BERIMAN DAN BERSERAH DIRI

  • Senin, 4 Maret 2013
  • Luk 4:24-30

“Pada jaman Nabi Elia, banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Luk 4: 26-27

Berita dari Metronews.com (7/11/2012)

Ada seorang suami bernama AW, tega menjual istrinya kepada lelaki hidung belang. Tindakan itu dilakukan u ntuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Aksi bejat AW akhirnya terbongkar setelah sang istri melapor ke Mapolresta Depok, Jawa Barat, Rabu. Kepada polisi AW mengaku dua kali menjual istrinya kepada lelaki hidung belang dengan alasan himpitan ekonomi. Sebab dirinya tidak mampu membiayai kehidupan rumah tangganya setelah dirinya dipecat dari tempat ia bekerja. Selain menjual istri, juga diadukan atas tindak KDRT, yaitu terhadap anaknya yang bernama AL, 10 tahun dan ND 4 tahun. Atas perbuatannya, polisi menjerat AW dengan 2 pasal sekaligus, yaitu pasal 80 Undang-undang no 23 tahun 2002, dan pasal 44 Undang-undang no 23 Tahun 2004 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kasus tersebut di atas dungguh sangat memprihatinkan. Keluarga adalah tempat untuk spenyemaian benih nilai kehidupan yang pertama dan utama. Istri dan anak-anak seharusnya memperoleh pendidikan nilai melalui seorang suami – ayah. Istri dan anak-anak yang semula sebagai orang yang dicintai, akhirnya direndahan dan dilecehkan martabatnya oleh orang yang seharusnya menjadi tempat untuk mendapatkan kasih dan perlindungan. Demikiankah sebagai orang beriman dalam menyikapi kesulitan tantangan hidup ini?

keluarga yesusKehadiran karya Tuhan Yesus dipuji dan disanjung oleh banyak orang. Seperti dalam Luk 7:16,” Semua orang itu ketakukan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: ‘Seorang Nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita’, dan “allah telah melawat umat-Nya.’”. Ketika Tuhan Yesus  ke kota Nazaret, tanggapan ini berbalik menjadi iri hati dan kebencian sampai-sampai orang sekota-Nya ingin membunuh Yesusu\. “Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat  kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu” (Luk 4:29).

“Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada jaman Nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun yang ditahirkan selian daripada Naaman, orang siria itu.

Perkataan Yesus ini bukan dimaksudkan untuk menyinggung atau menyulut kemarahan mesyarakat kota Nazaret, tetapi mengajak mereka untuk membuka hati dan percaya terhadap kehadiran diri-Nya. Semua ini dilakukan karena cinta-Nya kepada masyarakat kota Nazaret.

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita betapa pentingnya membangun relasi dan sikap berserah diri kepada Dia. Dalam relasi dan penyerahan diri kepada Dia itulah kita akan mengalami kehadiran dan karya-karya mujizat-Nya. Dan akhirnya kitapun dibuat semakin mampu mengolah dan menerima tantangan dan kesulitan hidup kelaurga, bermasyarakat dan karya dalam terang iman.

Pertanyaan Reflektif:

  • Bagaimana sikapku ketika menghadapi tantangan dan kesulitan hidup dalam keluarga, masalah pekerjaan dan berelasi dengan orang lain?
  • Apakah relasi yang aku bangun dengan Tuhan, menjadi dasar dan inspirasi untuk mencari penyelesaian terhadap tantangan dan kesulitanku?

Doa:

Ya Tuhan,
Kami bersyukur kepadaMu, kerena ENgkau telah mengingatkan kami betapa pentingnya untuk menerima dan menghargai orang lain. Semoga relasi dan sikap berserah diri terhadap penyelenggaraan-Mu semakin memperkuat iman kami, sehingga kamipun mampu untuk memaknai secara positif setiap kesulitan dan tantangan-tantangan hidup dalam pribadi kami dan sesama sekitar, seturut kehendak-Mu. Amin.

~FX.Mudji PS – Retret Agung Umat –Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s