Dipanggil untuk berkarya

Rabu, 13  Maret 2013
Yoh 5:17-30

“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga”

Yoh 5:17

imagesSebagai manusia, kita menyadari bahwa kita dipanggil dan diutus untuk ikut serta dalam karya Yesus. Kita percaya bahwa sampai sekarang Yesus tetap  berkarya. Ia berkeliling sambil berbuat baik. Ia memberikan kesaksian mengenai kebenaran. Ia datang untuk melayani. Ia datang untuk menyelamatkan, dan ia membawa amanat yang membebaskan, yaitu amanat Kerajaan Allah, amanat cinta kasih. Ia mengundang kita untuk menyerahkan diri bagi pelayanan Kerajaan Allah.

Berkarya secara optimal, menurut komitmen dari kita. Komitmen dapat diartikan kesiapsediaan kita, baik secara fisik, mental, sosial-emosional, dan spiritualitas sacara padu demi tercapainya tujuan karya yang telah kita tetapkan.

Untuk itu pertama-tama kita harus mengimani cara berkarya Yesus, yaitu berbuat baik, membela kebenaran, melayani, menyelamatkan, membebaskan, dan cinta kasih. Keenam nilai cara Yesus ini harus kita hayati, sikapi, imani, dan amalkan. Jika demikian kita memiliki spiritualitas dalam berkarya, dan spiritualitas ini menjadi jiwa, roh, kompas, petunjuk, dan daya juang sesama demi Kerajaan Allah.

Perwujudannya harus terlibat dalam kebersamaan dan persaudaraan sejati, yaitu rela mendukung atas panggilan, kehidupan, dan karya sesama dengan unjuk kerja nyata. Kerja nyata ini merupakan bukti atas kebanggan kita menerima tugas dengan penuh tanggungjawab, tahu seluk-beluk, dan terus melaksanakannya, serta belajar terus-menerus agar selalu siap diutus untuk berkarya dimana saja yang memerlukan. Apabila karya kita selalu berorientasi pada spiritualitas dan persaudaraan tersebut, maka buah-buah pelayanan kita adalah cinta kasih, yaitu menjunjung tinggi setiap pribadi sebagai martabat secitra Allah yang harus kita hormati, lebih berpihak pada yang miskin dan terkena sedalam-dalamya atas penderitaan mereka dengan sikap peduli, solider, dan berbelarasa.

Pertanyaan reflektif:

Cara berkarya Yesus, yaitu berbuat baik, membela kebenaran, melayani, menyelamatkan, membebaskan, dan cinta kasih. Ia mengundang kita untuk menyerahkan diri bagi pelayanan Kerajaan Allah. Bagaimana sikap kita dalam mengaktualisasikan pelayanan Kerajaan Allah?

Doa:

Yesus Sang guru sejati… Engkau telah mewariskan nilai-nilai cara berkarya kepada kami. Ajarilah dan bimbinglah kami agar pelayanan karya dapat kami laksanakan dengan penuh cinta kasih, yaitu menjunjung tinggi setiap pribadi sebagai martabat secitra Allah yang harus kami hormati, lebih berpihak kepada yang miskin dan terkena sedalam-dalamnya atas penderitaan mereka dengan sikap peduli, solider, dan berbelaras. Amin.

~ Br. Heribertus Sumarjo, FIC – Retret Agung Umat – Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan ~

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s