demikian juga dengan Yudas, demi alasan membantu orang miskin, ia mencela apa yang dilakukan maria kepada Yesus. Yudas tega menjual Yesus dengan 30 keping uang perak.

maria martaYudas kerasukkan iblis, ia solider, berbelarasa luar biasa, tetapi dalam hal kejahatan, menyerahkan Tuhannya ke tangan-tangan orang berdosa. Sebaliknya, Maria saudara Lazarus, ia solider, berbelarasa luar biasa dalam hal kebaikan, kemurahan hati. Karena mengasihi dan memuliakan Tuhannya, dengan meminyaki tubuh Yesus sebagai persiapan untuk penguburanNYa.

Orang Yahudi memberdakan dua macam perbuatan baik, yakni berbuat amal dan sedekah kepada orang lain. Termasuk berbuat amal adalah merawat dan mengubur jenasah. Sedangkan yang termasuk sedekah adalah memberi derma kepada orang miskin.  Berbuat amal dianggap nilainya lebih tinggi daripada berbuat sedekah. Mengubur orang mati lebih berharga daripada membantu orang miskin. Karena itu Yesus berkata,” Biarlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan sesuatu perbuatan baik kepada-Ku, karena orang-orang miskin selalu ada padamu, kamu dapat menolong mereka, tetapi Aku tidak akan bersama-sama kamu.” (Mrk 14:6-8).

Maria telah berbuat kebaikkan luar biasa, ia melakukan antisipasi dan pralambang terhadap kematian dan penguburan jenazah Yesus. Suatu tindakan berbelarasa luar biasa. Maka kata Yesus,”Biarlah ia melakukan hal ini mengingat penguburan-Ku.”

Berbelarasa tidak hanya berbagi harta, tetapi juga tenaga. Semakin orang beriman, seharusnya semakin bermurah hati, tidak menghitung untung-rugi. Maria, tidak hanya mencurahkan minyak, tetapi juga menjadi hamba, mengerjakan tugas seorang budak, mencuci kaki Yesus. Seperti janda miskin, rela berbagi dari kejurangannya bukan dari kelebihannya, tidak menghitung untung-rugi. Tetapi mereka percaya pada janji Tuhan,: “ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 7:33). Yesus sendiri, telah memberi teladan, merendahkan diri, menjadi hamba, mencuci kaki para murid saat perjamuan terakhir. Yesus menghendaki agar para murid-Nya saling mencintai dan melayani satu sama lain.

Pertanyaan reflektif:

Bagaimanakah kita menunjukkan rasa dan sikap belarasa kita terhadap mereka yang KLMTD (Kecil, lemah, Miskin, Terpinggirkan. Disabilitas)?

Doa

Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami agar dapat turut serta ambil bagian dalam sengsara dan penderitaanMu, dengan cara solider, berbelarasa kepada sesama, terutama ayng kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan disabilitas. Amin.

~I Masiya Suryataruna – dalam Retret Agung Umat – Perjalanan Rohani Menuju Kebangkitan ~

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s