Iman yang kuat, pengharapan yang mantap, adalah dasar kasih yang nyata.

Jumat 22 Maret 2013
Yoh 10:31-42

“Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-ku, janganlah engkau percaya kepada-Ku, tetapi jikalau aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah pada pekerjaan-pekerjaan itu supaya kamu dapat mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Yoh 10:37-38

Segala sesuatu tentunya direncanakan dengan baik dan kemudian baru dikerjakan. Itulah kunci sebuah keberhasilan. Seperti seorang pengusaha yang memulai usahanya, tentu ia mempelajari segala hal yang akan mendukung perkembangan usahanya, bekerja keras dan yang tak ketinggalan adalah satu katam “YAKIN”. Yakin dan percaya bahwa usaha yang ditempuh akan berhasil baik, demikian kiranya semangat akan terpelihara selama ia menekuni usaha tersebut. Dan tidak kalah penting, modal serta keberanian yang cukup. Modal dan keberanian ini jugalah yang akan terus-menerus mendukung dan mendorongnya untuk terus maju. Akita semua tahu, bahwa modal bukan satu-satunya uang saja, tetapi ada banyakj bentuk wujud dari modal.

Hal tersebut di atas dapat membuat seseorang bisa maju dan besar dalam usaha. Kitapun sebagai warga Gereja, pengikut Yesus, juga bisa menjadi maju dan besar dalam usaha-usaha kita. Dalam hal ini, usaha kita adalah memiliki dan membagikan kasih kita kepada sesama. Kita akan bisa maju dalam kasih hanya bila kita mempunyai iman yang kuat dan pengharapan yang mantap. Sebab, tanpa digerakkan oleh iman dan pengharapan, maka kita akan sulit utnuk memiliki dan mengusahakan kasih.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus telah menunjukkan bahwa harnya_nya adalah kasih kepada sesama. Mengapa demikian?

Sebab Yesus selalu berbuat sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.

iman da harapKitapun wajib menjaga iman kita, bahwa bila kita menolong sesama sebiasa mungkin demi kebaikannya, kita pantas berharap  agar sesama kita juga menjadi lebih baik seperti harapan kita. Dan dibantu oleh doa yang tidak pernah putus, semoga kita boleh menerima kelimpahan berkat Tuhan. Kiranya bila kita melakukan yang baik dan benar dalam menolong sesama, kita boleh merasakan bahwa Tuhan ada di dalam kita, dan kita ada di dalam kasih Tuhan. Semoga kita semakin tekun dalam berbuat baik demi keselamatan dan kesejarteraan sesama. Sebab kita yakin, bahwa berkat Tuhan akan memperbesar iman dan harapan kita sehingga kita dipenuhi sukacita karena kita boleh menjadi saluran kasih tuhan.

Pertanyaan reflektif:

Apakah usahaku dalam mengasihi sesama telah aku wujudkan dalam tindakan menolongt sesama?

Doa:

Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur kepada-Mu sebab kami boleh merasakan kiehadiran dan kebahagiaan dalam hidup kami. Kami berterimakasih sebab kami senantiasa menerima pertolongan dan perlindungan daripada-Mu. Semoga kami kmen gasihi dan meolong sesama, agar sesama kami jugsa boleh merasakan kasih-Mu. Amin.

~Suster M Gaudensia SUparmi, OP – dalam Retert Agung Umat – Perjalan rohani menanti kebangkitan ~

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s